Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Makanan takjil beracun terus beredar di tengah di masyarakat.

Posted by Dr.Ari on 28th June and posted in Gastrointestinal Problem

Makanan takjil beracun terus beredar di tengah di masyarakat.

Beberapa hari yang Plt Gubernur Banten, Rano Karno melakukan sidak di pasar modern BSD dan mendapat bahwa ada makanan takjil yaitu kolang kaling dan tahu yang mengandung formalin ditemukan di pasar tersebut. Padahal pasar modern BSD tersebut telah menjadi percontohan untuk menjadi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya di Provinsi Banten, dan telah di intervensi sejak tahun 2013. Di Depok, kemarin Sabtu, 27 Juni 2015, Polresta Depok menyita lebih 8000 tahu yang mengandung formalin dan menangkap pemilik pabriknya. Tersangka pemilik “pabrik tahu” tersebut dijerat UU Pasal 136 UU RI nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.10.000.000 (sepuluh milyar rupiah). Berita seputar makanan yang dicampur dengan zat beracun selalu ada dan tampaknya bukan berkurang malah makin bertambah.

Sabtu sore kemarin, tanggal 27 Juni 2015, saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pusat takjil terkenal di Jakarta yaitu pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Secara kebetulan sore itu saya melihat secara sekilas kalau Pak Ahok dengan jajarannya ternyata juga sedang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pusat takjil terkenal di Jakarta tersebut khususnya untuk melihat kualitas makanan yang ada. Setali dua uang, di pusat penjual takjil terkenal di Jakarta tersebut ternyata mengandung makanan Takjil beracun. Saat itu Mobil keliling BPOM juga memperagakan hasil razia mengenai makanan yang sudah tercemar bahan berbahaya tersebut. Surprised saya mendapat keterangan kalau ternyata makanan takjil yang tersedia lebih dari 10 % mengandung bahan berbahaya antara lain mengandung formalin, rhodamin B, boraks dan methanil yellow.

Apa yang saya lihat ini sejalan dengan apa yang saya dapat di poliklinik sebagai seorang dokter spesialis penyakit dalam, bahwa sebagian besar pasien2 yang datang ke RS yang batal puasa dalam 10 hari pertama bulan Ramadhan ini, berhubungan dengan gangguan pencernaan. Hasil wawancara dengan pasien biasanya mereka mengalami gangguan pencernaan malam hari atau saat sahur dan ini berhubungan dengan makanan atau minuman yang dikonsumsi saat buka puasa. Diare merupakan penyebab terbesar kenapa mereka batal puasa. Diare umumnya timbul pada pagi hari. Penyebab utama diare adalah konsumsi makanan yang tidak tepat. Makanan terlalu pedas dan asam menjadi pencetus kenapa mereka mengalami diare. Belum lagi makanan yang dicurigai sudah terkontaminasi bahan berbahaya dan tetap dikonsumsi, dicurigai menjadi penyebab kenapa pasien yang batal tersebut mengalami diare. Informasi ini menjadi penting agar masyarakat muslim yang menjalami puasa harus pandai-pandai memilih makanan dan minuman untuk berbuka dan sahur. Selain diare nyeri ulu hati juga hal yang dikeluhkan disampaikan oleh pasien yang sedang berpuasa. Nyeri ulu hati memang tidak sampai membatalkan puasa tapi untuk sebagian pasien nyeri ulu hati sangat mengganggu.

Kembali atas hasil pemeriksaan oleh mobil laboratorium keliling yang dilakukan oleh BPOM DKI Jaya di pusat makanan dan minuman takjil pasar Benhil Jakarta Pusat, ternyata makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya tersebut ada pada mie, kerupuk, kolang kaling, cendol dan makanan lain untuk buka puasa. Mie dan kerupuk berwarna kuning dan merah ternyata mengandung boraks dan rhodamin B. Cendol yang berwarna hijau ternyata mengandung perwarna tekstil. Kolang kaling pun ternyata juga mengandung zat beracun. Saya sempat bertanya kepada salah satu petugas BPOM yang ada di lapangan, ternyata temuan zat beracun pada makanan di Jakarta sebanyak 17 % dan ini berarti hampir dua kali lipat dari temuan yang ada di seluruh Indonesia yang mencapai 10 %.

 

Kalau kita melihat dampak kesehatan zat beracun ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Konsumsi Rhodamin B dalam jangka panjang dapat terakumulasi di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan hati dan akhirnya dapat menyebabkan kanker hati dan gagal ginjal. Formalin bagi tubuh manusia diketahui sebagai zat beracun, karsinogen (menyebabkan kanker), mutagen (menyebabkan perubahan sel, jaringan tubuh), korosif dan iritatif. Uap dari formalin sendiri sangat berbahaya jika terhirup oleh pernafasan dan juga sangat berbahaya dan iritatif jika tertelan oleh manusia.

Dampak buruk bagi kesehatan pada seorang yang terpapar dengan formalin dapat terjadi akibat paparan akut atau paparan yang berlangsung kronik. Apa yang terjadi pada masyarakat kita yang menkonsumsi makanan yang mengandung formalin tentunya paparan ini berlangsung kronik. Dampak buruk bagi kesehatan jika terpapar formalin secara kronik dan berulang-ulang antara lain sakit kepala, radang hidung kronis (rhinitis), mual-mual, gangguan pernafasan baik berupa batuk kronis atau sesak nafas kronis. Gangguan pada persyarafan berupa susah tidur, sensitive, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas. Pada manusia penggunaan formalin jangka panjang dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan.

 

Saat ini penyakit gagal ginjal dengan tindakan cuci darahnya merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan dana Badan Penyelenggata Jaminan Sosial (BPJS) terkuras. Begitu pula kanker juga menjadi penyakit utama yang mendominasi untuk kasus2 yang menghabiskan dana BPJS.

Ini merupakan tugas pemerintah daerah untuk melindungi rakyatnya dari bahan-bahan berbahaya dan harus ada efek jera bagi para pelaku yang telah meracuni masyarakat. Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam akan hal ini, pemerintah daerah tidak boleh melakukan pembiaran atas usaha pihak2 yang sedang meracuni masyarakat. Kalau tidak ada tindakan tegas temuan ini tidak ada artinya. Saya juga melihat bahwa para penjual yang makananya mengandung bahan beracun tetap berjualan dan masyarakatpun tetap membeli makanan dan minuman yang berbahaya tersebut karena ketidaktahuan bahwa dibalik makanan dan minuman tersebut mengandung racun.

Akhirnya masyarakatlah yang harus melakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari makanan dana minuman yang beracun dengan tidak membeli makanan dan minuman yang mencurigai tersebut.

Sekali lagi razia, inspeksi mendadak ataupun namanya yang sudah dilakukan tidak ada gunanya jika tindakan tegas tidak dilakukan. Kasihan masyarakat yang menjual makanan yang aman yang bebas dari zat beracun, karena sebagian masyarakat yang mendapat informasi tentang sidak ini memilih untuk tidak mengonsumsi makanan yang dicurigai yang mengandung makanan yang beracun tersebut.

 

Salam sehat,

Dr.Ari Fahrial Syam

Klinisi dan pengamat kesehatan

 

Hasil temuan makanan yang mengandung racun

Hasil temuan makanan yang mengandung racun

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28