Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Hepatitis C kronis, sirosis hati dan kanker hati

Posted by Dr.Ari on 4th September and posted in Gastrointestinal Problem

Hepatitis C kronis, sirosis hati dan kanker hati

Masyarakat mulai diingatkan lagi akan bahaya hepatitis virus dengan merebaknya vaksin palsu, dimana salah satu vaksin yang dipalsulkan adalah vaksin hepatitis B. Beberapa waktu yang lalu kita juga mendengar terjadinya wabah hepatitis virus pada fasilitas pendidikan di salah satu SMA di Depok dan kampus IPB yang disebabkan oleh infeksi hepatitis virus A. Hepatitis virus juga menyerang Dahlan Iskan mantan Menteri BUMN yang menyebabkan beliau mengalami kanker hati dan menjalani tranplantasi hati di China dan alhamdulillah masih sehat. Kesadaran akan penyakit ini juga harus bisa ditumbuhkan lagi ketika kita mendengar bahwa meninggalnya tokoh nasional mantan menteri Adi Sasono dihubungkan dengan kanker hati dan karena infeksi virus hepatitis C.

Terus terang sebagai seoarang dokter penyakit dalam saya melihat masyarakat kurang peduli terhadap penyakit hepatitis, masyarakat lebih waspada terhadap kanker atau sakit jantung, padahal penyakit infeksi hepatitis virus cukup tinggi di masyakat kita. Saat ini 1 dari 12 penduduk dunia mengalami hepatitis B atau hepatitis C dan penyakit ini menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit kronis dan kematian lebih parah dari TBC, HIV atau Malaria.

Masyarakat memang harus selalu diingatkan akan bahaya infeksi virus ini. Rasanya kita selalu mendengar ada saja dalam keluarga kita yang pernah sakit kuning.

Sejauh ini ada beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan radang hati atau hepatitis. Adapun virus hepatitis yang ada antara lain Hepatitis virus A,B,C,D dan E. Dari virus hepatitis yang ada ini virus hepatitis B dan C merupakan dua virus yang memang bisa menyebabakan penderitanya mengalami hepatitis kronis, berlanjut menjadi sirosis hati bahkan sampai kanker hati seperti yang terjadi pada almarhum Adi Sasono.

Pasien dengan hepatitis B kronis atau hepatitis C kronis biasanya tidak mengalami gejala akut. Pasien tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat infeksi hepatitis B atau C. Perlahan tapi pasti pasien yang sudah terkena infeksi virus hepatitis mengalami kerusakan pada hatinya sampai terjadi penciutan hati atau sirosis hati. Perjalanan dari mulai terinfeksi virus sampai siosis hati bisa berlangsung selama 5 tahun. Kondisi liver yang sudah mengalami sirosis dengan jumlah virus dalam tubuh yang masih tinggi akan menyebabkan sebagian liver akan berubah menjadi ganas dan terjadi kanker hati. Hakekatnya infeksi virus hepatitis dengan perjalanan waktu dapat menyebabkan kanker hati. Vaksinasi akan menyebabkan seseorang terhindar dari infeksi virus hepatitis B dan terhindar dari kanker hati. Tapi untuk hepatitis C sampai saat ini belum ada vaksin yang didapatkan. Setiap tahun 3-4 juta penduduk dunia menjadi penderita baru hepatitis C setiap tahunnya.

Bagaimana kita mengetahui bahwa kita menderita hepatitis? Hanya dengan pemeriksaan adanya darah kita dapat mengetahui apakan kita menderita infeksi ini. Sebaliknya kalau sudah mengalami gejala sepeti perut bengkak, kaki bengkak bahkan terjadi muntah darah, maka sebernarnya infeksi hepatitis yang dialami sudah lanjut.

Bagaimana virus hepatitis B atau C menular merupakan hal yang penting? Penggunaan transfusi darah, pengunaan jarum suntik, penggunaan benda tajam bersama serta hubungan seksual bisa menjadi penyebab berpindahnya virus dari satu orang kepada orang lain. Selain faktor tadi untuk hepatitis B virus  atau virus hepatitis C ini bisa diturunkan dari ibu hamil kepada janinnya. Secara khusus yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah penggunaan alat pribadi secara bersama misal sikat gigi, pisau cukur, jarum suntik termasuk gunting kuku.

Bagaimana kalau kita sudah diketahui terinfeksi? Saat ini sudah ada obat antivirus baik untuk hepatitis B maupun C walau biaya pengobatannya masih mahal. Termasuk juga untuk pemeriksaan jumlah virus baik untuk hepatitis virus B atau C juga masih mahal. Untuk pasien yang sudah diketahui hepatitis B atau C yang karena berbagai alasan tidak diobati harus kontrol teratur untuk melihat progresifitas dari perjalanan penyakitnya. Apalagi jika sudah mengalami sirosis hati maka harus dilakukan pemeriksaan USG rutin untuk mengetahui apakah sudah terbentuk kanker hati pada pasien yang mengalami sirosis hati.

Akhirnya kita juga sudah harus peduli untuk infeksi virus hepatitis, WHO sudah mengingatkan masyarakat dunia agar peduli terhadap infeksi ini dengan menetapkan 28 Juli sebagai Hari Hepatitis Dunia. Cek apakah kita menderita hepatitis B atau C dengan pemeriksaan darah, berobat yang teratur dan tetap kontrol untuk pasien sudah diketahui menderita hepatitis kronis. Semakin dini kanker ditemukan semakin mudah terapi yang akan dilakukan.

Salam sehat,

Dr.Ari F Syam

 

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28