Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Kerja…Kerja..Jangan Lupa Istirahat

Posted by Dr.Ari on 20th April and posted in opini for public

Kerja..Kerja…Jangan Lupa Istirahat

Ada saja berita bahwa kita kehilangan teman kerja pada usia yang masih muda. Kepergian  rekan sekerja bisa berhubungan jam kerja yang belebihan dihubungkan dengan  tuntutan pekerjaan.

Hal ini menjadi pelajaran buat kita para dokter dan juga para pekerja profesional lain. Saya dalam beberapa kesempatan juga sering ngobrol dengan teman-teman sejawat lain dari Singapura, Malaysia, Thailand Filipina, Jepang, agak kaget bahwa kami para dokter di Indonesia ini bekerja tanpa henti dari pagi sampai malam bahkan ada yang bekerja sampai dinihari.

Begitu pula teman-teman yang bekerja di meja operasi dimana memang kondisi pasien yang overload sehingga akan terus bekerja. Kalau kita menilik aturan ketenaga kerjaan di republik kita khususnya untuk pegawai negeri sipil, pemerintah sudah membuat aturan bahwa jam kerja 8 jam sehari jika bekerja 5 hari kerja dan 7 jam jika bekerja 6 hari kerja.

Diluar jam kerja tersebut akan diganjar sebagai kerja lembur. Untuk para dokter yang bekerja di Puskemas dan di lingkungan Pemda juga bekerja aturan seperti itu. Mereka akan bekerja sesuai jam kerja.

Di sisi lain memang para dokter dapat  memiliki 3 surat izin praktek sehingga dapat bekerja di 3 tempat. Kalau dokter tersebut bekerja di RS pemerintah baik pusat maupun daerah, mereka akan menggunakan 1 SIP di rumah sakit pemerintah dan 2 SIP tersebut di rumah sakit swasta.

Oleh karena para dokter kita akan bekerja dengan jam kerja yang panjang. Pagi dan sore bekerja di RS pemerintah, sore sampai malam bahkan tengah malam akan bekerja di 2 RS swasta.

Saat ini sebagian RS pemerintah juga memiliki tempat prektek sore atau wing swasta sehingga bisa saja sore dan malamnya berlanjut di RS yang sama.

Sebagian para dokter akan membatasi jumlah pasiennya sebagian tidak membatasi jumlah  pasiennya. Idealnya memang RS atau pelayanan kesehatan punya aturan yang tepat berapa pasien yang dapat dilayani di poliklinik dan berapa banyak pasien yang bisa dilakukan visitasi setiap hari.

Selain itu juga ada pembatasan berapa banyak jumlah pasien atau jumlah jam operasi yang bisa dilakukan oleh seorang dokter. Masalah waktu istirahat para dokter ini menjadi penting mengingat kebugaran dokter berhubung dengan patient safety.

Selain itu kelelahan buat dokter akan berdampak buruk buat kesehatan. Apalagi para dokter yang bekerja di meja operasi dimana dituntut untuk datang kembali ke RS untuk melakukan tindakan operasi.

Saat ini di era jaminan kesehatan nasional dimana BPJS sebagai tulang punggung, jumlah kasus yang berobat di RS dan jumlah kasus tindakan menjadi melonjak terutama untuk RS tipe C dan tipe B. Masyarakat sudah mengetahui hal ini dan sebagian besar memang memanfaatkan secara optimal. Apalagi prinsipnya  semua kasus bisa ditangani dengan pembiayaan yang sepertinya tidak terbatas saat pasien berada di RS rujukan tipe A.

Dalam kondisi seperti ini peran dokter, perawat, bidan dan para petugas di RS tipe tertentu akan dituntut lebih besar kerjanya  karena RS berlomba-lomba untuk meraih pasien sebanyak-banyaknya tentu pada kasus-kasus yang hitungan INA CBGs nya cukup. Sedang pada kasus yang kira-kira hitung-hitungannya tidak masuk pasien akan dirujuk ke pelayanan kesehatan dengan tipe yang lebih tinggi.

Kembali lagi mengenai jam kerja, tetap akhirnya kita sendiri yang harus bisa mengukurnya. Bagi seseorang memang rasanya 24 jam kerja tersebut kurang tetapi kita harus selalu ingat bahwa tubuh kita ini bukan mesin.

Kita berusaha berada dalam kondisi kerja 8 jam untuk kerja berat, 8 kerja untuk bekerja ringan dan 8 kerja untuk istirahat. Waktu tidur harus diusahakan optimal, 6 jam  tidur di malam hari sudah cukup untuk membuat kita segar di pagi hari.

Di seling waktu bekerja tidur terlelap sesaat kadang kala dibutuhkan untuk membuat kita merasa segar kembali. Suplemen termasuk kopi dapat digunakan untuk kesegaran tetapi tetap juga harus digunakan dengan bijaksana misanya sebanyak-banyak hanya 3 cangkir sehari-semalam.

Bahkan pada orang2 tua karena masalah kesehatan yang tidak bisa mengosumsi cafein berlebihan jumlah kopi yang diminum 1 cangkir sehari sudah cukup. Tetapi seberapa banyak dan canggih yang kita konsumsi untuk  tubuh yang lelah obatnya tetap hanya istirahat.

Sebagaimana kita ketahui, pemenang nobel kedokteran bebera tahun lalu jatuh pada penemu jam biologis. Hal ini seperti mengingatkan  kepada semua umat manusia bahwa keberadaan siang malam ini menandakan kepada kita ada waktu kerja dan ada waktu istirahat. Irama sirkardian tubuh juga sejalan dengan waktu  siang dan malam.

Ada hormon2 yang dilepaskan tubuh saat malam dan jika kondisi kita sedang bekerja tentu pengeluaran hormon ini tidak optimal. Ketika malam kita jadikan waktu bekerja dan pagi juga tetap bekerja dan hanya beristirahat di waktu-waktu tertentu  maka kita akan terpapar dengan berbagai kondisi penyakit.

Tubuh akan stress dengan kondisi yang tidak teratur tersebut. Apalagi jika gaya hidup seseorang dengan waktu kerja yang tidak teratur tidak hidup sehat misalnya merokok dan minum alkohol, mengosumsi makan yang berlebih-lebihan dengan jumlah kalori yang tinggi yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Banyak mengosumsi daging merah dan lemak berlebihan tanpa diimbangi konsumsi sayur dan buah-buah yang cukup.

Selain itu juga kurang bergerak tidak melakukan olah raga secara teratur. Saat ini ada cara agar gerak kita optimal misal melangkah 6000 langkah sehari atau berjalan minimal 30 menit bisa kita lakukan mengganti waktu olah raga.

Stress karena waktu istirahat yang tidak cukup dan tidak teratur  dengan waktu tidur yang tidak cukup pada malam hari memang berisiko untuk berbagai apalagi jika pekerjaan yang dilakukan dengan tingkat stress yang tinggi. Berbagai penyakit yang dicetuskan karena stress dari yang akut maupun yang kronis.

Beberapa  penyakit akut dan berakhir fatal antara lain serangan jantung atau pecah pembuluh darah otak. Kondisi ini bisa membuat istri kehilangan suami memabuatnya menjadi janda di usia yang relatif muda atau anak2 balita menjadi yatim padahal masih memerlukan kehadiran seorang ayah baik secara kejiwaan maupun secara finasial.

Para orang tua akan kehilangan anak-anak hebatnya. Oleh karena itu  untuk para dokter, kalau sistim di RS belum mau mengatur atau enggan mengatur karena memang butuh banyak pasien dan tindakan dari dokter, anggota keluarga harus mengingatkan hal tersebut. Memang kerja dengan volume yang tinggi dibidang kesehatan akan menghasilkan rupiah yang besar tapi apalah artinya kesenangan tersebut karena hanya dinikmati sesaat.

Infeksi akut  yang berhubungan dengan daya tahan tubuh yang menurun misal infeksi saluran nafas atas, infeksi saluran nafas bawah, infeksi usus temasuk demam tifus, infeksi karena nyamuk seperti demam berdarah dengue serta infeksi hepatitis virus merupakan infeksi yang terjadi pada seseorang karena daya tubuh yang menurun.

Penyakit kronis lain yang terjadi karena faktor stress adalah kambuhnya penyakit kronis antara lain penyakit akibat asam lambung seperti GERD atau sakit lambung,  sindrom usus sensitif, penyakit asma yang bolak balik kambuh, penyakit diabetes melitus dan hipertensi yang kambuh karena stress atau sindrom kelelahan.

Penyakit kanker yang timbul pada seseorang walau terjadinya kanker tersebut  multi faktor, ternyata stress mempunyai kontribusi untuk seseorang terkena kanker dan mengalami perburukan pada kankernya jika stressnya tidak bisa dikendalikan.

Jika kondisi stress berkepanjangan bisa saja terjadi gangguan fisik yang berlangsung secara kronis yang disebabkan oleh faktor psikis ini selanjutnya sering disebut sebagai gangguan psikosomatik, gangguan kesehatan yang sering dialami karena seseorang stress.

Gangguan psikosomatik terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan saraf otonom, sistim-hormonal tubuh, gangguan organ-organ tubuh serta sistim pertahanan tubuh.

Akhirnya kita selalu ingat dan anggota keluarga harus selalu mengingatkan bahwa tubuh manusia bukan mesin dan tubuh manusia harus istirahat. Istirahat yang baik sesuai dengan sirkardian tubuh.

Malam untuk istirahat dan siang untuk bekerja. Tetapi karena tuntunan pekerjaan bisa saja kita harus bekerja dimana orang lain sedang tertidur lelap, tetapi tetap ada waktu kita juga bisa tidur terlelap di malam hari tanpa gangguan atau panggilan dari RS.

Tuntunan pekerjaan memang membuat kita harus profesional, tetapi sekali lagi tubuh juga butuh waktu untuk istirahat.

Salam sehat,
Dr.Ari F Syam

 

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28