Konon, iPhone dahulu terinspirasi oleh SonyEricsson W950. Konon lagi, Steve Job terinspirasi dari Sony mengenai pola model bisnis Apple sekarang. Diktat dari pusat dengan kode sumber tertutup bagi umum. Semua, termasuk pembakuan, harus sesuai Apple.

Untungnya, sebuah entri blog oleh SonyEricsson memberikan bukti bahwa SE sudah insyaf. SE memberikan pilihan bagi para pengguna lanjut untuk dapat mengustomisasi teleponnya. Mereka memperbolehkan pengguna membuka kunci (unlock/rooting) bootloader sehingga racikan lain dapat berjalan. Bahkan, mereka akan menyediakan sebuah web service bagi para pengguna lanjut tersebut untuk memulihkan konfigurasi telepon mereka.

Memang, karena ini bagi pengguna lanjut, garansi menjadi tidak berlaku bila kustomisasi dilakukan. Tetapi, setidaknya ini membuka peluang bagi para pemodifikasi untuk secara sah melakukan modifikasi pada perangkat SE. Selama ini yang lain hanya tutup mata terhadap hal tersebut dan SE yang pertama kali menyatakan mendukung perangkat produksinya untuk dapat dimodifikasi.

Omong-omong, fitur ini tidak berlaku untuk semua rilis Sony Xperia. Saya belum tahu versi apa yang bisa, tetapi sepertinya untuk produk-produk tahun 2011. Yang pasti, saya tertarik untuk membeli produk SE. Kebetulan, saya pengguna SE dari sejak SE Z600. Sekarang saya memakai W508i dan sering hang (SIM not detected). Sepertinya W508i tidak tahan banting (literally ;P) sehingga gampang rusak.

Bagi saya, yang fobia SMS, produk SE menawarkan bantalan enak untuk mengetik; berbeda dengan Nokia yang berdisain ringkih tetapi kurang nyaman untuk mengetik. Yah, preferensi berbeda bagi tiap orang. Yang pasti, dengan model pengembangan semakin terbuka, SE telah menambah satu poin positif bagi saya.

Hanya satu yang saya takutkan, proposal riset bisa mandek kalau tiap malam harus ngoprek-ngoprek….

Omong-omong lagi, sepertinya Sony Erricson belajar dari kesalahan. Ia tahu bahwa produk Experia-nya adalah sebuah kesalahan. Bayangkan, pada saat yang lain sudah menggunakan Eclair (Android 2.1), ia masih menggunakan Donut (Android 1.6). Hal ini yang membuat produk Xperia-nya rusak parah, gampang hang dan berat.

Saya melihat SE seperti Nokia pada awal 2008, antusias untuk belajar pada ekosistem perangkat lunak terbuka. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran bagi model bisnis Sony lainnya. Saya sudah muak dengan DRM dan sistem penguncian yang hanya melukai pengguna resmi. Para pembajak, mah, sudah menonaktifkannya sejak awal.