Tzu Kung bertanya tentang cara memerintah. Kung Fu Tze menjawab,”Cukup Pangan, cukup senjata dan dipercaya rakyat.” Tzu Kung bertanya,”Jika harus ada yang dilepaskan, yang manakah dari ketiganya yang pertama-tama bisa dilepaskan?” Kung Fu Tze menjawab,”Lepaskanlah senjata.” Tzu Kung bertanya,”Jika harus ada yang dilepaskan, yang manakah dari kedua sisanya yang pertama-tama bisa dilepaskan?” Kung Fu Tze menjawab,”Lepaskanlah pangan. Kematian sudah terjadi sejak awal zaman, tetapi tanpa kepercayaan, rakyat takkan bisa mengemukakan pendiriannya.” (Lun Yus, 12, 7)

Tzu Chang bertanya tentang memerintah. Guru berkata,” Seni dari memerintah adalah mengerjakan segala urusan sebelum pikiran mengalami kelelahan, dan untuk melatih menjalankan urusan ini dengan tanpa penyimpangan yang konsisten. (Lun Yus, 12,4)

Chi K’ang Tzu bertanya kepada Kung Fu Tze tentang cara memerintah.”Bagaimana menurut pendapat Guru jika orang yang tak menganut jalan kebenaran harus dibunuh demi para penganut Jalan Kebenaran?”. Kung Fu Tze menjawab<”Tuan, jika engkau memerintah, mengapa harus membunuh? Jika engkau mengharapkan kebaikan, rakyat akan baik. Kebajikan penguasa sama seperti angin, kebijakan rakyat sama seperti rumput. Kearah manapun angin bertiup, rumput akan mengikuti arahnya.” (Lun Yus, 12,9)

Kung Fu Tze berkata,” Jika dia sendiri sudah benar, orang akan bertindak tanpa menunggu perintahnya. Jika dia sendiri tidak benar, dia takkan dipatuhi sekalipun mengeluarkan perintah.” (Lun Yus, 13,6)

Kung Fu Tze berkata kepada Yen Yuen,”Ketika bekerja, harus menjalankan tugasnya, ketika sudah tidak bertugas, maka beristirahat pensiun.” Tzu Lu bertanya,” Jika Guru diberi tugas memegang angkatan bersenjata dari suatu negara besar, siapa yang akan Guru ikutsertakan?”. Kung fu Tze berkata,”Saya tidak akan membawa orang yang akan menyerang harimau tanpa senjata, atau menyeberang sungai tanpa kapal, meninggal tanpa penyesalan. Orang yang akan menemani Saya adalah orang yang menjalankan semua aksinya dengan penuh kewaspadaan, yang selalu melakukan perbaikan pada peencanaannya dan menjalankan rencananya menjadi aksi.” (Lun Yus, 7,10)

Tzu Lu bertanya tentang bagaimana cara mengabdi kepada Raja. Kung Fu Tze berkata,”Jangan engkau menjatuhkan dirinya, tetapi lebih pada mempertahankannya dihadapannya.” (Lun Yus, 14,23)

Kung Fu Tze berkata,”Dalam melayani Dewa, patuhi tata karma sepenuhnya. Membiarkan orang lain melakukannya adalah sanjungan yang merendahkan.” (Lun Yus, 3,8)

”Apa yang disebut sebagai Menteri yang baik? Adalah seseorang yang melayani Raja sesuai dengan kebenaran, dan ketika Ia mengetahui Ia tidak dapat melakukannya, maka harus mengundurkan diri.” (Lun Yu, 11, 23)

Hsien bertanya tentang rasa malu. Kung Fu Tze berkata,”Ketika pemerintahan yang baik berperilaku hanya memikirkan upah seseorang. Ketika pemerintahan yang buruk berperilaku yang sama, hanya memikirkan upah seseorang. Itu yang disebut rasa malu.”(Lun Yus, 14,1)

Ketika sebuah Negara dipimpin dengan baik, maka kondisi miskin dan tidak menyenangkan merupakna hal yang memalukan. Ketika sebuah negara dipimpin dengan tidak baik, maka kondisi kekayaan dan terhormat merupakan hal yang memalukan” (Lun Yus, 9, 13)

Ketika Kung Fu Tze berbicara tentang Pangeran Ling dari Wei yang tidak menganut jalan kebenaran, K’ang Tzu bertanya,”Jadi, mengapa dia tidak kehilangan negerinya?”. Kung Fu Tze berkata,”Chung Shu Yu selalu melayani dengan baik tamu dan orang asing; T’uo mengurus kuil para leluhur, dan Wang Sun Chia mengurus angkatan bersenjata: Dengan pejabat-pejabat seperti ini, bagaimana Ia dapat kehilangan negaranya.” (Lun Yus, 14,20)