TL;DR

Inti dari tulisan ini adalah memasang menggunakan debootstrap. Ada beberapa alasan yang menyebabkan memasang Ubuntu Precise dengan menggunakan metode ini. Kalau saya:

  1. Saya menggunakan LVM dan CD pemasang Ubuntu tidak mendukung LVM.
  2. Saya suka menggunakan debootstrap.
  3. Beberapa konfigurasi dasar di BlankOn disalin oleh debootstrap sehingga saya terbantu.
  4. Saya ingin mencoba yang baru dan proses ini mengedukasi saya.
  5. Saya kurang kerjaan dan pengen iseng-iseng.

Persiapan Sebelum Debootstrap

Ada beberapa langkah persiapan:

  1. Memasang paket debootstrap dari Ubuntu Precise.
  2. Mempersiapkan partisi yang dibutuhkan.

Memasang Paket Debootstrap dari Ubuntu Precise

Paket debootstrap dari Pattimura belum memuat Precise. Untuk itu, kita perlu memasangnya dari repositori Precise. Hal ini bisa dilakukan karena debootstrap dapat dipasang di semua arsitektur (arch=All). Anda dapat mengunduh sendiri lalu menggunakan dpkg atau cukup klik tautan ini di peramban Anda agar otomatis terpasang. Kalau saya, sih, memilih cara yang kedua. 🙂

Mempersiapkan Partisi

Saya asumsikan partisi telah tersedia. Dalam contoh saya, saya memberi partisi sebagai “/dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid”. Biasalah, sebelumnya saya coba-coba Ubuntu Lucid. Biar afdol, format dengan sistemberkas kesukaan: [Hati-hati, perintah ini menghapus isi partisi. PASTIKAN TIDAK ADA DATA PENTING]

$ sudo mkfs.reiserfs /dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid -l "Ubuntu 12.04"

Saya suka sekali memberi label pada setiap partisi. Praktik ini sangat berguna bila Anda bekerja di Pusat Data dan melibatkan banyak partisi. Kali ini saya memberi label “Ubuntu 12.04” untuk membedakan Pattimura dengan Precise.

Lanjut Debootstrap

Lakukan langkah-langkah yang biasa dilakukan saat debootstrap, yakni:

  1. Mengaitkan (mount) partisi yang mau dipakai ke sebuah direktori.
  2. Melakukan debootstrap ke direktori tersebut.
  3. Mengaitkan sistemberkas khusus ke sub-sub direktori yang diperlukan.

Mengaitkan Partisi

Kaitkan partisi yang telah dipersiapkan ke sebuah direktori kosong; saya menggunakan “/mnt”:

$ sudo mount /dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid /mnt/

Pasang Paket Dasar Ubuntu

Memasang paket-paket dasar Ubuntu Precise dengan debootstrap.

sudo debootstrap precise /mnt/ http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/

Kaitkan Sistemberkas Khusus

Sebelum melakukan modifikasi lebih lanjut, pasang sistemberkas khusus. Hal ini diperlukan karena ada beberapa paket yang membutuhkan informasi kernel yang berjalan. Mereka memerlukan akses ke perangkat keras agar dapat terpasang dengan baik. Untuk itu, ada tiga buah sistemberkas khusus yang diperlukan:

dev
Dulu ada sistemberkas devfs yang mengonfigurasi direktori dev. Lalu ada juga skrip MAKEDEV yang mengisi direktori tersebut dengan berkas-berkas khusus. Sekarang, kita hanya perlu menautkan /dev saja karena sistem modern sudah menggunakan udev.
devpts
Sistem berkas ini digunakan untuk mengemulasi lingkungan terminal. Biasanya digunakan oleh XTerm, SSHd, dan bahkan aplikasi pemaket Debian untuk membaca terminal.
proc
Sistemberkas ini berisi informasi kernel. Informasi itu misalnya proses yang berjalan dan propertinya, sistemberkas yang terpasang, dan lain sebagainya.
sysfs
Sysfs adalah sebuah sistem berkas yang disediakan untuk aplikasi-aplikasi dapat mengakses perangkat-perangkat keras yang ada.

Mari pasang keempat sistemberkas tersebut:

$ sudo mount /dev/ /mnt/dev -o bind
$ sudo mount none /mnt/dev/pts -t devpts
$ sudo mount none /mnt/proc -t proc
$ sudo mount none /mnt/sys -t sysfs

Partisi “/mnt” sampai saat ini telah siap untuk digunakan sebagai partisi utama (root partition).

Masuk Ke Direktori Tersebut

Mari masuk ke direktori tersebut untuk konfigurasi lebih lanjut. Untuk masuk, digunakan chroot yang mengemulasi lingkungan konsol dengan menjadikan sebuah direktori menjadi lingkungan tersendiri. Lingkungan yang berjalan tergantung direktori tersebut. Banyak sistem operasi baru (termasuk Ubuntu) menggunakan Dash dari pada BASH sebagai program konsolnya. Kebetulan saya lebih suka BASH.

Mari masuk ke lingkungan sistem baru kita dengan menggunakan BASH yang terpasang di sana.

$ sudo chroot /mnt /bin/bash

Pemasangan Lingkungan Dasar

Ada beberapa langkah untuk memasang Precise:

  1. Mempersiapkan repositori (opsional karena yang utama ditambahkan otomatis oleh debootstrap).
  2. Memasang dukungan Bahasa Indonesia
  3. Mengonfigurasi waktu sistem.
  4. Memasang perkakas sistem berkas.
  5. Memasang desktop.
  6. Menambah pengguna baru.
  7. Memasang kernel Linux.

Memasang Repositori Cadangan (Opsional)

Ubuntu Precise saat ini masih versi alfa. Artinya, banyak sekali perubahan yang terjadi sehingga repositori masih belum stabil. Perubahan-perubahan ini menyebabkan pencerminan lokal seperti Kambing dan Indika membutuhkan waktu lebih lama untuk sinkronisasi dengan repositori utama.

Kalau Anda memiliki akses Internet lumayan, silakan kunjungi daftar pencerminan Ubuntu dan periksa situs-situs yang Up-to-date. Saya memilih menggunakan situs dari Jepang, JAIST sebagai situs cermin tambahan.

Setelah memutuskan, saya menambahkan situs pencerminan tersebut ke berkas sources.list saya. Di dalam informasi tentang JAIST, saya ubah “Display sources.list entries for: ” menjadi “Precise (12.04)”.Lalu setelah itu saya menyalin dua baris di bawahnya yang berubah menjadi konfigurasi sources.list untuk Precise.

Langkah selanjutnya menambahkan dua baris tersebut ke sources.list. Saya tetap menggunakan Kambing sebagai situs utama, sehingga saya menambahkannya dua baris tersebut di akhir baris.

BONUS: Karena ViM belum terpasang, saya memberikan dua opsi untuk memasang repositori cadangan.

Cara L33t

Lakukan langkah berikut di dalam lingkungan chroot.

# cat >> /etc/apt/sources.list << PUTUS

deb http://ftp.jaist.ac.jp/pub/Linux/ubuntu/ precise main
deb-src http://ftp.jaist.ac.jp/pub/Linux/ubuntu/ precise main
PUTUS

Cara Biasa

Buka terminal satu lagi dan tambahkan dua baris entri deb dan deb-src tersebut.

$ sudo gedit /mnt/etc/apt/sources.list

Tambahkan dua entri setelah entri repositori utama dan simpan berkas tersebut.

Perbaharui Daftar Paket

Setelah masuk ke dalam lingkungan chroot, entah Anda memutuskan untuk menambah repositori atau tidak, jangan lupa memperbaharui daftar paket.

# apt-get update

Pasang Bahasa Indonesia

Sebagai seorang Indonesia, saya cinta Bahasa Indonesia. Saya lebih suka melihat kata “Sedang memproses pemicu untuk gnome-menus … ” dari pada versi bahasa Inggrisnya. Itu sebabnya, saya tidak ingin langkah ini opsional.

# apt-get install language-pack-id

Konfigurasi Waktu

Untuk mengonfigurasi waktu, lakukan langkah berikut:

# dpkg-reconfigure tzdata

Lalu pilih Asia.

Memilih Asia

Pilih Asia

kemudian Jakarta.

Memllih Jakarta.

Memilih Jakarta.

Untuk Anda yang berada di zona waktu selain Indonesia Barat (WIB), pilih Jayapura untuk Indonesia Timur (WIT) atau Makassar untuk Indonesia Tengah (WITA).

Memasang Perkakas Sistemberkas

Secara baku Ubuntu hanya memasang perkakas untuk EXT3, EXT4, NFS, CRAMFS, dan FAT32. Padahal, saya menggunakan LVM dan di atasnya terpasang ReiserFS. Agar sistem dapat digunakan saat nanti di-boot, saya harus memasang perkakas untuk LVM dan ReiserFS.

# apt-get install lvm2 reiserfsprogs

Mungkin jika Anda menggunakan XFS:

# apt-get install xfsprogs

Atau ada partisi NTFS:

# apt-get install ntfs-3g

Memasang Desktop

Sekarang saatnya memasang desktop Ubuntu. Anda bisa memasang Kubuntu, Lubuntu, Xubuntu, atau bahkan megonfigurasi sendiri. Tetapi, untuk kesederhanaan saya memilih untuk memasang yang baku dari Ubuntu.

# apt-get install ubuntu-desktop

Saat proses pemasangan ini berlangsung Anda jangan lupa ngopi, salam ke tetangga, ajak main anak Anda, atau lihat-lihat status gebetan di media sosial. Oh, sudah makan, belum?

Menambahkan Pengguna Baru

Tambahkan satu atau dua pengguna baru. Misalnya saya menambahkan satu pengguna baru:

# adduser jp
Menambhakan pengguna 'jp' ...
MEnambah grup baru /etc/skel' ...
Masukkan sandi lewat UNIX baru:
Masukkan ulang sandi lewar UNIX baru:
passwd: password updated successfully
Changing the user information for jp
Enter the new value, or press ENTER for the default
        Full Name []: Jan Peter Alexander Rajagukguk
        Room Number []:
        Work Phone []:
        Home Phone []:
        Other []:
Apakah informasi ini benar? [y/N] y

Tambahkan hak administrator kepada pengguna yang berhak. Misalnya akun saya.

# adduser jp sudo

Ubuntu Desktop sudah memasang sudo dan grup “sudo” otomatis ditambahkan sebagai grup administrator. Silakan cek dengan perintah “visudo” untuk mengetahui grup apa saja yang dikonfigurasi demikian.

Memasang Kernel

Langkah selanjutnya adalah memasang kernel. Saya pilih yang generik saja.

# apt-get install linux-image-generic

Proses pemasangan ini juga memasang GRUB PC (alias GRUB2). GRUB PC akan menanyakan partisi khusus yang hendak Anda pasang. Pilihkan cakram utama Anda, biasanya sih “/dev/sda”. Gunakan tombol panah atas dan bawah untuk navigasi. Tekan tombol spasi untuk memilih.

Pilih /dev/sda

Pilih /dev/sda (cakram keras utama)

Sampai tahap ini sistem sudah siap untuk digunakan. Selanjutnya kita akan bersih-bersih.

Bonus: Beberapa Langkah Tambahan

Saya menyertakan bonus untuk beberapa langkah tambahan untuk menyempurnakan pemasangan Precise ini, yakni:

  1. Memasang aplikasi-aplikasi dasar favorit.
  2. Memasang SSH.
  3. Mengonfigurasi direktori rumah (home) dan direktori lainnya.

Memasang Aplikasi Favorit

Saya suka memakai ViM.

# apt-get install vim

Memasang SSH

SSH server seringkali tidak dipasang, tetapi, saya suka mengakses laptop saya untuk menyalin berkas-berkas penting (misalnya anime, dokumen kantor, dll.) dari komputer lain.

# apt-get install ssh

Langkah berikut opsional, tetapi saya ingin agar konfigurasi SSH saya di BlankOn dan di Ubuntu ini sama. Untuk itu, buka jendela terminal lain dan salin berkas-berkas konfigurasi SSH.

$ sudo cp /etc/ssh/* /mnt/etc/ssh/

Saya lakukan ini supaya kunci SSH di BlankOn dan Ubuntu sama. Dengan ini kalau mau masuk dari mesin lain, klien tidak mencurigai kunci yang berbeda setiap kali berganti sistem operasi.

Mengonfigurasi Partisi Lain

Untuk lebih gampang, silakan gunakan GEdit untuk memodifikasi fstab. Misalnya, di terminal lain Anda gunakan perintah:

$ sudo gedit /etc/fstab /mnt/etc/fstab

Lihat baris mana saja yang perlu ditambahkan. Kecuali partisi dasar, yang lainnya tambahkan saja. Saya menambahkan partisi rumah ke dalam fstab. Kebetulan saya memisahkan partisi rumah “/home” ke dalam partisi yang berbeda.

Pembenahan Sebelum Masuk Ke Ubuntu

Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum komputer dinyalaulangkan untuk masuk ke dalam sistem baru.

Cara Malas

Langsung nyalaulangkan komputer Anda.

Cara Aang Anak Baik

Berikut langkah-langkah yang baik:

  1. Keluar dari lingkungan chroot dengan menekan tombol CTRL-D.
  2. Lepaskan kaitan sistemberkas yang telah kita pakai.oun
    $ umount /mnt/dev/pts /mnt/proc /mnt/sys /mnt/dev
  3. Baru nyalaulangkan komputer Anda.

Perbaikan Di Dalam Ubuntu Precise

Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki:

  1. Dukungan Bahasa
  2. Entri GRUB untuk Opera

Dukungan Bahasa

Terus terang saya tidak tahu apa yang saya lakukan, karena Ubuntu ini versi masih alfa.

Saya masuk ke dalam Language Support dan memasang dukungan Bahasa Indonesia. Entah mengapa, Ubuntu malah memasang bahasa Inggris. Akhirnya, saya pancing dengan mengaktifkan bahasa Inggris dan memilih “Apply System-wide”. Kemudian, saya pilih Bahasa Indonesia dan Apply System-wide. Terakhir, saya membuang dukungan bahasa Inggris. Lalu saya menyalaulangkan Ubuntu saya.

Membetulkan GRUB

Saya ketika memasang Ubuntu Precise hanya menjumpai Ubuntu dan Windows XP saja pada entri GRUB. Untuk mendapatkan entri BlankOn, saya melakukan ini:

$ sudo dpkg-reconfigure grub-pc

Dan lanjutkan saja terus, nanti di akhir konfigurasi GRUB PC akan mencari kembali partisi-partisi yang ada sistem operasinya.

Sekian

Demikian adanya.

Ubuntu Baru

Ubuntu Baru Saya