Socius & Logos: Yang Penting Diketahui Agar Tidak Gagal Paham

Sosiologi hukum, secara sederhana, adalah usaha untuk memahami hukum dan penerapannya dengan menggunakan sosiologi. Yang dipelajari tetaplah hukum. Sosiologi, yang sering disebut sebagai the queen of social sciences, hanya dipinjam perangkat teoretik dan metodologinya.

Sosiologi berasal dari kata latin: socius dan logos. Secara literal, socius berarti kawan (companion) dan logos berarti nalar (reason). Perkawanan (companionship) antar manusia menjadikan mereka apa yang disebut sebagai masyarakat (society).

Dalam definisi kekinian, sosiologi dapat dimaknai secara umum sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Artinya, mempelajari satu orang saja tanpa interaksi sosial bukan objek kajian sosiologis. Interaksi berarti ada aksi dari satu orang dan reaksi dari pihak lain. Tanpa memenuhi unsur tersebut, tidak ada yang namanya interaksi sosial, lantas tidak ada perkawanan dan akhirnya tidak ada yang namanya sosiologi.

Selanjutnya, nah, ini yang penting, komponen penting dalam sosiologi adalah nalar (logos). Penalaran dalam dunia akademik itu ada aturan mainnya, tidak sembarangan. Aturan main dalam bernalar itu yang mengantarkan kita pada apa yang disebut metodologi.

Metodologi terdiri dari dua kata latin: methodos dan logos. Secara literal, methodos berarti  ‘mencari pengetahuan’ (pursuit of knowledge). Logos berarti nalar. Dengan demikian, metodologi adalah penalaran dalam mencari pengetahuan yang sering disebut secara singkat sebagai prosedur (ilmiah).

Analoginya mirip seperti ini. Dalam belajar hukum, hukum pidana adalah substansi atau dasar pengetahuan bagi otoritas publik untuk memidana seseorang. Prosedur baku untuk menerapkan substansi pengetahuan hukum pidana itu yang disebut Hukum Acara Pidana. Hukum pidana tidak akan bisa ditegakkan tanpa Hukum Acara Pidana. Beri tahu saya bagaimana caranya menegakkan hukum pidana tanpa hukum acara pidana?

Di dalam sosiologi pun ada semacam hukum acara pidana sebagaimana analogi tadi, yaitu prosedur, yang sering dipadupadankan dengan kata ‘ilmiah’: jadilah yang disebut prosedur ilmiah. Istilah yang umum dipakai adalah metode penelitian.

Belajar sosiologi bukan asal ngecap tentang masyarakat — soal teori x atau teori y atau teori z — tetapi ada metodologi atau prosedur-prosedur yang standar dalam mempelajari masyarakat. Dari kerangka metodologis tersebut, maka akan diperoleh data dan menjadikannya sebagai bukti (evidence). Tanpa metodologi, tanpa prosedur yang ketat, tanpa evidence yang ketat, kajian sosiologis tentang hukum tidak dapat tidak layak dipertahankan dalam forum ilmiah.

Oleh karena itu, berpijak pada asal katanya tadi, kita harus paham betul metodologi untuk memahami objek kajian sosiologi. Jangan sampai gagal paham. Sosiologi bukan ngecap, tapi berbasis pada metodologi yang ketat. Metodologi menjadikan pengetahuan sebagai sesuatu yang sistematis. Karena dengan itu sosiologi (hukum) layak mempertahankan posisinya sebagai science.

sci·ence
ˈsīəns/
noun
  1. the intellectual and practical activity encompassing the systematic study of the structure and behavior of the physical and natural world through observation and experiment.