Dari banyak literatur dikemukakan bahwa ada banyak orang yang pernah menjadi murid dari Kung Fu Tze. Beberapa literatur mengatakan jumlah mereka adalah 3.000 orang, sedangkan Meng Tzu mengatakan ada + 70 orang murid yang pernah menjadi murid Kung Fu Tze.

Dari sekian banyak murid Kung Fu Tze, menurut H.G Creel (1951, 86-87), dapat dikategorikan kedalam dua golongan, yaitu :

  1. Murid-murid yang belajar pada Kung Fu Tze sebelum beliau meninggalkan wilayah Lu, untuk melakukan perjalanan.
  2. Murid-murid yang belajar pada Kung Fu Tze setelah beliau kembali ke wilayah Lu dari perjalanan panjangnya.

Adapun beberapa murid Kung Fu Tze yang terkenal dan yang paling sering disebut dalam kitab Lun Yu (Analect) adalah sebagai berikut : (Creel, 1951)

A. Tzu Lu

Murid paling tua, paling setia, selalu mendampingi Kung Fu Tze. Teman baik dan pengkritik paling handal. Kung Fu Tze pernah mengatakan Tzu Lu bukan tipe murid idealnya. Kung Fu Tze selalu mengkritik dengan halus berkenaan dengan sifat Tzu Lu yang keras kepala.

Tzu Lu adalah orang yang selalu menepati janjinya, selalu terus terang, berbicara jujur dan menekankan pada kebenaran. Ia juga seorang yang hangat dan panutan bagi murid-murid lainnya.

Ia orang yang kuat, postur tubuhnya memang pantas untuk menjadi tentara. Kung Fu Tze pernah berkata bahwa Tzu Lu tidak mungkin meninggal dengan sebab alamiah.

Dan ternyata perkataan Kung Fu Tze menjadi kenyataan, karena Tzu Lu terbunuh ketika ia membela pemimpinnya.

B. Jan Ch’iu

Pernah bekerja sebagai pegawai pemerintah yang mengatur kota yang bernama Chu kecil. Ia cukup terkenal diantara murid-murid awal Kung Fu Tze.

Kepribadiannya sangat berbeda dengan Tzu Lu. Ia orang yang berbakat, pandai berbicara dan seorang administrator yang handal bahkan ada yang menyebutnya sebagai seorang jendral yang handal. Ia pandai melihat peluang dan hal ini yang menunjang karir politiknya.

Makin lama Kung Fu Tze tidak senang dengan Jan Ch’iu karena perilakunya, puncaknya saat Jan Ch’iu mendukung Chi untuk menaikkan pajak pada masyarakat. Kung Fu Tze tidak lagi mengakui Jan Ch’iu sebagai murid. Walau karirnya terus menanjak tapi dari segi moral Jan Ch’iu dinilai buruk oleh Kung Fu Tze.

C. Tzu Kung

Murid yang paling memiliki kemampuan untuk menyenangkan hati orang-orang di tempat ia mengabdikan dirinya. Tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip pribadinya. Ia adalah salah seorang murid yang pandai menyesuaikan diri, perpaduan antara Introvert dan extrovert. Tzu Kung mempunyai tingkah laku yang menyenangkan sehingga banyak orang yang menyukainya. Ia orang yang mempunyai tutur kata lembut, seorang diplomat yang ulung karena banyak pertimbangan yang sangat baik tentang dunia politik saat itu. Karena keunggulan ini Ia sering ditunjuk sebagai pengganti Kung Fu Tze dalam memimpin upacara-upacara, terutama setelah Kung Fu Tze wafat.

D. Yen Hui

Tidak seperti murid-murid Kung Fu Tze lainnya, Yen Hui hampir tidak pernah berkata apapun, biasanya Ia hanya setuju dengan apa yang Kung Fu Tze katakan bahkan sering menerima ujaran Kung Fu Tze tanpa komentar. Sering murid-murid yang lain memandangnya sebelah mata karena Yen Hui lebih banyak diam, bertingkah seperti orang bodoh dan tidak mempunyai pendirian, namun jika Ia diminta pendapatnya tentang sesuatu, Ia akan menunjukkan bahwa dirinya mampu. Karena sikap diamnya itu Yen Hui bukanlah orang yang simpatik  dan karena itulah Yen Hui sering menjadi pengangguran dan hidup dalam kemiskinan. Hal ini bukan disebabkan karena dia tidak pandai atau malas, tetapi lebih disebabkan oleh kepribadiannya yang tidak menyenangkan.