Beberapa hari yang lalu, beberapa harddisk Kambing mengalami kerusakan. Sebenarnya sudah ada antisipasi harddisk rusak dengan cara mengunakan konfigurasi RAID 5 pada disk array yg digunakan. Dengan konfigurasi ini, jika ada 1 buah harddisk rusak, maka sistem masih tetap dapat berjalan seperti biasa. Namun sayangnya dalam kasus Kambing ini, harddisk yg rusak ada 2 buah :( apa daya seluruh data yang ada hilang tanpa bekas.

Setelah tabrakan beruntun ini, Kambing akhirnya dibangunkan kembali. Usaha pertama yang dilakukan tentu saja mengembalikan data-data yang ada seperti semula. Proses menyalinan data untungnya dapat dilakukan dengan mudah dengan digunakannya skrip Sedot yang sudah hampir setahun terakhir menjadi salah satu amunisi Kambing. Permasalahan kedua adalah bagaimana caranya agar data yang sebelumnya sebesar sekitar 2.4TB ini bisa dikembalikan dengan cepat. Beruntung sekali di Indonesia ini banyak sekali mirror perangkat lunak bebas dan terbuka. Berbekal koneksi yang lumayan kencang melalui INHERENT dan OpenIXP, mirror-mirror tetangga seperti Shol, Komo, Mirror Universitas Jember, Mirror Universitas Gadjah Mada, dan Kebo milik EEPIS-ITS dapat digunakan sebagai sumber pengembalian data.

Saat ini bisa dibilang Kambing sudah hampir normal seperti sediakala, baik dari data yang tersedia maupun kesibukan lalu lintas data. Satu proses yang belum selesai adalah sinkronisasi repositori openSUSE dimana ternyata Kambing mengambil data yang berbeda dibandingkan data yang ada di mirror tetangga. Sehingga mau tidak mau Kambing harus mengambil data ini langsung dari sumbernya, eh ngga juga sih, dari mirror lain di Jepang. Status terkini mengenai repositori yang ada di Kambing dapat dilihat di http://kambing.ui.ac.id/status/

Sekian saja laporan terakhir dari si Kambing. Selamat menikmati kembali =)