AH, TEORI!

Dulu ada iklan ‘Ah, teori!’. Iklan apa ya? Lupa. Kalau gak salah, iklan sampo anti ketombe deh. Entah iklan apalah itu ya. Tapi di keseharian kita kerap dengar ini kan? Misalnya, ketika kita mendengar ceramah para motivator:

“Hidup itu mudah, sodara-sodara! Jalani saja seperti air mengalir”.
*Benak kita spontan nyahut: ‘ah, teori! Faktanya, gue gak pernah melawan arus…hidup gue sengara beudddd…huhuhuhu*

“Bahagia itu pilihan. Jika ingin bahagia, ya bahagia saja. Bahagia itu tanpa syarat”.
*Ah, teori! Gombal! Mana mungkin bisa bahagia tanpa syarat? Gimana caranya bahagia jika di tanggal muda saja dompet udah tinggal gambar Pattimura…*

Atau ketika kita sedang mendengar bos kita pidato:

“Perpustakaan itu adalah jantungnya perguruan tinggi. Dan pustakawan adalah dokter jantungnya!”
*Di baris belakang para pustakawannya langsung pada ngikik: ‘Ah, teori! Anggaran untuk perpustakaan dicoret mulu, makanya jantungnya bocor…hihihi’ *

Atau ketika emak-emak ngasih kuliah di rumah:
“Anak-anak…. kalau lagi pegang gadget itu yaaa…. gak dengar apa-apa. Emaknya manggil-manggil dianggap kayak odong-odong lewat. Iiihhhhh……”.
*Si anak cengar-cengir: ‘Halah! Emak aja gitu. Budeg kalau lagi ngerumpi di bbm atau wa sama grupnya *

Begitulah kita sering dengar ‘Ah, teori!’ ini. Sebetulnya apa sih teori?
Hmmmm…. ntar ya, Googling dulu nih
Katanya sih:
“Secara umum, teori adalah sebuah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut yang membantu kita memahami sebuah fenomena. Sehingga bisa dikatakan bahwa suatu teori adalah suatu kerangka kerja konseptual untuk mengatur pengetahuan dan menyediakan suatu cetak biru untuk melakukan beberapa tindakan selanjutnya”.
Banyak ahli yang memberikan definisi tentang teori, diantaranya adalah:

JONATHAN H. TURNER: “Teori adalah sebuah proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi”.

KERLINGER: “Teori adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lainnya yang mengandung suatu pandangan sistematis dari suatu fenomena”.

FAWCETT: “Teori adalah suatu deskripsi fenomena tertentu, suatu penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau ramalan tentang sebab akibat satu fenomena pada fenomena yang lain”.

Nah, ungkapan: ‘ah, teori!’ ini kerap kita tujukan untuk mengomentari sebuah pernyataan yang kita tahu tidak semudah mengucapkannya. Atau kita tujukan pada orang yang tidak konsisten antara apa yang dikatakan dan dilakukan. Teori, tidak selalu harus sesuatu yang wah, macam rumus Phytagoras itu, atau teori Darwin tentang evolusi. Kecuali mungkin yang disebut grand theory ya. Dalam keseharian, tanpa disadari mungkin kita menemukan banyak teori dalam kehidupan kita. Misalnya:

‘Orang yang selalu bangun pagi berpotensi tajir!’

‘Emak-emak yang fesbukan lebih dari 2 jam sehari umumnya menderita kelebihan berat badan”. *soalnya kalau fesbukan biasanya sambil ngemil *

‘Para kutu buku biasanya menikah dengan tukang optik’ *supaya bisa gratis pesan kaca mata…hihihi*

Menurut Prof. Muclis, Warek I Universitas Negeri Jakarta, setiap harinya ada 3000 teori baru di bidang ilmu sosial. Sedangkan di bidang ilmu eksakta ditemukan 10% dari 3000 (berapa, ayo? *ambil kalkulator * Yup! 300!) teori baru. Hmmm… banyak ya? Kalau sehari saja ada 3000 teori sosial, dalam seminggu berapa? Sebulan? Setahun? 3 tahun? 7 tahun? 10 tahun? Waaaahhhhh…. gak kebayang deh, teori-teori apa saja itu. Coba ya, mulai hari ini, amati dengan seksama sekeliling kita, kegiatan kita, lalu perhatikanlah kaitannya ke hal lain. Siapa tau jadi teori terkenal. *Ah, teori!*

(Ada tulisan menarik tentang teori dari Ismantoro Dwi Yuwono, bisa dicek di: http://tikusmerah.com/?p=898 )
—————-
Depok: 2015-03-18

About Kalarensi Naibaho

Librarian
This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *