Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Siapa Media online paling peduli nasib dokter?

Posted by Dr.Ari on 13th November and posted in opini for public

Siapa Media online paling peduli nasib dokter?

 

Kemarin kita mendengar kabar bahwa ada seorang dokter muda Dr. Dionisius Giri Samudera lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin meninggal dunia saat bertugas di Dobo, Kabupaten Kepulaun Aru, Maluku. Yang membuat kita terenyuh bahwa beliau terlambat dievakuasi ke layanan kesehatan yang lebih lengkap karena keterbatasan sarana transportasi. Informasi mengenai saat kritis dan perlu dievakuasi sampai meninggalnya almarhum menjadi pembicaraan terus menerus diantara para dokter dan di grup-grup WA, facebook dan media sosial lainnya khususnya di kalangan tenaga kesehatan. Apalagi kepergian dokter muda yang sungguh tragis dan memilukan ini terjadi saat pembukaan muktamar IDI di Istana Wakil Presiden dimana Pak Wapres sempat menyampaikan tentang masalah distribusi dokter, sistim rujukan dan wacana ingin memPNSkan langsung dokter baru lulus. Secara kebetulan pula kejadian ini 1 hari sebelum Hari Kesehatan Nasional yang jatuh tanggal 12 November 2015. Sehingga hari ini para dokter melalui jejaring sosial saling menghimbau untuk mengenai pita hitam dan melakukan kegiatan mengheningkan cipta hari ini untuk mengenang kepergian almarhum.

 

Menurut saya ini merupakan berita yang perlu diangkat atas pengorbanan seorang anak bangsa dan kejadian ini punya banyak makna, pemerataan pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana transportasi yang terbatas dan yang terpenting ada ribuan dokter lain yang sedang berjuang untuk rakyat terpapar dengan kondisi jika sakit berat akan tidak tertolong dan meninggal. Hal inipun berisiko untuk semua penduduk dan masyarakat didaerah terpencil. Saya coba untuk melihat siapa media online yang paling cepat mengangkat berita ini (dalam 12 jam setelah berita meninggalnya dokter tersebut) dan mengapresiasi sebagai “Media Peduli Nasib Dokter”. Hal yang saya lakukan untuk penilaian ini dengan menggunakan mesin pencari berita yaitu google. Keyword yang saya gunakan nama dokter yang meninggal tersebut yaitu “Dionisius Giri Samudera”. Saya juga melakukan penelusuran dibatasi dalam 24 jam terakhir.

Fakta berbicara ternyata hanya beberapa media online yang peduli tentang kejadian tragis meninggalnya dokter tersebut dan mengangkat menjadi berita.

 

Berita pertama muncul dari Tribun Timur dengan judul Dokter Muda Ini Dilaporkan Meninggal Dunia Karena Sakit Saat Tugas dan Tak Punya Biaya Evakuasi. Berita berikutnya dari Health liputan6.com Virus Campak Renggut Nyawa Dokter Muda di Kepulauan Aru. Selanjutnya pojok Sulsel, Kasihan… Dokter Asal Makassar Kritis di Kepulauan Aru. Bahkan pojok Sulsel terus berlanjut membicarakan informasi tentang dokter tersebut sampai mengabarkan bahwa dokter tersebut meninggal: Innalillah… Dokter Asal Makassar di Kepulauan Aru Meninggal Dunia. Saya juga mengapresiasi media online Republika yang menurunkan berita tentang nasib dokter dalam 3 berita: Kematian Dionisius, IDI Makassar Imbau Kenakan Pita Hitam di HKN, Musibah Dokter PTT di RS Cendrawasih Dobo | Republika Online, Sulit Dievakuasi, Dokter PTT Meninggal di Kepulauan Aru Media online lain yang juga memberitakan seputar dokter ini adalah tabloid bongkar.com dengan judul Memprihatinkan Dokter Asal Makassar Kritis di Kepulauan Aru

Dengan menggunakan kriteria paling cepat memberitakan secara online dalam waktu kurang dari 12 jam setelah meninggalnya Dr. Dionisius Giri Samudera dan kurang dari 24 jam pemberitaan saat dokter ini dalam keadaan kritis dan butuh evakuasi maka saya mengapresiasi media online ini sebagai media yang paling peduli nasib dokter yaitu Tribun Timur, Health liputan6.com, Republika.co.id, Pojok Sulsel dan Tabloid Bongkar. Saya mengusulkan kepada IDI untuk memberikan penghargaan kepada media online yang disebut ini atas kepeduliannya terhadap nasib dokter. Penghargaan lain juga bisa diberikan oleh IDI untuk mengapreasi media cetak yang sudah memberitakan kematian dokter muda ini pada edisi hari ini dan juga media TV yang juga sudah memberitakan tentang kepergian dokter muda ini.

 

Buat kami para dokter peduli atau tidak pedulinya media, dokter akan terus mengabdi untuk kemanusiaan karena memang tugas profesi ini mengurus masalah kesehatan masyarakat sekalipun nyawa taruhannya. Peristiwa meninggalnya dokter muda tidak akan pernah menyurutkan niat anak-anak pintar Indonesia untuk mau menjadi dokter dan siap ditempatkan di daerah yang sesulit apapun. Karena faktanya saat inipun ada ribuan dokter baik dokter PTT dan dokter internship yang berada didaerah-daerah terpencil di Indonesia.

 

Tetap semangat dokter Indonesia,

 

Dr.Ari Fahrial Syam

 

25 tahun berprofesi dokter dimulai sebagai dokter PTT selama 3 tahun di daerah terpencil

 

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28