Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Waspada Penyakit Pasca Banjir bisa berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB)

Posted by Dr.Ari on 23rd January and posted in Gastrointestinal Problem

Waspada Penyakit Pasca Banjir bisa berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB)

Banjir datang berbagai penyakit akan menghantui anda. Penyakit pasca banjir adalah berbagai penyakit yang jumlah kasusnya akan meningkat setelah banjir. Secara umum peningkatan kasus penyakit ini didasarkan pada penyebaran 3 kelompok panyakit tersebut yaitu penyebaran melalui makanan dan minuman, penyebaran melalui nyamuk dan penyebaran melalui tikus.

Berbagai penyakit  dapat ditimbulkan oleh 3 kelompok penyakit tersebut antara lain:

1    1. Penyakit yang ditularkan makanan dan minuman penyebaran secara Fecal Oral : Infeksi kolera, disentri, rotavirus serta demam typhus. Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah berak, mules saat BAB dan BAB ada darah. Diare juga menjadi KLB pada banjir Jakarta tahun 2007.

2.    2.Penyakit yang ditularkan oleh Nyamuk (penyakit disebarkan melalui vektor penyakit) : penyakit yang dibawa oleh vektor penyakit, misalnya Dengue Hemorrhagic Fever(DHF )yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedesaegypti. Pada banjir besar tahun 2007, Jakarta pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB)penyakitDHF, pada saat itu kita mengetahui Jakarta lumpuh akibat akibat genangan air terjadi pada lebih setengah wilayah Jakarta.

3. 3. Penyakit yang ditularkan melalui tikus. Penyakityang ditularkanmelaluihewandariordoRodentia,yaitutikus merupakan penyakit yang juga sering didapat saat pasca banjir. Salah satujenisrodent bornediseaseyang dapattimbulpadabencanabanjiradalahLeptospirosisyang dibawamelalui kencing  dankotoran tikus dalam genangan banjir. Apabila kita mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita. Pasien dengan leptospirosis datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutuma otot betis, mata merah dan timbul kuning pada mata dan kulit. BAK berubah seperti air teh. Sekilas pasien ini seperti pasien dengan infeksi hepatitis virus. Penyakit leptospirosis sangat berbahaya jika penyakit berlanjut dengan berbagai komplikasi antara lain terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru dan otak

Terganggunya kesehatan akibat banjir terjadi karena adanyagangguanpada3 faktorpentingpenyakit,yaitufaktorhost, lingkungan, danage

1. Faktor Daya tahan Tubuh

Ketika terjadipengungsianbesarbesaranakibatbanjir, kondisikebersihan lingkungan,makanandanminumanyang dikonsumsipengungsisangattidak memadaisehinggaakanberpengaruhpadadayatahantubuhpara pengungsi.Selain itu,   para   pengungsi   tidur   dengan   alas   yang   tidak   memadai.   Kondisi   ini meningkatkan kerentanan parapengungsi terhadap penyakitpenyakitpascabanjir. Cuaca yang tidak mendukung saat ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang walaupun tidak  terkena langsung dampak banjir.

2. FaktorLingkungan

Faktorlingkunganyangdapatmemperburukkondisiparapengungsiadalahcuaca, dimanahujandananginkencangyangmasihmelandaDKI Jakarta.Dampakburuk initerutamadialamiolehbayi,anak-anak, dan orangtua. Belum lagi lingkungan sekitar banjir yang kotor dengan sampah bertebaran dimana-mana.

3. Faktor Bakteri

Faktoragenpembawapenyakityang banyakdijumpaiakibatbencanabanjiradalah lalat,tikus,bakteridankotoranyang menyebabkantercemarnyaairbersih.Tikus merupakanagenpembawapenyakitLeptospirosisyang ditularkanmelaluikotoran dan kencing tikusyangbercampur dengangenanganbanjir seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

 

Beberapa hal yang harus diantisipasi : untuk mengatasi penyakit pasca banjir ini adalah

 

  1. Harus dipastikan bahwa kita selalu menkonsumsi makanan dan minuman yang higienis. Perhatikan kadaluarsa dari makanan yang dikonsumsi baik makanan jadi maupun makanan yang dibuat sendiri.
  2. Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh. Cuci tangan pakai sabun atau hand antiseptic. untuk menghindari infeksi usus.
  3. Kebersihan lingkungan harus  selalu terjaga dan segera bersihkan lokasi pasca banjir dengan menggunakan antiseptik dan tetap memperhatikan pelindung diri bagi orang yang bertugas membersihkan kotoran pasca banjir tersebut. Pelindung diri meliputi masker, sarung tangan dan memakai sepatu boot. Hindari luka yang dapat berpotensi masuknya kuman.
  4. Untuk anak-anak dan orang tua diberikan suplemen  yang berisi multivitamin dan mineral apabila terjadi  keterbatasan makanan dan minuman dengan zat gizi yang lengkap yang bisa dikonsumsi sehari-hari akibat rumah dan lingkungan terkena banjir.
  5. Perlu stok  obat-obat sederhana, obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala dan oralit.  

 

Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar kita semua terhindar dari penyakit pasca banjir yang sewaktu-waktu bisa mengenai siapa saja.

 

Salam sehat,

 

Dr. Ari Fahrial  Syam

 

Departemen Ilmu Panyakit Dalam FKUI-RSCM

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam  Jakarta Raya (PAPDI JAYA)

 

 

 

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28