Ternyata bukan Malaysia yang mengklaim tari Pendet, tetapi Discovery Channel Asia yang salah bikin iklan dengan menaruh tari Pendet supaya terlihat keren dalam mempromosikan salah satu acara mereka, “Enigmatic Malaysia”. [1]

Saya secara pribadi berterima kasih kepada Malaysia, saudara serumpun kita, yang telah menyadarkan bangsa ini tentang pentingnya penghargaan terhadap budaya lokal. Buktinya, dulu kalau kita memakai batik dianggap sedang kondangan. Sekarang, batik seakan menjadi tren. Entah sudah berapa banyak budaya kita yang telah hilang akibat tidak terlestarikan, sekarang mulai digalakkan semacam Wawasan Nusantara. Sekarang orang lebih peka terhadap budayanya dan tidak mau terhilang atau bahkan tercuri orang lain.

Bukankah ini suatu hal yang baik?

Referensi:

[1] Koran Tempo. 26 Agustus 2009. Edisi No 2932.