Torchlight 2 dari Steam

Torchlight 2 dari Steam, Tidak Perlu Daring

Setelah kecewa dengan Diablo 3 yang harus selalu daring, saya menghentikan proyek membangun komputer Bermain. Seperti yang kita ketahui bersama, lebar pita jaringan di Indonesia itu tulisannya up to, yang artinya: “Sampeyan dapat primbon kali, ye, baru bisa benar-benar segitu kecepatannya.” Ya, sampai Ksatria Piningit datang, permainan yang selalu membutuhkan dedikasi pita jaringan itu tidak bisa diharapkan.

Untungnya, sudah ada Torchlight 2 buatan Runic. Permainan ini mirip dengan Diablo 2, satu-satunya permainan RPG yang saya mainkan dengan intensif dahulu. Kata teman saya, permainan ini dibuat oleh mantan pengembang Diablo. Hmmm… seingat saya, mereka bikin perusahaan dan mengembangkan Sacred.

Harga permainan ini di Steam saat ini US$19,99 atau sekitar Rp200.000,00. Mungkin nanti bisa lebih murah lagi ketika libur Natal. Tapi, ini sudah cukup terjangkau buat saya. Enak juga kalau membeli asli, saya jadi harus menjaga diri untuk tidak membeli banyak permainan dan terasa amat berharga permainan yang dibeli.

Torchlight 2 menggunakan mesin Ogre3D, sebuah pustaka kode sumber terbuka. Ogre3D sendiri dapat dijalankan di GNU/Linux, saya ingat dahulu InfoLINUX pernah membahas. Yang seru dari seri permainan ini adalah Torchlight yang pertama sudah ada di Ubuntu Apps. Saya merasa positif untuk versi asli Torchlight 2 untuk GNU/Linux.

Untuk memainkan Torchlight 2, saya tinggal menggunakan Wine:

$ wine Steam.exe -opengl -no-dwrite

Nah, perhatikan “-no-dwrite”. Itu parameter yang digunakan untuk Wine 1.5 (wine-unstable kalau di BlankOn). Kalau tidak, tulisan di Steam tak terbaca. Sepertinya dwrite.dll versi Wine 1.5 bermasalah.

Saya sudah memasang semuanya dan untuk komputer saya yang masih pakai Pentium D, VGA on-board GeForce 9200, dan memori 4G aplikasi berjalan lancar. Saya harus mengonfigurasi grafis menjadi medium dan mematikan FSAA.

Waduh, sudah terlalu banyak saya tulis. Saatnya bermain. Jangan lupa mandi.