Menurut sebuah artikel The Atlantic, komunitas Reddit akan melakukan protes dengan membekukan situs Reddit selama beberapa jam. Hal ini dilakukan pada tanggal 18 Januari 2012 seturut dengan adanya sidang dengar pendapat yang mengundang pendiri Reddit. Menurut artikel tersebut, komunitas Wikipedia juga mengusulkan 48 jam boikot untuk menolak SOPA.

SOPA dan Protect IP adalah sekumpulan produk hukum yang hendak digolkan di negara Amerika Serikat untuk memberikan pemerintah AS menutup akses kepada situs-situs yang melanggar hak cipta. Menurut AMERICAblog.com, SOPA diajukan oleh badan legislatif AS (House of Representatives/semacam MPR) dan Protect IP diajukan oleh dewan Senator. Keduanya akan memberikan kekuasaan pemerintah AS dalam memberhentikan situs-situs yang dianggap melanggar dan yang dianggap menyediakan fasilitas untuk melakukan pelanggaran.

Penting, Ya? (TL;DR)

Saya bukannya kurang kerjaan memperhatikan masalah negara orang. Ada beberapa hal yang membuat saya kuatir dengan adanya kebijakan tersebut: Sebagian besar konten bagus berasal dari AS. DNS pusat ada di AS. Kendati Internet menyebar, hub lokal terbesar berada di AS. PayPal pusat berada di AS. Visa dan Mastercard ada di AS. Kendati SOPA dan ProtectIP hanya berlaku di AS, keputusan ini juga mempengaruhi negara-negara yang lain. Kita punya politisi latah. Mereka bisa saja mencontek ide-ide tersebut dan menerapkannya di Indonesia. Maka, saya bisa pastikan, negara ini punya masa depan yang kelam dalam industri kreativitas. Bukti? Budaya yang populer sekarang berasal dari negara-negara Asia Timur, bukan AS. Pemberlakuan politik sensor seperti ini dapat memberikan kekuasaan tak terbatas kepada korporasi dalam menentukan arah kebijakan. Hal ini dapat memangkas pertumbuhan ekonomi baru, terutama dalam bidang kreatif. Kreativitas dapat terkontrol sesuai dengan kebutuhan mereka.

[NB: Saya sudah sebisa mungkin mengompres informasi supaya jangan tl;dr.]

Menangkap Peluang

Saya tidak habis pikir, mengapa jaringan Internet yang menjadi urat nadi orang banyak begitu mahal di Indonesia. Tetapi, jaringan Internet telah melahirkan situs YouTube. Dari situs YouTube lahir eksperimen-eksperimen baru. Banyak eksperimen yang sebelumnya tidak didukung oleh industri utama (mainstream) digemari. Kemudian, mereka membuat produk kreatif.

Untuk pembayaran, mereka memiliki PayPal. Untuk distribusi lagu, mereka dapat menggunakan toko daring iTunes. Ada banyak toko daring yang kemudian muncul dan menggandeng artis-artis YouTube dalam mendistribusikan barang seperti kaos, mug, dan lain sebagainya. Ada juga toko-toko daring yang khusus memfasilitasi penjualan barang-barang lainnya. Bahkan, ada yang memanfaatkan situs media sosial seperti Facebook dalam Facebook Marketplace.

Memang selalu ada dua sisi dari koin. Internet juga pusat liberalisasi. Banyak yang takut kalau Internet dapat menimbulkan keresahan dan penurunan akhlak. Ah, rasa-rasanya penyensoran adalah hal yang paling bodoh yang pernah terjadi di Indonesia. Seorang rekan yang dari pedalaman pernah menyaksikan bahwa penduduk sana tahu berita adegan mesum antara dua artis beberapa waktu lalu. Dari pada sibuk menyensor, lebih baik membuat konten tandingan yang memberikan kearifan budaya kita.

UU Hak Cipta dan Strategi Bisnis

Saya tidak tahu kapan UU Hak Cipta yang baru akan keluar menggantikan UU Tahun 2002. Tetapi, saya setuju dengan pendapat bahwa UU Hak Cipta harus ditegakkan dengan cara pelaporan aktif. Artinya, sebuah konten yang diduga melanggar hak cipta tidak bakal disergap polisi sebelum ada laporan dari sang pemilik konten. Negara Jepang melakukan ini [Condry, 2004].

Menurut studi tersebut, hal ini membuat para penyelenggara CD tidak berani menuntut. Penuntutan dapat mengakibatkan kemarahan para fan. Mereka pun tidak pernah menganggap penurunan penjualan CD akibat dari pembajakan. Memang karena terjadi penurunan penjualan CD secara global. Hal ini karena terjadi penurunan pendapatan.

Mengapa CD menjadi tidak menguntungkan?

Menurut studi itu, harga CD terlalu mahal. Nilainya tidak sebanding dengan yang didapatkan. Membeli satu CD yang mahal demi satu atau dua lagu yang bagus sangat tidak masuk akal. Saya rasa masuk akal untuk mahasiswa berpikir ulang untuk mendapatkan CD seharga Rp50.000,00.

Di situlah peran toko daring semacam iTunes berperan. Peran pembayaran daring itu sangat besar dalam menjaga kelangsungan. Saya rasa, banyak yang tidak keberatan membayar per lagu untuk lagu-lagu yang bagus.

Ah, saya berharap ada pihak bank yang membaca tulisan ini. Seandainya ada toko daring yang terhubung langsung dengan bank. Apalagi terhubung dengan e-Banking. Hai, BNI, saya mau akun saya bisa dipakai PayPal tanpa harus membuat kartu kredit.

Seandainya pihak bank dan pihak penjual bekerja sama dan mengizinkan orang-orang menaruh barang dagangan, pasti banyak orang yang terjun ke industri kreatif. Jangankan itu, pasti permasalahan pemasaran produk daerah juga terlewati. Dengan harga pantas dan prosedur yang mudah dan aman, orang pasti mau membayar musik yang bagus.

UU Paten

Awas yang berani membuat perangkat lunak sebagai paten. Algoritma tidak boleh dipatenkan!