Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Brasil kalah Telak, Serangan Jantung Meningkat

Posted by Dr.Ari on 9th July and posted in Soccer News

Brasil kalah Telak, Serangan Jantung Meningkat

Rasanya setengah tidak percaya dan seperti dalam mimpi atau istilah Inggris yang tepat kita gunakan “unbelievable” ketika Brasil kalah telah dari Jerman di semifinal piala dunia 2014 dengan skor 7-1. Malu akan bertambah ketika kekalahan telak pada pertandingan tersebut terjadi di kandang sendiri. Seperti baru bermain bola dan hal yang tidak mungkin terjadi Brasil dipencudangi oleh Jerman. Rasa sedih dan malu pasti akan dialami masyarakat Brasil apalagi pertandingan piala dunia baru mencapai semifinal.
Kekalahan telak di semifinal pasti akan membawa dampak kepada masyarakat Brasil. Serangan jantung diprediksi akan meningkat pada masyarakat Brasil yang berumur 40 tahun keatas. Sebagaimana kita ketahui stress dan rasa kecewa yang berlebih-lebihan dan tidak sesuai harapan lebih-lebih berlangsung secara cepat akan membawa dampak dan menjadi faktor risiko untuk terjadinya serangan jantung dan stroke pada masyarakat, Serangan jantung karena penyakit jantung koroner bisa muncul dengan gejala berupa nyeri dada, biasanya nyeri menjalar ketangan kiri dan tembus kebelakang dada. Nyeri dada seperti ditekan dan berlangsung >10 menit. Selain nyeri dada pasien bisa mengalami sesak nafas, sesak nafas akan bertambah jika naik tangga atau latihan yang keras atau karena stress. Sekali lagi kalah telak Brasil di kandang sendiri bisa menjadi faktor pencetus serangan jantung bagi para fans Brasil terutama bagi masyarakat Brasil yang saat ini menjadi tuan rumah piala dunia.
Apa yang saya prediksi ini didasarkan fakta dan bukti klinis sebelumnya. Satu laporan penelitian pada salah satu jurnal ilmiah kedokteran Brasil (Arquivos Brasileiros de Cardiologi) melaporkan hal ini tahun lalu (Juni 2013). Penelitian ini dilakukan oleh Borges dkk dari Fakultas Kedokteran Universitas Sao Paolo, Brasil. Laporan penelitian pada jurnal tersebut menyebutkan bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian di Brasil dan serangan jantung sebagai manifestasi utama penyakit jantung koroner meningkat selama berlangsungnya piala dunia. Penelitian ini dilakukan selama 4 piala dunia tahun 1998-2002-2006-2010. Pada pengamatan 4 piala dunia tersebut ternyata terjadi peningkatan serangan jantung pada setiap pertandingan Brasil di piala dunia tersebut. Penelitian dengan cara observasi ini dengan melihat data dari sistim informasi rumah sakit kementerian kesehatan Brasil. Dari 469.679 pasien yang dirawat karena serangan jantung, ternyata 155.592 (33,1 %) kasus serangan jantung tersebut terjadi selama pertandingan piala dunia periode Mei dan Agustus. Dari penelitian ini didapat bahwa pada pertandingan piala dunia, terjadi peningkatan kasus serangan jantung yang sampai dirawat dirumah sakit sebesar 9-16 %. Tetapi serangan jantung yang meningkat tidak meningkatkan terjadinya kematian. Hal ini bisa saja berhubungan karena pasien segera dapat mengidentifikasi terjadi serangan jantung saat awal sakit dan segera datang ke RS sehingga kematian dapat dicegah. Pada penelitian ini ternyata kemenangan pun tetap meningkatkan kejadian serangan jantung hal ini terjadi pada tahun 2002 ketika Brasil menjadi juara piala dunia tetap terjadi peningkatan serangan jantung. Kondisi ini berbeda dengan pengamatan di Perancis dimana angka kejadian serangan jantung pada pria Perancis justru menurun saat di hari Perancis menjadi juara piala dunia pada tahun 1998 seperti dilaporkan oleh Berthier di jurnal Heart tahun 2003.
Jelas sekali lagi kekalahan telak 7-1 di semifinal Piala Dunia 2014 juga bisa menjadi pencetus utama terjadinya serangan jantung. Apalagi kalau kekalahan yang menyakitkan ini juga dihubungkan dengan judi sehingga selain kekalahan yang terjadi juga menyebabkan kerugian finansial karena hasil yang ada saat ini tidak ada yang memprediksi sebelumnya dan sekali lagi sesuatu yang “unbelievable” buat pencinta sepak bola dunia.
Rasanya tidak berlebihan saat ini bagi masyarakat Brasil yang berumur diatas 40 tahun untuk segera menduga adanya serangan jantung jika terjadi nyeri dada kiri. Terutama bagi mereka dengan faktor risiko seperti kegemukan, merokok, alkohol, laki-laki diatas umur 45 tahun, penderita hipertensi, kolesterol tinggi, Diabetes mellitus dan dengan riwayat keluarga penyakit jantung koroner.

Mudah-mudahan kekalahan telak Brasil ini tidak menjadi pencetus serangan jantung fans sepak bola Brasil di Indonesia. Karena bukti klinis menunjukkan bahwa hasil pertandingan olah raga merupakan salah satu stress yang dapat mencetuskan serangan jantung dan saya memprediksi bahwa akan terjadi peningkatan serangan jantung pada masyarakat Brasil atas kekalahan ini dan kita akan tungggu laporannya di jurnal-jurnal ilmiah beberapa tahun kemudian.

Salam sehat,
Dr. Ari Fahrial Syam
Fans Sepakbola Indonesia dan Belanda.

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28