Persiapan menuju wukuf Arafah

In: opini for public

3 Sep 2014

Persiapan menuju wukuf Arafah

Mulai minggu ini saudara kita jamaah haji mulai diberangkatan ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji. Tahun ini jumlah jamaah haji Indonesia sebanyak 168.800 jamaah, yang terdiri atas 155.200 jemaah haji reguler dan 13.600 jemaah haji khusus. Para jamaah akan melalui penerbangan panjang dan melelahkan. Bagi yang baru pertama kali naik pesawat terbang perjalanan panjang ini juga bisa menjadi sesuatu yang sungguh melelahkan. Kloter-kloter  rombongan haji yang pertama sebagian berangkat langsung ke Madinah sebagian ke Jeddah dan selanjutnya akan  menuju Madinah terlebih dahulu untuk ziarah ke Masjid Nabawi. Selama di Madinah jamaah haji akan melaksanakan   Sholat Arbain (Sholat berjamaah 40 waktu)  di Mesjid Nabawi. Umumnya para jamaah berusaha untuk dapat melaksanakan Sholat Arbain ini dengan lengkap. Yang harus diperhatikan udara panas dan aktifitas di udara terbuka yang sebaiknya dihindari. Bahkan diinformasikan bahwa suhu udara Madinah di siang hari bisa mencapai 40-50 derajat celcius.

Selain faktor cuaca keadaan lain yang dapat memperburuk kesehatan para jamaah adalah kelelahan akibat perjalanan yang lama dan melelahkan. Selain itu   proses naik dan turun kendaraaan dari bandara menuju penginapan juga akan menyebabkan kelelahan tersebut makin menjadi. Belum lagi proses pembagian kamar yang kadang kala berlarut-larut yang pada akhirnya keadaan ini akan membuat kelelahan para jamaah semakin menjadi. Oleh karena itu hal yang perlu dicermati oleh para jamaah dan para pimpinan kelompok adalah  agar bagi para jamaah tersedia waktu  istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan.  Rasa bersyukur dan ingin segera melihat Masjid Nabawi serta ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW kadang kala mengalahkan rasa lelah yang ada selama perjalanan dan sampai dipenginapan. Walau bagaimanapun secara keseluruhan tubuh kita juga perlu istirahat walau kadang kala semangat yang ada dapat mengalahkan kelelahan tersebut. Para jamaah haji harus selalu diingatkan bahwa puncak rangkainan haji adalah wukuf di Arafah yang masih akan terjadi beberapa minggu kedepan.

Anjuran minum yang cukup harus dilaksanakan oleh para jamaah agar tidak jatuh kedalam dehidrasi atau  kekurangan cairan yang akan memperburuk kesehatan akibat udara panas ekstrim tersebut. Selama di Mesjid diusahakan untuk tetap minum, tempat-tempat penampungan minum yang berisi air zam-zam  selalu tersedia didalam dan diseputar Masjid Nabawi. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi karena dengan mengkonsumsi minuman tersebut akan memperberat dehidrasi. Jika buang air kecil kita menjadi lebih keruh dan berwarna kuning pekat hal ini merupakan tanda  bahwa kita harus meningkatkan untuk mengonsumsi air.

Kepada para jamaah haji juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera berhubungan dengan petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila timbul masalah dengan kesehatan. Hal ini penting agar gangguan kesehatan yang terjadi  dapat segera diatasi dan tidak berlarut, perlu diingat karena kontak 1 jamaah dengan jamaah lain cukup dekat maka jika ada salah satu jamaah yang mengalami flu berupa batuk pilek akan mudah menularkan kepada yang lain. Oleh karena itu sesama jamaah untuk selalu mengingatkan apabila ada anggota kelompoknya yang sakit untuk menghubungi petugas kesehatan yang memang seharusnya ada di kloter tersebut dan siap untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji.

Dengan memperhatikan dan mengantisipasi adanya udara panas mudah-mudahan para jamaah khususnya kloter-kloter  pertama yang langsung menuju kota Madinah dapat tetap melaksanakan Sholat Arbain dengan baik dan sekali lagi perlu diingat tujuan dari rangkaian perjalanan haji itu sendiri adalah puncak Ibadah Haji melaksanakan rukun dan wajib haji di Kota Mekah termasuk wukuf di Arafah. Oleh karena itu para jamaah harus tetap menjaga kesehatan sampai puncak ibadah haji di Padang Arafah dan tentunya untuk persiapan kembali ketanah air.

Persiapan sebelum berangkat

Bagi para jamaah yang akan berangkat, diminta terus untuk menjaga kesehatan dan tetap melakukan olah raga rutin. Secara khusus tidur yang cukup sebelum hari keberangkatan ke tanah suci. Bagi calon jamaah haji yang menderita penyakit kronis jangan lupa untuk juga membawa obat-obat yang memang harus dikonsumsi rutin dan obat-obatan sederhana antara lain obat anti diare, obat sakit kepala, obat batuk dan obat flu, obat anti alergi serta obat anti mual-muntah.

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar fisik tetap prima sampai puncak ibadah haji:

  1. Sebelum berangkat selalu menjaga kesehatan dan olah raga rutin
  2. Bawa obat-obat rutin yang dikonsumsi bagi yang berpenyakit kronik dan selalu membawa obat-obat sederhana seperti obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, obat anti mual-muntah.
  3. Selama di Arab Saudi, minum banyak 3-4 liter untuk cegah dehidrasi, lihat warna urin untuk melihat apakah telah terjadi dehidrasi.
  4. Tetap makan dan memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.
  5. Jangan menunda untuk menkonsumsi jatah makanan yang baru dibagikan.
  6. Para jemaah menjaga agar bisa istirahat saat sampai dipenginapan.
  7. Segera konsultasi ke petugas kesehatan di kloter jika mempunyai permasalahan kesehatan.
  8. Banyak konsumsi buah dan sayur-sayuran.
  9. Hindari aktifitas yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah terutama di udara terbuka karena cuaca panas.

Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB,FINASIM,FACP (mantan Tenaga Kesehatan Haji Daerah dan Tenaga Kesehatan Haji Khusus-ONH plus).

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

September 2014
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
September 2014
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930