Bagi Kung Fu Tze untuk mencapai bentuk masyarakat yang Ta T’ung atau Harmoni yang Sejati (Great Harmony) harus memenuhi beberapa persyaratan seperti dalam bidang sosial kemasyarakatan. Pemerintah dalam hal ini wajib memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal jaminan sosial, yang tentunya didasarkan pada nilai-nilai dasar seperti Li (Kebijakan, Sopan santun, Ritual-ritual, atau aturan-aturan bertingkahlaku baik), I (Keadilan dan Kebenaran) dan Jen (Cinta, Kebajikan atau Kebaikan yang sempurna)

Cinta kasih telah menyerap dalam kehidupan masyarakat, setiap orang saling mencintai secara alami seperti mereka mencintai orang tua mereka, anak-anak mereka bahkan seperti mereka mencintai diri mereka sendiri. Setiap orang tanpa memperhatikan usia, jenis kelamin ataupun kondisi kehidupannya, semua di tangani oleh masyarakat dibawah sistem yang sempurna.

  1. Bagi lanjut usia, Penyediaan pelayanan yang sempurna diciptakan hingga mereka mencapai ajalnya.
  2. Bagi orang yang masih mampu bekerja, Lapangan kerja yang baik disediakan untuk mereka.
  3. Bagi pemuda, Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dibuka secara luas.
  4. Bagi mereka yang tak berdaya, seperti janda, duda, anak yatim piatu, keluarga tanpa anak, orang sakit dan cacat, Pemeliharaan yang layak berkualitas baik dibangun untuk mereka
  5. Bagi laki-laki dan perempuan, Pernikahan yang layak dan bahagia di atur untuk mereka.

Dalam konsep masyarakat ideal yang diungkapkan oleh Kung Fu Tze telah menyinggung tentang penanganan permasalahan sosial, dan ini sedikit banyak berkaitan dengan sistem jaminan sosial pada masyarakat modern. Dikatakan bahwa bagi mereka yang kurang beruntung atau orang yang tidak berdaya (Janda, Duda, Anak Yatim Piatu, Keluarga yang tidak mempunyai anak, orang cacat, lanjut usia dan lain-lain) harus diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat dan dibuatkan sarana pendukung untuk mereka agar mereka dapat berfungsi secara sosial dalam masyarakat. Di kehidupan sekarang ini, permasalahan jaminan sosial memang sudah menjadi keharusan. Negara berkewajiban untuk memberikan bantuan pada warga negaranya yang mengalami permasalahan sosial agar tidak mengalami keterpurukan. Kung Fu Tze telah memikirkan hal ini karena jika dalam suatu masyarakat masih ada anggotanya yang mengalami permasalahan maka masyarakat sebagai sistem akan terganggu kestabilannya dan keharmonisan yang agung (Great Harmony) tidak akan dapat dicapai.

Hal serupa diungkapkan pula oleh Meng Tzu. Dikatakan bahwa setiap orang harus ditangani oleh masyarakat. Rakyat yang dimaksud adalah para lanjut usia, orang yang butuh pertolongan, menderita dan orang yang terpencil seperti anak yatim, janda/ duda, mereka harus ditangani dalam institusi pemerintah. Bagi mereka yang sakit harus ditangani bersama-sama oleh rakyat dengan cara berganti-gantian secara bergotong royong merawat dan melindungi si sakit. Dan juga harus dijamin bahwa untuk laki-laki dan perempuan akan mendapatkan pernikahan yang bahagia dengan cara mengatur perjodohannya. (Jingpan, 1994, 223-224)

Pemikiran tentang penanganan maslaah sosial, terutama yang berkaitan dengan orang-orang yang kurang beruntung ini, dirasa masih sangat relevan untuk keadaan masyarakat saat ini. Pemikiran bahwa masyarakat merupakan suatus istem dimana didalamnya terdapat sub-sub sistem yang saling terkait, maka jika salah satu sub sistem terganggu maka masyarakat itu pun mengalami gangguan. Untuk mencegah hal ini maka diciptakanlah suatu sistem jaminan sosial yang tujuannya untuk membantu anggota masyarakat yang sedang mengalami masalah sehingga mereka nantinya masih dapat berfungsi secara sosial. Kung Fu Tze dalam hal ini telah mempertimbangkan hal ini sebagai suatu potensi permasalahan yang harus segera mendapat perhatian sehingga kesejahteraan nantinya dapat dirasakan oleh msemua pihak termasuk mereka yang kurang beruntung.

Rujukan

Jingpan, Chen. (1994). Confucius As A Teacher. 2nd Ed. Beijing: Foreign Languages Press
Legge, James, The Four Books : Confucius Analects, The Great Learning, The Doctrine of The Mean and The Work of Mencius.