Super Android, recharge!

Super Android, recharge!

Ada tiga alasan mengapa saya memilih telepon genggam ini:

  1. Saya penggemar telepon genggam merek Sony Ericsson. Dari versi Z600, W508i, dan sekarang SK-17i. Saya suka tombolnya.
  2. Saya tidak suka mengirim pesan pendek. Saya butuh papan ketik fisik untuk mengetik.
  3. Telepon genggam Android yang bisa dimodifikasi dan didukung resmi hanya Sony Ericsson.

Awalnya, saya hendak menunggu dukungan telepon ini habis. Apalagi, terdengar rumor bahwa 2013 akan ada pembaharuan ke Jelly Beans. Tapi, akhirnya saya memutuskan untuk segera pindah ke CyanogenMod segera. Hal ini karena beberapa faktor:

  1. Sony dan Ericsson bercerai sehingga sekarang menjadi Sony Mobile.
  2. Sony sempat hampir bangkrut sehingga harus disuntikkan dana segar oleh pemerintah Jepang. Saya jadi makin ragu akan keberlangsungan riset pembaharuan.
  3. Saya kesulitan mengakses pesan pendek (SMS). Saya menjadi ansos karena setiap kali saya harus mengakses menu pesan pendek, telepon genggam saya tak bergeming.

Poin terakhir itu yang saya tidak sukai! Padahal, ada pesan penting yang sering saya tidak bisa buka karena aplikasi internal pesan pendek saya tak bergeming. Rekan saya sering menjuluki saya tak peduli dengan orang lain. ;-(

Persiapan

Untuk menuju JP yang lebih baik, saya menyiapkan hal-hal berikut:

  1. Fastboot, didapatkan dari Android SDK terbaru. Silakan pasang Android SDK yang terbaru. Berhubung saya menggunakan Gentoo:
    $ sudo emerge dev-util/android-sdk-update-manager
  2. Aturan USB “/etc/udev/rules.d/51-android.rules”
    SUBSYSTEM=="usb", ATTRS{idVendor}=="0fce:0dde", SYMLINK+="android_adb", MODE="0666" GROUP="plugdev"
    TEST=="/var/run/ConsoleKit/database", \
    RUN+="udev-acl --action=$env{action} --device=$env{DEVNAME}"
  3. ROM dari FreeXperiaProject (FXP). Saya pilih FXP 203.
  4. Google Apps (GAPPS). Saya pilih yang versi untuk CM 10.
  5. Doa.

Sedikit catatan, kode untuk SK-17i adalah MANGO. Jadi kalau banyak pilihan, pilihlah unduhan yang ada kata mango. Jangan salah unduh jenis.

Setelah selesai mengunduh, taruh ROM dan GAPPS ke dalam SD Card.

Rekan saya bilang bahwa MIUI lebih baik. Tapi, saya lebih suka versi vanila (versi tanpa ada tambahan/dasar) dulu untuk sementara. Bila Anda tertarik, silakan lihat ada daftar ROM beserta kernel yang tersedia di XDA.

Saya mendasarkan pemasangan sesuai dengan tutorial cara pasang pada situs FXP. Alangkah lebih baik bila membaca langkah-langkah pada halaman tersebut.

Membuka Kunci

Telepon genggam pada awalnya terkunci dan tak bisa dimodifikasi. Ada dua cara untuk membuka SK-17i ini:

  1. Cara resmi yang disediakan oleh Sony Mobile dengan memasukkan kode. Cara ini lebih mudah, namun dukungan DRM dihapus.
  2. Menghubungkan jumper untuk mengaktifkan mode test. Kelebihan dari cara ini, DRM yang ada bisa dipertahankan.

Saya memilih nomor 1 karena saya tidak perlu DRM. Toh, musik saya saya dapatkan dari CD. (Hidup, Stallman!)

Kira-kira caranya sebagai berikut:

  1. Catat IMEI dengan mengakses *#*#7378423#*#* dan akses menu seperti pada panduan.
  2. Lalu pada halaman cara resmi paling bahwa klik tombol “Continue” dan masukkan IMEI (14 karakter, buang yang lebih), nama, dan surel.
  3. Buka surel dan salin kode aktivasi pada surel.

Matikan telepon genggam, kemudian sambil memencet tombol “Volume Up/Perbesar Suara”, colok kabel USB yang terhubung dengan telepon ke komputer. Bila berhasil, lampu status akan menyala biru, tanda masuk ke dalam mode Fastboot.

Pada komputer, masuk ke dalam direktori “platform-tools” pada SDK Android yang telah terpasang. Sebaiknya masuk sebagai root agar tak bermasalah. Contoh saya:

$ sudo su -
# cd /opt/android-sdk-update-manager/platform-tools

Untuk menguji apakah perangkat sudah terpasang:

# ./fastboot -i 0x0fce getvar version

Nanti akan mengembalikan keluaran yang salah satunya versi “0.3”. Contoh:

# ./fastboot  -i 0x0fce getvar version
version: 0.3
finished. total time: 0.002s

Setelah yakin, buka kunci:

# ./fastboot -i 0x0fce oem unlock 0x[KEY]

Ganti [KEY] dengan kode yang diberikan dalam surel. Contoh saya: (kunci fiktif)

# ./fastboot -i 0x0fce oem unlock 0xFFFFFFFFFFFFFFFF
...
(bootloader) Unlock phone requested
(bootloader) Erasing block 0x00001300
(bootloader) Erasing block 0x00001400
(bootloader) Erasing block 0x00001500
(bootloader) Erasing block 0x00001600
(bootloader) Erasing block 0x00001700
(bootloader) Erasing block 0x00001800
(bootloader) Erasing block 0x00001900
(bootloader) Erasing block 0x00001a00
(bootloader) Erasing block 0x00001b00
(bootloader) Erasing block 0x00001c00
(bootloader) Erasing block 0x00001d00
(bootloader) Erasing block 0x00001e00
(bootloader) Erasing block 0x00001f00
OKAY [  4.634s]
finished. total time: 4.635s

Setelah yakin, ekstraksi berkas “boot.img” dari ROM yang sudah diunduh. Caranya:

# ./fastboot -i 0x0fce flash boot boot.img

Contoh penggunaan misalnya saya telah mengekstraksi di suatu direktori lain:

# ./fastboot -i 0x0fce flash boot /home/adadeh/Build/SK-17/boot.img 
sending 'boot' (6362 KB)...
(bootloader) USB download speed was 3257344kB/s
OKAY [  0.718s]
writing 'boot'...
(bootloader) Download buffer format: boot IMG
(bootloader) Flash of partition 'boot' requested
(bootloader) S1 partID 0x00000003, block 0x00000280-0x000002e3
(bootloader) Erase operation complete, 0 bad blocks encountered
(bootloader) Flashing...
(bootloader) Flash operation complete
OKAY [  1.259s]
finished. total time: 1.977s

Setelah ini tinggal pasang sistem.

Memasang Sistem Baru

Untuk memasang sistem baru, telepon dinyalaulangkan:

# ./fastboot -i 0x0fce reboot

Setelah itu, perangkat akan menyala. Pada saat muncul layar dengan logo FXP pertama kali, segera pencet tombol “Volume Up/Perbesar Suara” berkali-kali sampai masuk ke menu “Recovery”.

Pada menu Recovery, pilih “- install zip from sd card” dan pasang dengan urutan 1) ROM dan 2) GAPPS. Setelah itu, jangan lupa hapus (wipe) semua tembolok dan data yang telah ada.

Kebetulan, saya membeli SD Card 32GB dengan kecepatan UHS (Class 10). Maka, saya membagi partisi pada SD Card saya menjadi 3 partisi, yakni: 1) sd-ext (4096MB), 2)swap (256MB), dan 3) sisanya untuk penyimpan biasa. Langkah ini opsional. Pastikan Anda sudah terlebih dahulu memasang ROM dan GAPPS sebelum melakukan ini.

Bonus: Memasang Kernel Modifikasi

Untuk memacu lebih lagi, saya memasang kernel yang sudah dimodifikasi. Sebagai contoh, saya menggunakan kernel LUPUS. Beberapa kelebihan:

  1. Memberikan alternatif pengatur I/O dan CPU yang dapat disesuaikan.
  2. Dikompilasi dengan GCC Linaro. (embedded device devs know this lovely CC) 🙂
  3. Modul-modul tambahan.

Unduh berkas IMG dan beberapa berkas ZIP tambahan. Berhubung saya menggunakan CM10, berikut yang diunduh:

  • LuPuS-jBv2-mango.img
  • cifs_ntfs_usb-otg-LuPuS-jB-v2-modules_signed.zip
  • wifi_cm-ti-wlan_signed.zip

Saya sengaja menghilangkan tautan agar dua entri awal pada forum tersebut terpaksa dibaca. Berhubung ini bonus, ada baiknya juga belajar mengenai seluk beluk kernel ini. Jangan lupa menaruh kedua berkas ZIP pada SD Card.

Untuk memasang, digunakan cara yang sama dengan memasang kernel FXP:

# ./fastboot -i 0x0fce flash boot /home/adadeh/Build/SK-17/LUPUS/lupus-jbv2-mango-working.img 
sending 'boot' (6962 KB)...
(bootloader) USB download speed was 3564544kB/s
OKAY [  0.785s]
writing 'boot'...
(bootloader) Download buffer format: boot IMG
(bootloader) Flash of partition 'boot' requested
(bootloader) S1 partID 0x00000003, block 0x00000280-0x000002e3
(bootloader) Erase operation complete, 0 bad blocks encountered
(bootloader) Flashing...
(bootloader) Flash operation complete
OKAY [  1.370s]
finished. total time: 2.155s

Setelah itu, telepon dinyalakan ulang:

# ./fastboot -i 0x0fce reboot
rebooting...

finished. total time: 0.001s

Ketika muncul logo serigala, pencet tombol “Volume Up/Perbesar Suara” berulang kali untuk masuk ke dalam menu “Recovery”. Berbeda dengan FXP, tampilan menu “Recovery” pada Lupus berorientasi GUI. Jadi, lebih mudah sedikit. Intinya sama, pasang dua berkas ZIP untuk mengaktifkan fitur-fitur tambahan.

Setelah selesai, silakan dinyalakan ulang dan kernel sudah terpasang.