Baru lihat dari blognya [BR] tentang penggunaan kata email dalam Bahasa Indonesia. Satu kata yang saya bisa katakan, seandainya ini dibahas dahulu kala, maka saya akan memilih kata “surel” dari pada “ratron”.  Dahulu ketika hendak mendokumentasi [MAILUI], saya melakukan pertarungan antara dua kata “surel” dan “ratron”. Keduanya imbang digunakan. Tetapi, kata “ratron” akhirnya dipilih menjadi kata pengganti email di [MAILUI] karena digunakan oleh PT Pos Indonesia.

Hal yang menarik dibahas di [BR] adalah kata-kata pengganti tersebut asing dan malah membuat pusing kepala. Untungnya, Bahasa Indonesia cukup fleksibel untuk menaturalisasi (menyerap) kata-kata asing menjadi kata-kata Bahasa Indonesia. Misalnya:

  • Kata “design” diserap menjadi “disain”.
  • Kata “interview” diserap menjadi “interviu”.
  • Kata “authentication” diserap menjadi “otentikasi” atau “autentikasi”.

Dari contoh-contoh tersebut dapat diketahui bahwa aturan penyerapan dalam Bahasa Indonesia menggunakan aturan pendengaran (fonologi). Maka, kata email bila mengikuti kaidah penyerapan menjadi kata “imel” karena demikianlah cara kita menyebut kata tersebut.

Tentunya, masalah tentang surat elektronik dan laser hanya sebagian kecil dari masalah utama: kurangnya sosialisasi Bahasa Indonesia. Sudah jadi rahasia bagi umum bahwa di Indonesia ini sudah ada yang namanya Pusat Bahasa. Dari situ kita sebenarnya bisa tahu informasi tentang bahasa, seperti misalnya justifikasi penggunaan kata “jadwal” dan bukan “jadual”. [PB]

Tapi, coba tengok produk mereka yang sangat tidak bersahabat: KBBI Daring [KBBI]. KBBI Daring hanya memperbolehkan kata yang tepat, tidak boleh yang lain. Mereka bisa saja memasang Apache Lucene untuk mengindeks data seperti [LONTAR]. Atau kalau mereka mau, mereka bisa saja membuat Google Custom Search pada situs mereka dan biarkan mesin pencari itu yang buat indeks. Sehingga, kita dapat dibantu dengan menemukan kata yang kita maksud.

Saya mendapatkan proyek-proyek dari [ITB], [UGM], dan [kamus.net]. Sayangnya yang mereka buat adalah kamus untuk penerjemahan, bukan kamus Bahasa Indonesia. Tetapi, saya suka fasilitas [kamus.net] yang menyertakan fasilitas kata hari ini (“word of the day”) untuk mengenal kata-kata baru.

Proyek WORDNET Indonesia yang dilakukan oleh Information Retrieval Lab FASILKOM UI [WNUI] belum menyediakan antarmuka pencarian untuk kata-kata tersebut. WORDNET [PRU] sendiri adalah sebuah proyek dari Princeton University yang terkenal itu. Saya suka mencari arti kata bahasa Inggris dengan menggunakan Google dan selalu menemukan artinya dari sana. Semoga saja proyek ini bisa segera digunakan.

Adakah rekan-rekan yang mengetahui proyek lainnya? Silahkan berkomentar.

Saya rindu supaya komunitas Bahasa Indonesia bersatu dan menerapkan proyek bersama. Seandainya ada situs de facto yang menjadi rujukan Bahasa Indonesia…

Referensi:

[BR]  http://rahard.wordpress.com/2010/02/17/email-atau-surel/

[MAILUI] http://webmail.ui.ac.id/

[IANG]  http://fajran.web.id/story/2009/01/19/otentikasi-autentikasi-authentifikasi

[POLEYD] http://polisieyd.blogsome.com/dari-ejaan-van-ophuijsen-hingga-eyd/

[BLG] http://indonesiasaram.wordpress.com/2008/03/09/mengenai-penyerapan-kataistilah/

[KNDR] http://www.kendaripos.co.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=8835

[PB] http://pusatbahasa.depdiknas.go.id/lamanv4/?q=detail_petunjukpraktis/55

[KBBI] http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/

[LONTAR] http://lontar.cs.ui.ac.id/Lontar/opac/themes/ng/

[ITB] http://kamus.itb.ac.id/

[UGM] http://kamus.ugm.ac.id/

[kamus.net] http://www.kamus.net/

[WNUI] http://bahasa.cs.ui.ac.id/wordnet/main/index.php

[PRU] http://wordnet.princeton.edu/