Ugh, blog ini lama-lama jadi tempat curhat. Habisnya entri teknis makin lama makin jarang. Hahaha….

Alkisah (nyata) di sebuah kelas Jaringan Syaraf Tiruan, mahasiswanya diberikan tugas untuk menerapkan ilmu, terutama di Fuzzy Logic. Sementara itu, di sebuah kelas yang lain di kelas Komputasi Grid, seorang dosen memberikan beberapa perangkat lunak yang menggunakan MPI untuk dieksekusi. Di sebuah fakultas lain, sedang dijelaskan tentang virulogi dan protein-protein pembentuk. Sementara itu di sebuah fakultas lain, sebuah mesin robotik sedang dikembangkan untuk mendeteksi gerakan berdasarkan morfologi bentuk.

Jika Anda melihat fragmen-fragmen cerita itu, saya membayangkan sedang menonton Sin City dan setiap bagian merajut ceritanya masing-masing. Pada suatu bagian tertentu, ada saatnya ketika sebagian cerita itu bersinggungan. Padahal, kenyataannya mereka saling terkait satu sama lain, berusaha berjuang di Sin City.

Pada kelas JST, ada mahasiswa yang menggunakan Fuzzy untuk mendeteksi kemungkinan mendeteksi detak jantung bayi secara pasti. Seandainya orang di fakultas robotika mengetahui, ia bisa menggunakan algoritma yang ditemukan untuk membuat mesin sendiri. Tentunya, mereka membutuhkan ahli dalam bidang kesehatan untuk bisa menjelaskan konsep-konsep dan anomali yang mungkin terjadi. Hal ini hanya bisa diisi oleh ahli dari bidang medis.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Kata kuncinya adalah seandainya [X] tahu.

Nah, adakah publikasi sentral di Indonesia yang bisa dipakai ahli-ahli dan akademisi untuk saling bertukar pandangan dan mencari tahu? Jangan-jangan ada ide-ide se-Indonesia yang sebenarnya bisa dikombinasi untuk bisa bertukar pandang.

Do we have a chance to connect the dots?