Saya diberitahu bahwa FOSS masuk ke dalam mata ajar sekolah. Katanya, sih, Pak Onno dan kawan-kawan memperjuangkannya. Baguslah, FOSS memang penting untuk kemajuan bangsa. Lumayanlah, mungkin bangsa ini bisa mengejar ketertinggalan dari Brazil.

Saya sempat berbincang-bincang dengan seorang pimpinan LSM. Orang-orang suka mempertanyakan keputusan LSM yang dia pimpin untuk selalu mengedepankan FOSS; bahkan berseloroh untuk tambahkan logo pinguin di LSM tersebut. Lalu dia bilang, “Semangat FOSS adalah semangat berbagi. Kebanyakan orang FOSS-lah yang turun ke daerah dan berbagi. Lagipula, kami percaya, Indonesia butuh software legal dan saat ini FOSS-lah jawaban untuk sebagian besar kita.”

Lalu kemarin saya pergi ke Gramedia Margonda untuk mencari buku panduan tentang Drupal. Saya tidak menemukannya, tetapi betapa terkejut saya melihat buku komputer yang ditawarkan. Mayoritas buku tentang cara pakai perangkat lunak tertutup yang saya yakin mayoritas kita hanya dapat didapatkan secara membajak. Hanya ada satu buku mengenai GNU/Linux Debian.

Saya tidak menemukan buku tentang Drupal. Yang ada hanya buku Joomla, Prestashop, dan buku-buku mencari uang di Internet. Ada juga buku membuka akun di WordPress, Blogger, dan Tumblr. Ya, sudah, saya pasrah dan pulang dengan tangan kosong.

Saya tidak tahu, apakah ini pertanda dari Tuhan mengenai hal-hal yang berhubungan ini, percaya atau tidak, terjadi dalam waktu secara kronologis pada hidup saya. Tetapi, tampaknya ini mengingatkan saya betapa kurangnya buku dan panduan mengenai aplikasi FOSS berbahasa Indonesia.

Dahulu, pernah ada isu di dunia FOSS tentang perlunya ada pengguna menengah. Waktu itu, ada jarak antara pengguna baru dan pengguna lanjut (suhu, guru, dsb.). Bagaimana mungkin suhu-suhu yang telah memasang Debian beberapa tahun lalu ingat cara memasang pada mesin baru? Mereka yang terbiasa dengan sed dan awk takkan bisa mengajarkan kepada pengguna baru. Apalagi, Debian menyediakan dokumentasi teknis lengkap di /usr/share/doc.

Dan di Indonesia sepertinya diperlukan pengguna-pengguna yang menggunakan aplikasi FOSS untuk keperluan sehari-hari. Saya belum menemukan buku-buku panduan aplikasi Blender3D, GIMP, mau pun Inkscape dalam Bahasa Indonesia. Saya tidak tahu tentang panduan OpenOffice/LibreOffice. Saya juga tidak tahu apakah ada yang pernah membahas Redmine dalam Bahasa Indonesia.

Saya sadari, saya hanya mengerti Smart Card, Pemrograman Java, dan Kompilasi Aplikasi. Saya mengerti bagaimana membuat sebuah sistem yang terkustomisasi. Saya mengerti optimasi sistemberkas. Tetapi, saya tidak mengerti bagaimana menggunakan aplikasi-aplikasi biasa. Dan ini menyulitkan saya ketika saya hendak membantu orang-orang.

Mungkin, di tahun 2012 ini saya harus menyempatkan waktu menggunakan aplikasi-aplikasi seperti LibreOffice, GIMP, KDENLive, dan sebagainya. Mungkin menuliskan beberapa tips. Menaruhnya di sebuah WIKI atau mungkin buku daring.

Sedikit pertanyaan, adakah dokumentasi Bahasa Indonesia mengenai aplikasi-aplikasi tersebut? Sudikah kiranya Anda untuk membagikannya?

Oh, iya, saya sudah menyiapkan laman komparasi di sini.