PayPal Memblokir Diaspora

Paypal memblokir akun Diaspora. Diaspora adalah sebuah proyek FOSS untuk jejaring sosial yang terdistribusi. Prinsipnya sama dengan Opera Unite. Anda dapat mempublikasikan konten Anda secara daring tanpa harus menaruhnya di Internet (atau cloud). Hal ini menjamin Anda sebagai pemilik data punya kendali atas apa yang Anda punya.

Seharusnya, tanpa sepengetahuan Anda, orang tidak bisa mengunduh atau pun memakai karya Anda sembarangan. Tetapi, berhubung dengan data Anda berada dalam kuasa pihak ketiga, Anda takkan tahu kapan data Anda disalahgunakan — sampai satu titik di mana kerugian menimpa Anda.

Sangat disayangkan bahwa Paypal secara baku membekukan siapa saja dalam jangka 6 bulan bila tidak memenuhi kriterianya. Keuntungan bila Anda menjadi pemain dominan adalah Anda punya kesempatan untuk menjadi diktator. Itu sebabnya, alternatif itu sangat berharga.

Jika di Internet terjadi kejahatan, dapatkah hukum Indonesia melindungi warganya?

Free Bieber

Sebuah RUU di Amerika yang akan segera disahkan menggerakkan orang-orang untuk membuat petisi terhadapnya. Gerakan “Free Bieber” ini adalah sebuah gerakan moral untuk menentang digolkannya RUU ini menjadi UU. RUU ini melarang publikasi konten-konten yang berisi karya-karya yang telah dilindungi oleh copyright.

Dalam satir situs Free Bieber, hal ini sama saja dengan Justin Bieber akan dapat tuntutan karena ia menyanyikan lagu Chris Brown di YouTube sewaktu ia masih belum terkenal.

Saya tidak tahu kapan UU Hak Cipta yang baru akan disahkan. Saya berharap klausul-klausul Fair Use ada di hukum kita. Jangan sampai industri kreatif kita mati. Omong-omong, Industri kreatif itu berhubungan dengan industri pariwisata.

Funkot

Dari status G+ teman, saya menemukan bahwa di Jepang sedang terkenal aliran Funkot. Tadinya saya mengira aliran musik Funky Kota ini terinspirasi dari supir-supir Angkot (Angkutan Kota) yang senang memutar lagu remix trance (dugem). Ternyata, ini adalah sebuah aliran musik yang sering dimainkan di diskotik-diskotik daerah Kota.

Menurut Nico-Nico Douga, mereka terinspirasi dari lagu Barakatak, “Bergoyang Lagi”. Sejujurnya, lagu Barakatak yang membekas di hati saya justru “Maju Maju Maju”. Maklum, saya masih kecil waktu itu. Seingat saya, Barakatak termasuk yang saya sukai karena mereka termasuk aliran World Music. Mereka sejaman dengan Krakatau Band, cmiiw, seingat saya…

Saya sendiri tidak menyukai aliran trance, speed metal, dan sejenisnya. Saya pusing mendengar lagu yang drumnya berpola sama. Tetapi, ini suatu kebanggaan untuk musik kita boleh mendunia.