[REVISI] Konsep-Konsep Kunci Perspektif Sosiologis dalam Mata Kuliah Hukum & Masyarakat (Bagian I)

Pada ringkasan materi yang sebelumnya saya buat, saya menulis demikian:

Struktur hukum berkaitan dengan bangunan atau skeleton dari hukum sehingga hukum menjadi sebuah sistem dalam masyarakat, seperti adanya pengadilan, lembaga legislatif, lembaga eksekutif, dan seterusnya. Substansi hukum berkaitan dengan substansi yang menjadi produk dan aturan main dari bentuk-bentuk struktur tadi (beserta doktrin-doktrin yang melingkupinya), seperti adanya berbagai aturan seputar hukum pidana, hukum bisnis, hukum administrasi negara dan seterusnya. Yang terakhir adalah budaya hukum, yang oleh Friedman dikatakan berkaitan dengan (1) social or cultural forces yang membentuk hukum[1] dan (2) tentang bagaimana senyatanya hukum diterapkan dan membentuk perilaku manusia[2]. Untuk memahami lebih lanjut tentang poin 2 tersebut, silakan bahan bacaan Friedman (2016) yang tercantum dalam daftar bahan bacaan.

Setelah saya baca kembali, menurut saya itu kurang tepat. Berikut ini adalah perubahannya:

Struktur hukum berkaitan dengan bangunan atau skeleton dari hukum sehingga hukum menjadi sebuah sistem dalam masyarakat, seperti adanya pengadilan, lembaga legislatif, lembaga eksekutif, dan seterusnya. Substansi hukum berkaitan dengan substansi yang menjadi produk ¬†dari bentuk-bentuk struktur hukum tadi (beserta doktrin-doktrin yang melingkupinya), seperti adanya berbagai aturan seputar hukum pidana, hukum bisnis, hukum administrasi negara dan seterusnya. Yang terakhir adalah budaya hukum, yang oleh Friedman dibagi menjadi dua, yakni budaya hukum internal dan budaya hukum eksternal. Yang internal, oleh Friedman diartikan sebagai “ideas and practices of legal professionals.” Yang eksternal, di sisi lain, adalah “opinions, interests, and pressures brought to bear on law by wider social groups.” Nelken (2004) memberikan definisi yang cukup sederhana soal budaya hukum ini, yaitu “…¬†relatively stable patterns of legally oriented social behaviour and attitudes.”