79 dokter berjuang menuju Senayan

In: opini for public

9 Apr 2014

79 dokter berjuang menuju Senayan

 

 

 

Menarik untuk melihat riwayat hidup dari masing2 caleg  DPR pemilu 2014. Sebagai seorang dokter keinginan tahu saya juga  besar mengenai para dokter yang akan mengundi nasib dalam pemilu 2014 ini untuk  meraih 1 tempat di Senayan sebagai anggota DPR RI. Saya coba menelusuri dari  Daftar Caleg 2014 yang direlease melalui website KPU dct.kpu.go.id/‎. Dari data yang ada tentu bagi para caleg yang mencantumkan gelar dokter dan dalam riwayat hidup jelas menyatakan riwayat pendidikan dokter ternyata ada 79 dokter yang bertarung untuk turut memperebutkan kursi di DPR pada pemilu 2014 kali ini. Kalau dihitung secara prosentase ternyata  caleg dengan latar berlakang profesi dokter hanya  1,2 % dari 6607 caleg DPR. Ini menunjukkan bahwa memang tidak banyak dokter yang  ingin menjadi politisi di Senayan, walau sebenarnya bangsa ini mencatat banyak tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan di prakasai oleh kalangan kedokteran antara lain lulusan STOVIA. Begitu juga pergerakan mahasiswa, selalu ada martir dari kalangan mahasiswa kedokteran. Jika kita melihat lebih jauh ternyata dari 79 dokter tersebut yang berprofesi sebagai dokter spesialis ada  14 orang. Adapun komposisi dari dokter spesialis yang terbanyak Spesialis Obstetri Ginekologi 4 orang, Spesialis Penyakit Dalam 2 orang, spesialis Rehabilitasi Medis 2 orang, dan masing-masing 1 orang dengan latar belakang dokter spesialis anak, anastesi, spesialis Bedah, spesialis radiologi, kedokteran okupasi dan dokter spesialis jiwa. Sebagian caleg dokter juga dengan titel sarjana hukum. Ada tercatat 2 orang dengan berlatar belakang guru besar  yang sebenarnya incumbent untuk turut bersaing kembali pada periode kali ini.

 

Jika melihat dari partai politik pengusung ternyata Partai Nasdem yang terbanyak mengusung dokter dibanding partai lain yaitu berjumlah 16 orang. Berikutnya yang mengusung dokter lebih dari 10 orang yaitu masing2 Gerindra 13 orang dan Demokrat 12 orang. Yang menarik partai besar seperti Golkar hanya mengusung 4 orang dokter sebagai calegnya. Memang tidak ada Partai politik yang tidak mengusung dokter dalam daftar calegnya walaupun  dengan jumlah kurang dari 5 calon seperti partai GOLKAR, partai PAN, PPP, PKB, HANURA, PBB dan PKPI. Sedang PKS mengusung 7 orang dokter sebagai caleg DPRnya.

 

Caleg incumbent dengan profesi dokter juga kembali akan bersaing mendapatkan kursi di DPR RI. Salah satu petinggi PB IDI periode kali ini yaitu Dr.Daeng Faqih sekjen PB IDI juga bersaing dalam PEMILU kali ini beliau dari Partai Nasdem dari Dapil Jawa Timur. Selain itu dokter yang mantan birokrat Dr. Syuir Syam  mantan walikota Padang Panjang 2 periode juga turut bersaing untuk menuju ke Senayan.

 

Jika melihat asal daerah pemilihan ternyata untuk pulau Jawa  ada 35 dokter yang akan bertarung, terbesar tentu sesuai dengan jumlah kursi adalah daerah pemilihan Jawa Timur sebanyak 11 orang, dilanjutkan Jawa Tengah 8 orang  Jawa Barat 7 orang, DKI jaya 5 dan Propinsi Banten 4.

 

Yang menarik ternyata ada 4 daerah pemilihan yang tidak mempunyai Caleg DPR RI dari kalangan dokter yaitu Jogjakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Maluku. Pada hal kalau kita lihat terdapat 2 fakultas kedokteran besar dari masing-masing wilayah daerah pemilihan tersebut masing UGM di Jogjakarta maupun UNSRAT di Sulwesi Utara. Walau sebenarnya ada 7 lulusan dokter UGM yang berkiprah untuk dapil lain dan tidak di Jogjakarta, begitu pula sebenarnya ada 3 lulusan Unsrat yang juga berjuang didaerah pemilihan lain.

 

Dari 79 Caleg yang ada ternyata ada 2 orang caleg yang tidak mempunyai data asal pendidikan S1nya dan tidak bisa ditelusuri lebih lanjut asal penidikan dokternya. Sehingga analisa asal pendidikan dokter hanya dari 77 caleg saja. Jika melihat alumni S1 atau pendidikan profesi dokter ternyata dari 79 caleg untuk DPR tersebut  UI hanya mempunyai 3 orang alumni dalam daftar Caleg DPR RI kali ini, tentu hal ini menjadi pertanyaan kenapa dokter-dokter lulusan FKUI tidak berminat menjadi politisi di Senayan. Walaupun sebagian dari para caleg dokter yang bukan lulusan S1 FKUI tersebut menyelesaikan spesialis dan pendidikan S2nya di FKUI atau fakultas lain di lingkungan UI.  Jadi tetap bisa disebutkan sebagian dari caleg dengan latar belakang dokter tersebut pernah memgikuti pendidikan lanjutan di FKUI atau fakultas lain di lingkungan UI.

 

Fakultas Kedokteran UKI ternyata menyumbangkan alumni terbanyak dalam Caleg DPR kali ini ada yaitu 10 orang. Alumni FK negeri rata-rata menyumbangkan alumni berjumlah 4-5 orang antara lain UNAIR,UNDIP,UNHAS,UNIBRAW, UNPAD dan UNSRI. Alumni fakultas kedokteran swasta di Jakarta selain FK UKI dengan jumlah terbesar sebanyak 10 orang, juga menyumbang alumninya untuk bersaing menuju Senayan antara lain YARSI (5),UNTAR (3),Atmajaya (3), UPN Jakarta (2) dan Trisakti (3). 

 

Bagaimana dengan incumbent dengan profesi dokter, tampaknya sebagian dari mereka akan kembali bersaing dan memunyai kans untuk terpilih kembali lebih besar mengingat posisi mereka dengan nomor urut kecil. Dari daftar caleg DPR yada ternyata yang kembali akan bersaing antara lain dari PDIP: Dr.Ribka, Dr.Karolina dan Dr.Surya Candra. Sedang dari Demokrat: Dr.Nova Riyanti, Prof Dina Mahdi, Prof Mahyudin,Dr.Ahmad Nizar serta Dr.Indrawati. Selain Dr.Sumaryati Aryoso dari Gerindra juga kembali bersaing untuk menjadi anggota DPR RI.

 

Akhirnya saya berharap para dokter yang dapat lolos ke Senayan dapat memperjuangkan hak-hak   masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan  yang layak baik untuk kuratif maupun pencegahan. Selain itu juga memperhatikan hak dokter yang layak sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

 

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

April 2014
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
April 2014
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930