Hari Kesehatan Jiwa Dunia: Para Koruptor penderita Sakit Jiwa

In: opini for public

12 Oct 2013

Hari Kesehatan Jiwa Dunia

Para Koruptor penderita Sakit Jiwa 

 Tanggal 10 Oktober diperingatkan sebagai Hari Kesehatan Jiwa Dunia. Definisi sehat menurut  WHO adalah Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity. Dari definisi ini kita bisa melihat bahwa sehat bukan saja tidak ada penyakit atau kecacatan  tetapi mencakup hal yang lebih luas yaitu sehat secara fisik, mental dan sosial. Oleh karena itu untuk memilih pemimpin bangsa baik  pemimpin daerah, anggota DPR pusat maupun DPR daerah harus merujuk pada definisi sehat tersebut. Pada kenyataannya kita melihat bahwa makin hari  makin jelas bahwa para pemimpin kita yang menjadi tersangka korupsi  merupakan orang-orang yang tidak sehat baik jiwa maupun sosialnya. Orang dengan kepribadian yang sehat tidak mungkin melakukan korupsi. Tidak mungkin melakukan kebohongan publik. Seseorang yang melakukan korupsi pasti melakukan tindakan tersebut secara sadar dan kalau jiwanya sehat tidak mungkin melakukan tindakan tersebut. Hal ini penting untuk kita semua ketahui bahwa para koruptor tersebut itu sakit jiwa, oleh karena itu memang mereka secara kejiwaan tidak bisa melaksanakan amanah untuk menjadi pemimpin. Kita bisa melihat apa yang terjadi pada Mantan Ketua MK, seseorang yang selalu konsisten untuk mengkampanyekan anti korupsi padahal selanjutnya terbukti tertangkap tangan melakukan korupsi. Bahkan sampai memberikan solusi bahwa koruptor harus potong tangan dan dilakukan pemiskinan atas kekayaannya. Selain itu tersangka selalu menyatakan bahwa dirinya tidak korupsi. Kebohongan publik dilakukan dan tertangkap tangan korupsi. Orang dengan akal sehat tidak akan melakukan tindakan yang memalukan ini, tindakan anti sosial serta tindakan pelanggaran. Kalau mempunyai akal sehat pasti seseorang tidak melakukan korupsi.

Bakat anti sosial sendiri sebenarnya sudah bisa di deteksi dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Track  record seseorang bisa dilihat saat seseorang tersebut remaja. Kebiasaan buruk yang telah dilakukan seseorang pada masa lalu  merupakan suatu tanda bahwa seseorang tersebut memang mempunyai jiwa yang tidak sehat dan memang selayaknya tidak bisa dijadikan pemimpin. Seseorang yang melakukan selingkuh sudah jelas merupakan orang yang tidak baik karena membohongi istri atau suami atau keluarga. Orang yang selingkuh tadi merupakan orang yang telah pernah melanggar komitmen dan berpotensi untuk melanggar komitmen lain yang telah dibuat. Oleh karena itu tract record merupakan hal penting yang harus dipelajari kalau kita akan memilih seseorang menjadi pemimpin. Orang yang tidak jujur, selalu membuat onar dan melakukan selingkuh apalagi sudah jelas-jelas melakukan perampasan uang rakyat melalui korupsi tidak layak menjadi pemimpin. Tapi kita memang harus percaya kepada ajaran agama bahwa seseorang bisa melakukan taubat dan meninggalkan hal-hal buruk masa lalunya  tetapi kita juga mempunyai pilihan lebih baik memilih orang yang memang mempunyai tract record yang baik saja mengingat pilihan kita banyak.

Akhirnya selalu harus kita ingat para koruptor tersebut orang yang sedang sakit jiwa dan tidak masuk definisi sehat menurut WHO oleh karena itu tidak layak menjadi pemimpin dan tidak layak untuk dipilih kembali menjadi pemimpin.

Salam sehat,

Ari F Syam

 

1 Response to Hari Kesehatan Jiwa Dunia: Para Koruptor penderita Sakit Jiwa

Avatar

Dr.Ari

October 12th, 2013 at 8:55 pm

Tulisan ini sudah disitir oleh Republika online: http://t.co/AOqUu3yb8O

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

October 2013
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
October 2013
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031