Dunia tidak lagi seperti dulu. Berikut catatan hal-hal yang saya dapati.

Dunia Perangkat Rumah Tangga

Tahun lalu Mark Shuttleworth mengumumkan mimpinya untuk Ubuntu masuk ke dunia perangkat-perangkat bergerak. Pertama-tama Ubuntu masuk ke dalam dunia TV pintar. Kemudian, sekarang secara terbuka menyatakan masuk ke dalam dunia Android.

Hal ini mungkin saja. Bagi yang sering memodifikasi telepon genggam tentunya sudah lumrah pernah menggunakan kernel Linux Ubuntu. Telepon genggam Z71 saya (Nexian Journey) pun sudah didukung dengan sedikit modifikasi. Bahkan, lebih awet menggunakan itu dibandingkan bawaan CyanogenMod (CM7). Ada juga tutorial dari tahun kemarin memasang Ubuntu Karmic di telepon genggam.

Bagaimana dengan BlankOn?

Kayaknya semenjak bertemu dengan pengembang Debian yang datang ke Jakarta tahun kemarin, BlankOn juga semakin mantap untuk membuat BlankOn edisi ARM. Saya kebetulan bukan pengembang BlankOn, tapi rasa-rasanya mereka sudah mencanangkan hal tersebut untuk di versi 8. Mereka sepertinya juga pindah basis ke Debian. Ini langkah yang benar, sebab Debian menghasilkan paket yang sedikit dibandingkan dengan Ubuntu.

Paling, kalau memang benar BlankOn mau ke ARM, saya punya permintaan agar dua paket ini dipastikan berjalan:

  1. libpcsc-lite
  2. fprintd

Nanti kalau dua itu jalan, saya, mudah-mudah tapi tolong diingatkan, akan membuat tutorial menjalankan solusi keamanan berbasiskan kartu pintar dan sidik jari. Lumayan, siapa tahu ada yang berminat masuk ke dalam dunia solusi keamanan atau pembayaran mikro. Ha… ha… ha….

Hak Ekslusif Atas Adobe Flash Linux

Setelah dibuat menyerah kalah oleh alm. Steve Jobs, akhirnya Adobe memutuskan untuk tidak lagi mengejar pasar perangkat kecil. Satu lagi langkah yang mereka lakukan: setelah versi 11.2, Adobe Flash hanya akan tersedia di Google Chrome untuk Linux saja. Jadi, lagi-lagi GNU/Linux akan menjadi warga kelas dua bagi Flash.

Menurut saya, ini, sih, kabar yang menyenangkan. Daripada menulis buku-buku tentang Adobe, lebih baik menulis buku HTML5. Lumayan, mengurangi angka pembajakan di Indonesia.

Frankenstein System

Now I have a frankeinstein system, consisting of non-complete GNOME Shell. I wish to integrate these:

  1. WICD
  2. Pidgin
  3. Thunderbird
  4. Firefox

Those are the things that runs well on Ubuntu 12.04 (pre-release) when using behind proxy. That’s right, why GNOME makes it lesser and lesser compatible with proxy users? We, a.k.a academics and corporates, are getting left behind.

What? No WPAD support? ;(