Seorang pengguna forum NeoGAF, famousmortimer, menyerukan genderang agar setiap calon pengguna PS4 mentwit beberapa tokoh Sony agar tidak menyertakan skema DRM dalam konsol mereka. Saat ini, skema DRM telah diimplementasikan oleh Microsoft untuk XBox One. Skema ini mengakibatkan bahwa pengguna tidak lagi memiliki sepenuhnya permainan yang telah mereka beli.

Apa itu DRM?

DRM, Digital Right Management [baca: Digital Restriction Management], adalah sebuah teknologi yang membuat sebuah media universal hanya dapat dimainkan di mesin tertentu. Inti teknologi ini adalah mengenkripsi konten sehingga tak dapat dimainkan begitu saja. Mesin/perangkat lunak yang memiliki kuncinya dapat membuka enkripsi dan memainkan secara leluasa.

Proses Bisnis apa yang hendak dikembangkan?

Dengan adanya DRM tersebut, nantinya setiap pengguna yang sudah membeli permainan tidak dapat memainkan permainan tersebut di rumah tetangga. Kalau misalnya dia mau barter kaset dengan temannya, maka temannya itu harus membayar sejumlah kecil uang untuk mengaktivasi kembali.

Dengan kata lain, kepemilikan permainan yang sudah dibeli tidak sepenuhnya milik pengguna lagi. Perangkat lunak itu bukan lagi dibeli, tetapi disewakan. Pengguna tidak lagi memiliki permainan. Pengguna diizinkan barter, namun dikenakan biaya untuk melakukan transaksi dengan orang lain.

Sistem ini bergantung kepada sebuah autentikasi tersentral. Pusat pengautentikasian ini bekerja 24 jam penuh untuk melayani seluruh dunia.

Apa arti memiliki sebuah permainan/perangkat lunak?

Zaman dahulu saya membeli kaset SEGA “Asterix”. Teman saya punya “Golden Axe 3”. Kami satu sama lain bosan. Lalu, kami pun menukar kaset-kaset SEGA kami. Dia bisa bermain “Asterix”, saya bisa bermain “Golden Axe”.

Setelah beranjak dewasa, permainan tersebut bisa saya kasih ke sepupu saya yang masih kecil. Saya pun mewariskan konsol saya kepada dia. Kini, dia bisa bermain permainan-permainan berkualitas dan saya pun beranjak dengan bermain DoTA 2.

Ketika sepupu saya pindah ke negara lain karena orang tua diberi tugas dinas, ia membawa konsol tersebut. Di tempat barunya, ia tinggal menyari konverter listrik dan menyolok konsol tersebut, menyambungkannya ke TV, lalu ia lanjut bermain setelah selesai belajar.

Bagaimana DRM bisa dibuat di PS4?

AMD sebagai produsen keping telah menambahkan instruksi ARM di prosesor berikutnya. Bagian ARM tersebut dapat digunakan untuk menjalankan skema DRM dari perangkat keras. Kemungkinan, teknologi ini juga ditanamkan di PS4.

Mengapa ini teknologi bodoh?

Karena adanya restriksi hukum dalam ekspor enkripsi keluar dari US, maka yang digunakan hanya enkripsi lemah. Telah banyak bukti bahwa enkripsi ini dapat dijebol. Jangankan sekelas Eropa Timur dan Cina, di Indonesia pun kita semenjak zaman PS 1 sudah ada mesin PS yang sudah dimodifikasi chipset-nya.

Pembajak dapat dengan mudah melepas DRM dari mesin-mesin tersebut. Namun, pengguna sah harus bersusah payah masuk. Kelemahan sistem tersentralisasi membuat pengguna sah harus berharap bahwa server yang melayaninya tidak sibuk. Ia menjadi tergantung dengan perusahaan pembuat konsol. Kemanusiaan pun kehilangan hak azasinya karena semakin tergantung oleh korporasi.

Akhir Kata

Ini sebenarnya sebuah insentif bagi penggunaan FOSS. Generasi ini mungkin tidak tahu apa bahaya ketika sebuah korporasi secara perlahan berusaha menguasai kemanusiaan. Ketika skema DRM ini berlangsung, bisa jadi generasi berikut tidak akan mengenal apa itu kebebasan individu, seperti generasi ini sudah tidak tahu apa itu Macan Kumbang dan Samong.