Pagar Ayu dan Pagar Bagus

Di acara-acara pernikahan atau hajatan sejenis di masyarakat Jawa, kita pasti akrab dengan judul diatas. Pagar ayu dan pagar bagus. Barisan penyambut tamu berparas ayu, cakep, berpenampilan bagus. Pokoknya enak dilihat. Saya pribadi tahu tentang pagar ayu dan pagar bagus ini setelah merantau ke Jawa ini. Di Samosir gak ada istilah ‘pagar ayu dan pagar bagus’. Yang ada adalah ‘parhobas’, alias seksi repot. Jadi kalau ke kondangan teman-teman disini, saya suka tuh lihat barisan penyambut tamunya. Cantik-cantik, geulis, ayu, dan… harum pastinya

Selama ini gak pernah kepikiran mempertanyakan makna pagar ayu dan pagar bagus ini. Gak tahu kalau ini mengandung ‘filosofi’. Ada alasan ilmiahnya. Ada latar belakang kenapa disebut pagar ayu dan pagar bagus. Baru tahu pada Sabtu kemarin (14 Maret 2015), di acara ‘Workshop Penulisan Ilmiah Bagi Pustakawan’ di Universitas Negeri Jakarta. Kehadiran saya disana diundang panitia untuk sharing pengalaman soal tulis menulis di bidang kepustakawanan. Pasalnya, banyak pustakawan fungsional yang kandas di level ‘Pustakawan Muda’ karena persoalan tulis menulis. Sementara untuk bisa terus naik ke level ‘Pustakawan Madya’ dan ‘Pustakawan Utama’ adalah harus memiliki ketrampilan menulis ilmiah. Saya pribadi masih berkutat di ‘Pustakawan Madya’ dan tidak mudah untuk mengumpulkan angka kredit di bidang ini, tapi saya tetap optimis dapat sampai ke level Utama (kalau di fungsional dosen, level utama ini mungkin setara dengan ‘profesor’ lah….uhuk…uhuk…) * kembali ke pagar ayu yaaa…. *

Pembuka acara workshop, ada sambutan dari Wakil Rektor I UNJ, Prof. Muchlis. Beliau alumni Filsafat UI (seangkatan dengan Rikard Bagun, editor senior di Kompas). Prof. Muchlis memberi sambutan yang luar biasa terkait tugas-tugas yang SEHARUSNYA dilakukan pustakawan. Beliau bercerita mulai dari kesulitannya menemukan koleksi-koleksi berharga yang seharusnya ada di perpustakaan di Indonesia, dan peran pustakawan yang masih sering dilecehkan di masyarakat kita.. hiks… *tissue…mana tissue:-((*

Salah satu kisah yang beliau ceritakan adalah soal pagar ayu dan pagar bagus. Filosofi tentang pagar ayu dan pagar bagus ditemukannya di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda (saya yakin ada di Perpustakaan Nasional juga nih). Konon, di jaman nenek moyang kita dulu, anak-anak muda (apalagi anak perempuan) tidak lazim beraktivitas di luar rumah. Kegiatan masyarakat hanya seputar urusan domestik dan secara adat memang tidak memungkinkan untuk kongkow-kongkow di luar rumah. Jangankan hang out, keluar rumah saja mungkin jarang. Lalu, bagaimana para anak muda ini bisa dikenal keberadaannya? Bagaimana mereka mencari jodoh? Salah satu cara memperkenalkan mereka pada khalayak ramai adalah dengan ‘memajang’nya di acara-acara pernikahan atau hajatan. Event seperti itu menjadi sarana bagi para orangtua yang punya anak gadis dan perjaka untuk ‘memamerkan’ pada orang banyak:

‘Ini lho….anak gadis saya sudah besar, sudah siap dipinang’.
Atau
‘Bapak/Ibu, lihat tuh…. putra saya sudah perjaka, sudah gede, sudah siap meminang’.

Nanti setelah acara selesai, biasanya ada orangtua yang langsung ketemu orangtua lainnya untuk urusan pinang meminang ini. Begitulah awalnya keberadaan pagar ayu dan pagar bagus ini. Tapi sekarang, menurut pengamatan Prof. Muchlis (pengamatan saya juga sih) filosofi ini melenceng jauh, karena kerap kita menemukan pagar ayu dan pagar bagus ini diisi oleh barisan emak-emak, bapak-bapak, bahkan nenek-nenek….hahahaha. Menurut Pak Muchlis, ini salah satu local wisdom yang mengalami pergeseran makna karena (mungkin) masyarakat tidak mengetahui yang sebenarnya. Dan… ketidaktahuan ini disebabkan sulitnya akses ke literatur tentang hal-hal tersebut.
Saya setuju dengan Prof. Muchlis!
————–
Depok: 2015-03-16

About Kalarensi Naibaho

Librarian
This entry was posted in Life is beautiful!. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pagar Ayu dan Pagar Bagus

  1. Syaiful says:

    terimakasih telah berbagi

  2. box bayi says:

    ditunggu tulisan bermanfaat lainnya mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *