Saya secara pribadi tidak suka dengan kebijakan pornografi Depkominfo yang keterlaluan. Saya juga sangat tidak setuju dengan Om Tif yang suka ngeyel. Tapi, kali ini dia sejujurnya benar dan saya salut sama dia! Saya dukung dia! [DISCLAIMER: KHUSUS MASALAH INI SAJA! :P)

DATA CENTER BLACKBERRY HARUS ADA DI INDONESIA!

Mungkin bagi banyak orang, termasuk anggota dewan yang biasa saja ketika akunnya dibajak, ICT merupakan sebuah produk biasa saja. Ia hanya sebuah produk pelengkap (enhancement). Tetapi, tahukah Anda bahwa orang yang memiliki informasi adalah orang yang bisa memiliki dunia. Ketidakpedulian orang-orang awam akan data-datanya semakin tersimpan di cloud meresahkan setidaknya saya sebagai praktisi ICT.

Apa yang dicemaskan Stallman beralasan. Ketergantungan terhadap layanan cloud menyebabkan banyak pengeluaran yang tak perlu. Yang parahnya lagi, semakin banyak perangkat yang tidak dapat bekerja bila tanpa vendor tertentu. Akibatnya, bangsa ini bisa tertawan (baca: terjajah) oleh sebuah teknologi. Mungkin saat ini bukanlah saat yang tepat untuk mengatakannya karena teknologi kita belum sampai sana. Tetapi apalah salah jika kita mulai dari awal.

Ketergantungan terhadap teknologi RIM seperti BBM dan sejenisnya membuat kita bertanya, sejauh mana data-data yang kita serahkan berjalan? Bagaimana seandainya jika suatu saat RIM melakukan tapping terhadap data-data yang dia miliki? Bisakah kita meminta kembali data-data milik kita sendiri? Dapatkah kita bisa mengaudit sistem informasi RIM dan menjamin bahwa itu aman? Atau percayakah kita bahwa teknologi buatan Kanada itu aman? Bahkan, APAKAH HAK-HAK KITA TERHADAP LAYANAN TERSEBUT DAN PENGATURANNYA DALAM TOS?

Sejujurnya, kita takkan bisa menuntut Facebook apabila terjadi perubahan TOS. Sama seperti situs-situs porno, Facebook memiliki kekuasaan di luar yuridiksi NKRI. Hal tersebut tidak bisa dibiarkan dengan RIM. RIM telah memiliki pangsa pasar besar di Indonesia sebagai penyedia telekomunikasi.

Telekomunikasi adalah salah satu hal dasar penggerak ekonomi. Dan menyerahkannya kepada negara lain tanpa pengawasan sama saja seperti menyerahkan negara ini untuk dikelola oleh orang lain. Bagi Anda yang tidak lagi percaya dengan NKRI, maaf abaikan saja perkataan saya dan seluruh argumentasi ini.

Omong-omong, jangan salah. Saya juga pendukung Alm. Mark Weiser dan Ubiquitous Computing-nya. Saya juga sangat setuju dengan ide Sir Tim Berners-Lee tentang Semantic Web. Saya setuju dengan poin dia tentang Open Web. Tetapi, saat ini korporasi ICT sepertinya ingin menganggap bahwa yang dimaksud web adalah dirinya. Itu salah!

Ugh, dengan sangat berat saya katakan: Om Tif benar! Pusat data RIM untuk Indonesia harus ada di Indonesia!