Tulisan ini ditulis sambil menunggu kompilasi. Kalau seperti tidak niat menulis, mohon maaf karena saya juga hendak menulis sekenanya saja. Mungkin nanti saya tambahkan tautan dan tulisan lebih sempurna.

Pertama-tama, ingatkan saya untuk tidak menggunakan SD Card di bawah kelas 10. Lama sekali memasang sistem. Setelah dipasang, belum tentu jalan. Saya salah satu korbannya.

Setelah stres mengganti-ganti SD Card,  tetap saja Raspberry gagal dijalankan. Saya sudah suntuk. Maklum, nampaknya repositori BlankOn belum lengkap dan skrip debootstrap yang saya miliki tidak memasang sistem dengan sempurna. Hal ini mengakibatkan saya harus secara langsung menyunting sistem.

Berhubung rumit dan harus kasus per kasus, saya tidak jadi menulis pengalaman saya menggunakan repositori murni BlankOn. Namun, tadi malam setelah saya jalan-jalan sebentar, saya baru menyadari kesalahan saya. Saya terlalu bernafsu untuk membuat sistem dengan:

  • Partisi utama menggunakan NILFS2. Hal ini karena NILFS2 lebih efisien dibandingkan dengan ext4. (noatime dan nodiratime tentunya)
  • Arsitektur yang dipakai adalah ARMHF, sebuah arsitektur yang telah memanfaatkan prosesor floating point terpisah. Selama ini, prosesor ARM dipakai juga untuk operasi floating point (soft floating point/ARMEL). Padahal, di dalam perangkat keras sudah tersedia sebuah instruksi tambahan untuk menghitungnya.

Nah, dari hasil perenungan saya, saya baru sadar bahwa saya menggunakan kernel yang dibangun dengan arsitektur ARMEL. Aih, pantas saja selalu gagal! Bikin tidak bisa tidur… 🙁

Karena itu, sekarang saya hendak membangun infrastruktur ARMHF yang bisa dipakai untuk membangun paket-paket yang terhilang. Saya kali ini membangunnya dari Raspbian. Saya lihat BlankBerry Rote pun dibangun dari Raspbian.

Ih, curang… 🙂

Saya kira dibangun dari repositori BlankOn. Ternyata dibangun dari repositori Raspberry dan repositori lokal (192.168.x.x) yang sepertinya berisi paket-paket BlankOn yang masih dalam pengembangan dan tidak tersedia di dalam repositori BlankOn.

Ya, begitulah. Setelah gagal seharian membangun sistem sendiri dengan debootstrap, saya pun memasang BlankBerry yang sudah jadi. Dari situ baru saya menemukan kesalahan saya.

Nampaknya pula, BlankBerry yang sudah jadi tidak kompatibel dengan repostori BlankOn yang ARMHF. Saya memasang openssh-server dan mengalami kerusakan segmentasi. Nampaknya saya harus kembali memasang.

Yak, semoga saya tidak malas untuk mendokumentasikan perjalanan saya. Kembali mengoprek… 🙂

Bonus: Cicip BlankBerry Bagi yang Punya Raspberry Pi

Saat ini tutorial di wiki BlankOn hanya bagi yang menggunakan QEmu. Buat yang beruntung telah mendapatkan Raspberry Pi, saya memiliki cara untuk memasang BlankBerry.

Alat-alat yang dibutuhkan

  • XZ Utils
    sudo apt-get install xz-utils
  • gparted
    sudo apt-get install gparted

Caranya

Unduh: (pilih versi terbaru)

$ wget http://kambing.ui.ac.id/pub/blankon/blankberry/rote/blankberry-rote-armhf-20120827-01.img.xz

Taruh ke dalam SD Card:

$ xzcat blankberry-rote-armhf-20120827-01.img.xz > /dev/mmcblk0

Saya asumsikan bahwa itu nama driver ruang penyimpan Anda. Ingat! Taruhnya di ruang utama Anda, bukan di sebuah partisi.

Anda sudah salam orang tua, cuci piring, atau menyapu rumah?

Setelah melakukan hal-hal trivial dan transfer image ke dalam SD Card, Anda dapat memodifikasi partisi SD Card Anda. Secara baku, BlankBerry mengandung dua partisi: 64MB partisi dan sebuah partisi ext4 berisi 1,6 GB Blankon.

Jika Anda memiliki SD Card berukuran lebih dari 2 GB, terdapat banyak ruang mubazir. Untuk itu, Anda dapat mengubah partisi dengan GUI:

$ sudo gparted /dev/mmcblk0

Tinggal digeser-geser sesuai selera. Saya sendiri menambahkan partisi ketiga, yakni partisi swap. Lumayan, jargon ruang swap dua kali besar memori kembali terngiang.

Yak, setelah itu selesai, tinggal ditaruh ke BlankBerry.

Selanjutnya: Proses instalasi dengan menggunakan repositori BlankOn.  (Mungkin) 🙂