Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Takjub. . berdoa di Masjidil haram: dalam 24 jam dompet itu kembali

Posted by Dr.Ari on 10th September and posted in opini for public

Selalu ada cerita takjub selama kita melakukan ibadah haji, hal ini terjadi juga pada saat saya berangkat haji pertama kali tahun 2003/2004. Hari hari itu merupakan hari menjelang Arafah. Saya masih ingat saat saya melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah setelah sholat Subuh dan berusaha mencium Hajaral Aswad saya kehilangan dompet saya. Sebelumnya memang sudah diingatkan bahwa kita harus hati-hati dan bisa saja “kecopetan” di dekat Ka’bah. Sepertinya saya kurang mempedulikan peringatan itu dan dompet tetap saya taruh di dompet belakang. Ketika saya menyadari dompet saya raib saya langsung menepi dan mohon ampun kepada Allah dibelakang Maqam Ibrahim salah satu tempat dimana doa kita akan diijabah Allah. Jika kita menyitir kitab Qadhaya fi al Hajj wa al Umrah, Dr. Abla Muhamad Al Kahlawi menyebutkan bahwa “di antara fadhilah Maqam Ibrahim adalah dikabulkannya setiap do’a yang dipanjatkan di tempat tersebut”. Saat itu saya yakin Allah akan mengabulkan doa saya, saya mohon ampun kepada Allah atas berbagai kelalaian saya dan berdoa kepada Allah agar dompet saya bisa kembali karena didalamnya ada KTP dan kartu2 penting lainnya. Saya juga berdoa dan merelakan uang riyal saya hilang. Setelah menyelesaikan ibadah pagi itu saya juga melaporkan ke tempat “lost and found” untuk melaporkan kalau dompet saya hilang dan diminta untuk kembali lagi keesokan harinya kalau2 ada orang yang mengantarkan dompet ke tempat tersebut.

Subhanallah, percaya tidak percaya keesokan harinya saat saya yang kebetulan menjadi petugas “tim kesehatan haji daerah” berkumpul untuk briefing pagi, salah satu teman dokter sesama petugas menyerahkan dompet saya masih utuh hanya uang riyal saja yang hilang. Seperti mimpi rasanya, teman saya bercerita kemarin sore ada jamaah di kloter yang menyerahkan dompet tersebut karena saat diperiksa KTP yang terdapat dalam dompet tersebut milik dokter. Jamaah tersebut mendapatkan dompet tersebut dari jamaah Turki yang kebetulan menemukan dompet tersebut dan mengetahui kalau pemiliknya orang Indonesia dan diserahkan pada jamaah orang Indonesia.

Secara logika rasanya tidak mungkin ketika Ka’bah sudah dipenuhi jutaan orang dompet tersebut bisa kembali kepada saya dalam waktu 24 jam.
Akhirnya memang kita harus percaya janji Allah, jika berdoa dengan sungguh2 apalagi di tempat yang sudah dijanjikan Allah, Insha Allah doa kita akan terkabul…buat saudara2 ku yang sedang berada di Masjidil Haram mohon ampun dan berdoalah dan yakinlah Allah akan mengabulkan doa anda..

AFS- Tim Kesehatan Haji Daerah Prop. DKI Jaya 2003/2004

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28