Webinar Peningkatan Produktivitas Kerja di Masa Pandemi COVID-19 PT. Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia

Webinar Peningkatan Produktivitas Kerja di Masa Pandemi COVID-19 PT. Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia

Pada hari Rabu, 8 Juli 2020 lalu alhamdulillah saya diberikan kesempatan sebagai narasumber seminar di PT. Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI). Acara tersebut berlangsung secara online dan saya senang sekali bisa memberikan sedikit materi walaupun saat ini terpisah ribuan kilometer jauhnya dari rekan – rekan peserta di PT. PMLI.

Saya bersama para peserta PT. PMLI

Pada kesempatan tersebut, topik yang dibahas adalah mengenai bagaimana caranya meningkatkan produktivitas kita sebagai karyawan dan juga organisasi di tengah pandemi. Tidak bisa dipungkiri, pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi bagaimana pola kita bekerja. Banyak perusahaan mengalami penurunan omzet karena menurunnya daya beli, memicu resesi ekonomi, yang kemudian berpotensi pada pemutusan hubungan kerja. Hal tersebut kemudian dapat menjadi siklus yang tidak berkesudahan secara ekonomi dan tentunya kita semua sama – sama tidak ingin hal tersebut bisa terjadi.

Pada kesempatan ini, saya memberikan materi tentang bagaimana menjadi pribadi dan pemimpin tim yang memiliki sifat resiliensi. Resiliensi maksudnya adalah kondisi di mana diri kita akan tetap kokoh pada saat terjadi disrupsi, dan dengan cepat dapat beradaptasi kembali ke dalam kondisi normal, atau bahkan lebih baik dari sebelum terkena disrupsi. Sebagai pembuka, saya memperkenalkan prinsip segitiga resiliensi kepada para peserta. Sebagai gambaran, berikut ini adalah bentuk dari segitiga resiliensi:

Konsep segitiga resiliensi. Semakin kecil areanya, semakin resilien sistem tersebut

Segitiga resiliensi pertama kali dipopulerkan oleh Bruneau pada tahun 2003, menggambarkan bahwa semua sistem pada saat mengalami disrupsi pasti akan mengalami penurunan fungsi. Penurunan fungsi ini akan mencapai di titik tertentu, kemudian sistem tersebut akan berusaha untuk kembali ke titik semula atau lebih baik dari sebelumnya. Sehingga, berdasarkan gambar segitiga tersebut, semakin kecil luas area segitiganya, maka akan semakin resilien orang atau organisasi tersebut.

Pada sesi seminar kali ini, saya mengajak kepada seluruh peserta untuk sama – sama memikirkan di mana posisi pribadi dan organisasi mereka saat ini sebelum seminar dimulai. Dua pertanyaan yang harus dijawab:

  1. Seberapa dalam saya (atau organisasi) saya jatuh terperosok akibat adanya pandemi ini?
  2. Bagaimana caranya kemudian saya (atau organisasi) saya dapat bangkit ke dalam posisi sebelumnya, atau bahkan lebih baik lagi?
  3. Jika sudah mampu bangkit kembali, bagaimana rencana saya (atau organisasi) saya  mempertahankan hal tersebut sebagai sebuah kenormalan baru (new normal)?

Peserta sangat antusias sekali saat berdiskusi mengenai 3 hal tersebut, lalu saya minta mereka untuk menggambarkan bentuk segita resiliensi pribadi dan organisasi (perusahaan) mereka saat ini. Gambar dari segitiga nya bermacam – macam. Namun, segitiga itu memiliki bentuk yang mirip: area segitinya luas. Artinya, mereka menganggap bahwa pribadi atau perusahaan mereka saat ini masih perlu banyak peningkatan untuk mengurangi luasan segitiga agar dapat menjadi lebih resilien.

Di sinilah kemudian saya memberikan berbagai strategi kepada PT. PMLI untuk diterapkan dalam konteks pribadi dan juga organisasi. Sehingga, setelah penerapan dari berbagai strategi tersebut. Ada 2 strategi yang saya berikan di seminar ini, yaitu strategi ketahanan dan strategi pemulihan. Dengan menggunakan 2 strategi tersebut, saya harap bentuknya akan menjadi seperti berikut ini:

Efek dari strategi terhaadap resiliensi

Salam,
Arry Rahmawan