Riwayat Hidupnya

Lahir pada tahun 384 sebelum masehi di Stageria, bapaknya seorang dokter maka dari beliaulah Aristoteles tertarik akan bidang ilmu pengetahuan empiris, dan pada usia 17 tahun ia dikirim ke akademia Plato untuk belajar disana dan selama 20 tahun ia belajar disana hingg ai mengajar bidang Logika dan retorika. Namun pada perkembangannya ia tidak menyetujui pendapat Speusippos yang pada saat itu pemimpin akademia, ia berpendapat filsafat identik dengan matematika. Lalu Aristoteles bersama temannya Xenokrats meninggalkan Athena menuju ke Assos untuk mengadu nasib disana dan ia akhirnya banyak melakukan penelitian dibidang biologi dan zoologi.

Pada tahun 342 Aristoteles diundang raja Philippos dari Makedonia untuk mendidik anaknya yang bernama Alexander yang berusia 13 tahun agar nantinya siap menjadi pemimpin. Pada saat Alexander diangkat menjadi raja maka Aristoteles kembali ke Athena.

Aristoteles mendirikan perpustakaan dan ii merupakan perpustakaan pertama dalam sejarah manusia. Ariftoteles meninggal pada usia 62/ 63 tahun.

Estetikanya

Seni menurut Aristoteles merupakan kegiatan meniru atau tiruan dari dunia, alam, benda dan manusia (konsep Mimesis dan Imitasi). Bagi Aristoteles Mimesis bersifat positif, karena dalam mimesis terdapat ide (from). Mimesis berarti representasi (representing). Selain itu juga Mimesis mimesis berarti membuat kemiripan (likeness, semblance). Mimesis merupakan penciptaan hal baru, bukan meniru yang sudah ada. hanya karya seni yang bersifat mimesis.

Kegiatan menyangkut seni pada poiesis (making), membuat yang indah = poetike techne. Aristoteles mengatakan bahwa ada dua bentuk seni, yaitu:

1. Seni Visual yaitu meniru benda nyata melalui warna dan bentuk

2. seni Drama TRAGEDI yaitu meniru kehidupan, perbuatan dan perilaku manusia

Dalam melakukan imitasi biasanya akan melibatkan Media (bisa berupa irama, bahasa/ percakapan, dan musik), lalu juga obyek (setiap karya selalu melbatkan obyek yang bisa berupa karakter/ peran, sifat dan sebagainya). Unsur lainnya adalah mode.

Karya seni menurut Aristoteles bisa dalam bentuk Tragedi, Komedi dan juga Epic (Syair tentang Kepahlawanan)

Keindahan

Keindahan menurut Aritoteles adalah keseimbangan, keteraturan, ketepatan ukuran material. Bagi Aristoteles dalam seni visual: ukuran sangat penting. Dan dalam drama keseimbangan antara bagian awal, tengah dan akhir, dan juga kebesaran (magnitude) secara keseluruhan drama.

Drama TRAGEDI

Drama TRAGEDI adalah suatu karya yang menirukan tingkah laku manusia.Tragedi adalah suatu aksi yang mengagunmkan, menyeluruh, dan bentuk paling mempengaruhi, dimana bahasa yang digunakan dibuat menyenangkan, dan ada pembagian peran, di tampilkan oleh aktor, penyampaiannya tidak melalui narasi, dan biasanya akan mempengaruhi emosi penontonnya sehingga menimbulkan rasa kasihan dan ketakutan.

Menurut Aristoteles biasanya tragedi akan terdiri dari 6 komponen, yaitu plot, character, diction (artikulasi), reasoning, spectacle dan lyric poetry

Plot

Dalam Drama memiliki struktur yaitu ada awal, tengah dan akhir yang dapat berbentuk klimaks dan anti klimaks. Dalam Drama penonton diajak untuk mengikuti peristiwa yang dialami tokoh-tokoh dengan rasa cemas dan kasihan akan nasibnya. Penonton diharapkan setelah menyaksikan pertunjukkan akan mengalami Katarsis (Khataros, murni, suci). Katarsis adalah luapan emosi, perasaan setelah menyaksikan drama tragedi. Katarsis berupa sentakan emosi, kejutan, tak terduga sebagai emosi yang memuncak lalu menurun. Katarsis ini dianggap membebaskan batin manusia dari penderitaan dan tekanan. Katarsis bersifat mengharukan. Katarsis juga merupakan pemahaman yang mendalam tentang manusia dan bermakna mengobati jiwa (terapeutik). Katarsis juga memiliki makna pertobatan dari dosa atau kesalahan.

Character

Ada 4 tujuan yang ingin dicapai, yaitu:

1. Goodness, karakter yang menampilkan kebaikan dalam drama Tragedi.

2. Appropriateness, karakter yang menampilkan keberanian dan kepandaian, namun dalam peran ini tidak boleh diperankan oleh seorang wanita.

3. Likeness (kemiripan), peran ini tidak seperti yang ingin dicapai pada goodness dan appropriateness.

4. Consistency, walaupun dalam penampilannya aktor terlihat tidak konsisten namun ketidak konsistenan ini harus terus dimainkan secara konsisten.

Diction

Dalam artikulasi ada beberap abagian diantaranya, fonem (terdiri dari a vowel, a continuant, a mute), suku kata, kata sambung (connective), kata penghubung (conjunction), kata benda, kata kerja, nada suara dan ungkapan

Sebelum Aristoteles Drama (Draomai) sendiri merupakan upacara persembahan bagi dewa-dewa Yunani. Dan biasanya tempat mementaskan drama ini disebut Teater (Theaomai, Theatron) yaitu tempat yang tinggi di tengah lapangan luas untuk melakukan drama. Pada Aristoteles drama sudah mulai berubah terutama pada nilai kesakralan. Aristoteles dalam melihat drama sudah mulai membawa nilai-nilai ”kedewaan” turun menjadi kemanusiaan, dengan kata lain dewa mulai disamakan dengan manusia. Dengan harapan cerita-cerita tentang tragedi yang terjadi pada dewa-dewa ini dapat diambil hikmah oleh manusia.

Arti Tragedi sendiri berasal dari kata Tragi atau Kambing dan Ode merupakan nyanyian persembahan pada festival Dionysian untuk menghormati dewa Dionysius, yang merupakan dewa musik dan anggur sekaligus dewa perusak. Dewa Dionysius merupakan dewa anggur sekaligus dewa perusak. Menurut mitos bangsa Yunani ketika ditemukannya anggur maka tragedi pun muncul karena anggur minuman yang memabukkan sehingga banyak kejadian yang tidak terkendali secara emosi. Dalam berpesta biasanya diiringi oleh musik yang dimainkan oleh Pan yaitu manusia yang berbentuk kambing, ia panda meniup seruling, dan jika orang melihatnya akan menimbulkan kepanikan (panic). Dalam festival Dionysian ini anak-anak muda berdandan seperti Pan dan menyanyikan ode, lagu persembahan.

Pada perkembangannya Drama Tragedi adalah peniruan perubahan yang serius. Menurut Aristoteles Ada 4 macam tragedi, yaitu tragedi yang rumit (complex tragedy), tragedi tentang penderitaan (tragedy of suffering), tragedi karakter (tragedy of character), tragedy sederhana (Simple tragedy).

Komedi

Komedi adalah peniruan manusia yang lebih buruk dari rata-rata. Buruk (ugly, ridiculous) yaitu kesalahan atau kekurangan yang tidak menimbulkan penderitaan, kesusahan atau melukai hati orang lain, seperti topeng. Topeng adalah sesuatu yang buruk tenpa menimbulkan penderitaan (pain).

Seperti halnya karya seni pada masa Yunani, mereka menekankan pada idealisme, atau dengan kata lain bentuk-bentuk ideal masih merupakan ukuran dari kesempurnaan atau keindahan. Dalam Komedi ini wajah-wajah atau bentuk-bentuk buruk merupakan hal yang memancing komedi dan itu menurut Aristoteles merupakan tragedi juga karena dalam kehidupan ini ada kesempurnaan dan ketidak sempurnaan.

Epic

Mirip dengan tragedi namun dalam Epic lebih menekankan pada kekaguman atau penghargaan pada jasa seseorang/ pahlawan.

Beberapa Permasalahan dalam Proses Menciptakan Suatu Karya Seni

Makna atau pesan yang ingin disampaikan juga berbeda-neda, bisa saja sebuah puisi mengandung pesan seperti apa yang tersurat dalam puisi tersebut, atau pesannya berada di luar puisi tersebut bahkan terkadang pesan itu harus benar-benar direnungkan baru didapat pesan tersebut.

Biasanya bahasa yang digunakan bukan hanya merupakan bahasa yang standar/ umum, namun bahasa-bahasa metafora, ada beberapa modifikasi dalam artikulasi.

Kebenaran tidak sama seperti dalam etika dan puisi, bahkan dengan seni dan puisi. Kesalahan dalam puisi bisa terjadi karena kesengajaan atau pun ketidak sengajaan.