Saya mendedikasikan entri kali ini untuk 3 orang pegawai CommuterLine (PT KAI) yang telah menginspirasi bahwa di Indonesia masih banyak hati pahlawan.

  1. Darman Prasetyo, masinis.
  2. Agus Suroto, asisten masinis.
  3. Sofyan Hadi, petugas pelayanan KRL.

Kepada ketiga almarhum yang telah menjalankan tugasnya dengan baik, sebagai pengguna CommuterLine, saya mengucapkan selamat jalan. Semoga diberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Ya, musibah boleh terjadi, tetapi saya semakin mantap bahwa CommuterLine memiliki pegawai-pegawai yang bisa dipercaya.

Alasan saya untuk entri ini:

Masinis yang Tewas Pilih Lindungi Penumpang Ketimbang Selamatkan Diri – USMasinis yang Tewas Pilih Lindungi Penumpang Ketimbang Selamatkan Diri Mestinya masinis itu bisa lompat. Mereka pilih selamatkan penumpang. VIVAnews – Darman Prasetyo pulang tinggal nama di usia mudanya yang ke-26 tahun. Masinis kereta itu tewas dalam kecelakaan kereta rel listrik yang menabrak tangki truk Pertamina di pintu lintasan kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Senin 9 Desember 2013.
via Viva
Kisah Heroik Teknisi Kereta Sebelum Tewas Terbakar – USKisah Heroik Teknisi Kereta Sebelum Tewas Terbakar Dia sudah masuk gerbong penumpang tapi balik lagi ke ruang masinis. VIVAnews – Soryan Hadi. Pria muda berusia 21 tahun ini hanya orang biasa. Namun keberaniannya menyelamatkan penumpang dan merelakan nyawa sendiri melayang dalam kecelakaan kereta tragis di Bintaro, Jakarta Selatan, mengharumkan namanya, meski tanah basah menutupi jenazahnya, Selasa malam 10 Desember 2013.
via Viva