Tome of Knowledge

Pengetahuan adalah sumber kekuasaan.

Biasanya, pemerintah menggunakan sebuah proyek pemerintah menggunakan tender dengan dana triliunan untuk memenuhi suatu target capaian. Pemerintah melalui kontraktor pihak ketiga, membangun infrastruktur bagi masyarakat. Namun, semenjak adanya crowdsourcing, pemerintah daerah dapat mengutilisasi data-data yang dimilikinya menjadi pengetahuan yang kaya dan menjadi sebuah industri tersendiri.

Ada beberapa aspek yang menyebabkan industri data terbuka:

  • Keterbukaan Pemerintah Daerah dalam memberikan data.
  • Partisipasi aktif warga dalam memperkaya data.
  • Teknologi Semantik.

Keterbukaan Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah sebagai penyedia dan inang dari data-data yang ada memiliki kewajiban untuk melepas data-datanya kepada publik untuk dapat dikonsumsi oleh publik. Secara hukum, UU Keterbukaan Informasi Publik telah memberikan dasar hukum untuk mereka melepaskan data ke publik. Kebijakan-kebijakan publik sebenarnya bisa dirilis dan dikonsumsi oleh warga.

Untuk memulai membuka data, Pemerintah Daerah akan memiliki sikap paranoid. Ini wajar. Jangankan mereka, orang-orang di dunia akademisi saja yang katanya punya semangat berbagi dan kritis masih banyak yang belum mau membuka informasinya. Itu sebabnya, sebelum berbicara mengenai keterbukaan data kebijakan untuk transparansi, sebaiknya pemerintah berkonsentrasi kepada data-data yang memang untuk umum.

Sebagai langkah awal, ada tiga jenis data yang dapat dibuka oleh Pemerintah Daerah antara lain:

  • Data spasial, misalnya lokasi tempat umum seperti terminal, pemberhentian Bus, SPBU, pasar, dan museum.
  • Data kronologis, misalnya jadwal layanan publik, acara komunitas, dan jadwal angkutan umum.
  • Data info, misalnya properti kesenian/budaya lokal dan produk-produk lokal.

Data tersebut awalnya dimasukkan oleh pemerintah. Namun, diharapkan sistem dapat diperkaya dengan masukan dari Warga.

Partisipasi Warga

Ada beberapa alasan untuk visibilitas partisipasi warga:

  • Adanya ledakan penggunaan media sosial merupakan sebuah indikasi positif mengenai kesiapan warga dalam memberikan data.
  • Penggunaan perangkat bergerak dan Internet yang semakin jamak membuat warga dapat menggunakan aplikasi-aplikasi khusus yang telah dilengkapi dengan teknologi spasial.
  • Secara psikologis, walau pun ini pendapat pribadi saya, bangsa ini menyukai aplikasi-aplikasi personal yang membuat mereka lebih dikenal.

Hal yang perlu diperhatikan adalah vandalisme data. Ada beberapa solusi untuk ini:

  • Moderasi data. Mahal karena memerlukan orang-orang khusus untuk itu. Namun, dengan strategi prioritas data, dapat ditekan jumlah orang yang diperlukan. Dapat juga diserahkan kepada warga-warga yang berkomitmen.
  • Pemeringkatan data. Dengan ini, warga dapat menurunkan data-data yang tidak baik dan mempromosikan data yang benar.
  • Pelaporan data. Warga dapat melaporkan ketidakbenaran data.

Teknologi Web Semantik

Kebetulan riset mahasiswa saya mengenai teknologi semantik. Teknologi Web Semantik merupakan bagian dari manajemen pengetahuan. Properti yang paling penting dari konsep Web Semantik adalah Web Semantik menggunakan konsep open world assumption.

Konsep open world assumption menentukan kebenaran sebuah pernyataan dari repositori pengetahuan yang ada. Namun, bila sebuah pernyataan tidak didapati dalam repositori, maka informasi ini dinyatakan sebagai tidak dapat ditentukan (bukan benar atau salah).

Pusing, yah? Contohnya:

Di dalam repositori pengetahuan terdapat pernyataan sebagai berikut:

“JP” adalah “Warga Jakarta”

Lalu, kemudian ada sebuah pernyataan baru berikut:

“Peter” adalah “Warga Jakarta”

Untuk Web Semantik, ketika ditanyakan kebenarannya, dia akan menjawab “Tidak Tahu”. Sehingga, informasi tersebut dapat ditambahkan ke dalam repositori pengetahuan sebagai sebuah nilai kebenaran (truth value).

Prinsip inilah yang kemudian dipakai dalam Web Semantik untuk melakukan mash up data. Data dari satu situs dapat dipakai untuk memperkaya informasi dari situs lainnya. Hal ini membuat adanya situs-situs tertentu untuk memenuhi kebutuhan tertentu. (niche)

Bayangkan, berapa bisnis lokal yang dapat memperkaya layanannya dengan menggunakan data-data tersebut? Dengan itu, layanan kepada warga lebih baik, bisnis semakin berkembang, dan pajak pun bisa bertambah.

Tentu saja, ini perlu waktu dan investasi, terutama komitmen.

Saya tidak janji, tapi saya coba membuka tulisan-tulisan saya mengenai ini lebih lanjut.* (Kalau tidak malas dan waktu mengizinkan)

Seperti biasa, saya berusaha menyingkat tulisan ini dan membuang banyak detail. Mudah-mudahan tidak terlalu rumit dan panjang. Video di bawah ini menjelaskan contoh kasus pemerintah daerah Washington D.C. yang melepas datanya dan bagaimana pihak ketiga memanfaatkan data tersebut untuk memberikan layanan yang luar biasa kepada warganya.