Site icon Wannabe Exceptional

Rimba Alam Raya

Saya tertarik dengan tulisan Dennie Atika yang merangkum acara Seminar Atamerica Mengenai Social Media. Di dalam pembahasan itu, ada tabel lakukan dan jangan lakukan. Saya pun tertarik untuk membahas hal tersebut. Sayangnya, ada sisi lain yang perlu diberitahukan mengenai penggunaan media sosial.

Dengan Memberikan Data Pribadi Anda, Anda Dapat Diketahui Seluruh Dunia

BACA: Artinya, data Anda termasuk yang ditambang oleh para pengiklan dan penarget produk.

Tahukah Anda, baru-baru ini Goldman & Sach menginvestasikan dana mereka ke Facebook? Artinya, mereka siap menginvestasikan dana atas kucuran data yang Facebook punyai. Artinya, data pribadi Anda dapat digunakan tanpa seizin Anda untuk iklan. Jangan-jangan nantinya mereka menganggap bahwa data Anda yang telah Anda serahkan kepada Facebook menjadi milik Facebook yang bisa dimanfaatkan. Bisa jadi, tanpa seizin Anda, foto pribadi Anda bisa dipakai di bagian belahan dunia lain untuk melakukan iklan. Hanya niat baik dan hati nurani yang bisa menghentikan pemanfaatan data Anda.

Hei, memangnya ada perlindungan hukum terhadap Anda? Data tersimpan di luar negeri dan bebas hukum Indonesia. Anda pikir mengapa Amerika tidak bisa menghentikan SPAM? Karena mereka menggunakan server dari negara dunia ketiga. (Dan tentunya agar industri anti spam berjalan. Tetapi itu cerita lain :P)

Arti lain dari data Anda dapat diketahui seluruh dunia, berarti seperti yang dijelaskan dalam artikel awal; adanya kesempatan untuk melakukan perusakan nama baik. Di balik itu semua, ada pertanyaan mendasar: sudah siapkah kita? Dengan meningkatnya penggunaan teknologi oleh generasi muda, sudahkah diimbangi dengan pendidikan tentang netiket (etika dunia maya)?

Tentu saja selain faktor negatif itu, saya merasa perlu mengangkat satu isu penting.

Dengan Menggunakan Media Sosial, Anda Dapat Mengubah Dunia, Terutama Indonesia

Tahukah Anda, koin untuk Prita dan seruan dua juta suara untuk mendukung Bibit dan Chandra adalah bentuk dari kekuatan rakyat (people’s power)?

Inilah salah satu alasan mengapa saya masih terdaftar di media sosial. Adakah yang mau menjadi peniup peluit?

Exit mobile version