Sewaktu melewati stasiun Pondok Cina, saya melihat sebuah pembaca RFID. Iseng-iseng saya mencoba menempelkan kartu mahasiswa dan terdeteksi kartu tidak dikenali. Benar dugaan saya, sepertinya teknologi kartu yang digunakan adalah MiFare Basic. Kartu UI juga memiliki emulasi MiFare, bahkan lebih dari itu, memiliki konformasi disain FIPS level 2, dan mendukung operasi EMV 4.x. Sangat menarik bila bisa digunakan yang lainnya.

Tentunya, dunia implementasi tidak seindah dunia teknis. Faktor regulasi yang belum siap dan segala macam faktor non teknis menyebabkan hal tersebut menjadi sulit terjadi. Namun intinya, sepertinya tahun ini PT KAI telah bersiap-siap untuk memasuki fase uji coba. Kuartal tahun kemarin sepertinya alat-alat tersebut hanya diujicobakan internal saja. Menarik sekali proses penerapan mereka terhadap teknologi ini. Cukup berhati-hati:

  1. Bulan-bulan awal mereka hanya menaruh mesin-mesin pembaca tiket.
  2. Mereka sempat membuat shell tempat tapping kartu nantinya. Belum ada mesinnya tapi sudah diproyeksikan.
  3. Mereka juga pelan-pelan membuat sekat dan pengamanan. Pelan sekali, bahkan, mungkin Anda tidak akan memperhatikan infrastruktur fisik pengamanan bertambah dari waktu ke waktu.
  4. Pelayanan juga semakin hari semakin membaik, tapi pelan. Mula-mula, beberapa kereta ekspres, kemudian beberapa kereta AC Ekonomi sudah dilengkapi dengan suara tujuan selanjutnya.
  5. PT KAI membentuk anak perusahaan untuk khusus mengurusi komuter JABODETABEK.
  6. Dan selanjutnya.

Hal yang menarik adalah bukan bagaimana proses peningkatan kerja berlangsung. Proses untuk mendukung sebuah infrastruktur yang menggunakan kartu pintar tidak sekedar bermodalkan infrastruktur IT yang kuat, tetapi juga layanan yang handal. Rekan dari sebuah bank penyedia micropayment pernah mengatakan banknya pernah diajak kerja sama oleh PT KAI namun kerja sama itu ditolak. Hal ini karena PT KAI belum bisa menjamin pelayanannya. Memang, waktu itu lebih banyak orang yang tidak membeli tiket ketimbang membeli tiket dan orang ramai-ramai memilih nangkring di atas kereta.

Memang, masih lama sepertinya PT KAI untuk meluncurkan tiket elektronik ini. Tetapi, saya tetap salut dengan adanya kemauan untuk berubah.  Semoga tahun ini kita bisa mengejar ketertinggalan dalam pelayanan modern.