DAS CIKUMUTUK SELAYANG PANDANG

Daerah aliran sungai/DAS (Watershed) adalah sebuah daerah yang secara alami dibatasi oleh topografi tempat semua air hujan jatuh dan akan mengalir melalui titik pembuangan (outlet) yang sama. Para ahli yang menaruh perhatian terhadap fenomena sebuah DAS sebagai suatu sumberdaya fisik, umumnya tidak hanya tertarik kepada gerakan aliran air/sungai itu sendiri tetapi juga pada lingkungannya. Kajiannya mencakup kejadian yang terkait dengan siklus hidrologi dalam ruang dan waktu yang berbeda (Kates, 1967 dalam Chorley 1969:3). Dengan demikian pembahasannya akan erat sekali kaitannya dengan kepentingan manajemen sumberdaya.

Pembangunan DAS harus diupayakan tidak hanya untuk mengelola hubungan hidrologis (pemanenan air dan konservasi tanah) tetapi juga memiliki tiga tujuan (Kerr, 2007):

1.      melestarikan dan memperkuat basis sumber daya alam dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk konservasi;

2.      produktivitas yakni membuat pertanian dan sumber daya alam lainnya (termasuk tanah, air, padang rumput, dan hutan) yang berbasis kegiatan (misalnya perikanan, padang gembalaan, irigasi, produksi biomassa) menjadi lebih produktif, dan

3.      mendukung mata pencaharian pedesaan untuk mengurangi dan/ mengentaskan kemiskinan.

Pengelolaan DAS harus direncanakan dengan tepat dan dapat dilaksanakan, guna mencapai target sebagai berikut:

Penggunaan sumberdaya lahan secara rasional;

Mendapatkan produksi yang tinggi dan optimal dalam waktu tidak terbatas;

Menekan bahaya kerusakan seminimum mungkin;

Air tersedia merata sepanjang tahun (well distributed water yield);

Dengan demikian pengelolaan DAS sangat erat hubungannya dengan kegiatan konservasi tanah dan air, antara lain:

Menggunakan tanah sesuai dengan kemampuannya;

Melindungi/memproteksi tanah dan segala faktor yang merusaknya;

Mengurangi bahaya banjir & sedimentasi;

Meningkatkan dan mempertahankan kesuburan tanah;

Meningkatkan produktivitas tanah;

Memperbaiki dan mempertahankan fungsi hidrologis DAS dengan mempertahankan serta meningkatkan kuantitas dan kualitas air; dan

Keseluruhannya untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Untuk melakukan kajian pengelolaan DAS tidak cukup dipelajari di dalam kelas (desk/indoor study) melainkan juga diperlukan kajian lapangan (outdoor study). Kajian lapangan perlu dilakukan tidak hanya untuk keperluan pengumpulan data hidrologi dan konservasi tanah dan air, tetapi juga untuk pembuktian hasil analisis maupun pemahaman akan proses yang berlangsung di alam.

Praktikum lapangan mata kuliah Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dilaksanakan oleh pada tanggal 21 Nopember 2009. Obyek kajian lapangan yang ditentukan adalah DAS Cikumutuk (Sub DAS Cimanuk Hulu, Sub-sub DAS Cimanuk) dengan luas DAS 125 ha. Praktikum lapangan berawal di Pusat Pelatihan dan Laboratorium Lapangan Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial (RLPS) Cilampuyang Malangbong, Kabupaten Garut, milik Balai Pengelolaan DAS Cimanuk-Citanduy Ditjen, RLPS Departemen Kehutanan . Selanjutnya berturut-turut mengamati beberapa lokasi. Lokasi 2, yakni di sekitar Stasiun Klimatologi yang dikelola oleh BP DAS Cimanuk-Citanduy Ditjen RLPS Departemen Kehutanan . Stasiun ini terletak di Desa Cilampuyang, Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Lokasi pengamatan ke-3 adalah Kawasan Hutan Lindung yang terletak di dekat Stasiun Klimatologi. Lokasi ke-4 letaknya lebih tinggi dari Stasiun klimatologi di sekitar bekas lokasi plot percobaan pengukuran erosi pada teknik konservasi tanah dengan teras bangku tepatnya di igir DAS Cikumutuk. Lokasi ke-5 terletak di dekat outlet DAS Cikumutuk, yakni di lokasi bekas plot percobaan pengukuran erosi dari teknik budidaya yang dilakukan petani dengan teknik konservasi tanah berupa tampingan teras/teras anak tangga. Lokasi terakhir adalah pada outlet DAS Cikumutuk.

Tujuan Praktikum Lapangan

1. Untuk meningkatkan pemahaman dan kepekaan mahasiswa terhadap obyek fenomena kajian pengelolaan DAS secara nyata di lapangan.

2.Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap alat-alat yang digunakan untuk memperoleh data hidrologi, meteorologi-klimatologi, serta  erosi dan konservasi di lapangan.

3. Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap cara-cara atau teknik memperoleh data hidrologi, meteorologi-klimatologi, serta  erosi dan konservasi di lapangan.

(Lebih jauh lagi bisa dilihat dalam file attachment dalam web personal saya yang ada di link)

No Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply