Ada beberapa hal yang terkait dengan rposedural murni dari keadilan, diantaranya,

  • Tidak adanya criteria independent yang mengatur lahirnya konsep keadilan bercorak public,
  • Well ordered society adalah suatu keadaan yang diatur oleh konsep public tentang keadilan yang tentunya disepakati oleh public secara fair.

Konsep keadilan tidak mempunyai perpanjangan tangan dari konsep-konsep keadilan individu atau pun kelompok maka ia dapat disebu sebagai adil (fair), sehingga konsep yang dihasilkan tidak saja perfect tetapi pure.

Posisi asali merupakan instrument of representation yaiu suatu representasi dari pihak-pihak yang sepakat untuk mencapai keadilan. Untuk menjamin kemurnian dari prosedur dan fairnya kesepakatan maka dalam prosedurnya harus tidak ada pengaruh individu atau kelompok.

Posisi asali bukan pihak-pihak yang tidak memahami atau menyetujui posisinya kelak. Posisi asali lebih pada posisi hipotetis dan non histories yang menempatkan semua pihak pada the veil of ignorance (tabir ketidaktahuan)

Posisi asali disebut hipotetis karena apa yang akan disepakati bukan apa yang sudah disepakati. Tidak seperti Kaum utilitarian berpendapat yang adil adalah yang memaksimalkan keuntungan social. Dalam posisi asali yang disepakati adalah kesepakatan.

Posisi asali disebut non histories karena tidak pernah ditemukan dalam periode sejarah tertentu, bukan kondisi riil dari sejarah.Tabir ketidaktahuan adalah kondisi dimana semua pihak tidak punya pengetahuan tentang posisi social dan doktrin tertentu.

Mereka tidak tahu tentang ras, etnis, seks dan kekuatan alamiah lainnya, termasuk talenta, intelegensia.

Para penghuni tabir ketidaktahuan mempunyai 2 moral powers. Fungsi dari tabir ketidaktahuan adalah, semua orang dalam tabir ketidaktahuannya peduli dengan dirinya sehingga mereka perduli pada tujuan dan bagaimana mencapainya. Dan semua orang juga melakukan mutual disinterested (tidak tertarik pada interest-interest individu lain, hanya mengacu pada interest pribadi)

Dalam Rawls ada dua konsep rasionalitas yaitu Rasionalitas kebaikan (Rational) dan Rasionalitas Keadilan (Reasonable).Pada Rational apa yang baik adalah yang ingin fiterjemahkan dalam realitas konkrit. Rasionalitas manusia terus merefleksi untuk sesuatu yang lebih public sifatnya.

Tabir ketidaktahuan adlah system yang membatasi tetapi sekaligus juga menciptakan public conception of justice.Orang-orang dengan rational akan merealisasikan apa yang dianggap baik, tetapi terkadang bertentangan dengan konsep-konsep kebaikan individu atau kelompok lain.

Masing-masing orang mempunyai konsep kebaikan sendiri-sendiri, dalam tabir ketidaktahuan manusia berusaha menciptakan possible condition atau suatu kondisi yang memungkinkan untuk menciptakan atau melahirkan public conception of justice sehingga ada jaminan untuk mrndapatkan hak dan melakukan kewajiban.

Dalam posisi asali para representator dipaksa untuk beralih dari rational ke reasonable. Dan untuk mencapai itu semua harus melalui posisi asali.Posisi asali adalah jembatan antara private conception dan public conception (well ordered society). Dalam prinsip posisi asali ini orang selalu mempersiapkan diri mereka pada posisi yang tidak beruntung (ingat 2 kekuatan moral). Untuk memaksimalkan pilihan-pilihan dari kondisi terburuk ini ada beberapa syarat diantaranya

  • Pihak-pihak tidak memiliki dasar yang kuat (nirprobabiliti) untuk memperkirakan emungkinan situasi social yang mempengaruhi posisi fundamental seseorang.
  • Pihak-pihak hanya dimungkinkan mengevaluasi berbagai posisi asali dari hasil yang terburuk, pihak-pihak tersebut tidak terfokus lebih dari hasil yang terburuk, mengadopsi harisl terbaik dari hasil terburuk lainnya, tidak mempunyai harapan lebih.
  • Alternative-alternatif lain harus berada secara signifikan dibawah level of guarantee.