*Hari Ibu: ayo SADARI dan SADANIS*

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian terbesar bagi wanita.
Data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO) menunjukkan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara. Penderita kanker payudara mencapai hampir 17 % dari kanker yang ada. _Data kemenkes menyebutkan angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk_. Rata-rata kematian akibat kanker payudara mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.
*Tragisnya untuk kasus kanker payudara di Indonesia, 30% kanker payudara sudah lanjut, 30% kasus kanker payudara saat ditemukan sudah menyebar di organ lain dan hanya 40% yang ditemukan pada stadium awal*.
Saya masih ingat beberapa tahun lalu ada guru besar dari Belanda yang surprised ketika melihat masih menemukan kasus2 kanker payudara lanjut di RS besar di Indonesia, hal yang tidak pernah ditemukan lagi di RS Belanda.
Mustinya kita bisa menekan jumlah kasus yang terlambat jika para wanita selalu ingat untuk memeriksa payudaranya secara rutin atau *Sadari (Periksa Payudara Sendiri)*
Bahkan dengan sistim JKN saat ini mustinya masyarakat tidak usah takut lagi dengan pembiayaan kesehatan.

Pada liburan akhir tahun ini saya menghimbau untuk para ibu melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari). Manfaatkan waktu kosong untuk memeriksa payudara sendiri. Jika dirasakan ada benjolan segera lakukan pemeriksaan payudara dengan tenaga terlatih ( *periksa payudara klinis/sadanis)*.
Seperti juga kanker lainnya prinsip penanganan kanker semakin dini ditemukan semakin mudah untuk diobati. Karena organ payudara berada diluar dari bagian tubuh kita, tentunya deteksi dini akan lebih mudah untuk dilakukan antara lain dengan SADARI (periksa payudara sendiri).
Resiko lain yang juga harus diperhatikan untuk setiap wanita untuk terjadinya kanker payudara adalah _riwayat Keluarga yang memiliki riwayat tumor atau kanker payudara, usia diatas 45 tahun, tidak memiliki anak, kehamilan pertama diatas 30 tahun dan riwayat mentruasi pada umur kurang dari 12 tahun atau menopause nya panjang sampai diatas 55 tahun_.
Teman seangkatan saya yang berumur diatas 50 tahun sudah beberapa yang di diagnosis mengalami kanker payudara bahkan ada satu teman seangkatan yang meninggal karena kanker payudara.
Semakin lanjut kanker payudara yang datang semakin buruk prognosis dan pembiayaan pengobatan yang harus dikeluarkan juga bertambah besar.
Sekali lagi bagi seluruh ibu dan para wanita apalagi dengan resiko tinggi harus selalu ingat agar secara rutin memeriksa sendiri apakah ada benjolan di payudaranya.

Salam sehat,

Ari Fahrial Syam
*#GerakanAntiHoaksKesehatan*

Leave a Reply