Demam hari ke-3 Harus Periksa Darah

In: opini for public

2 Feb 2013

Demam hari ke-3 Harus Periksa Darah

Semalam saya mendapat beberapa pasien dengan curiga demam berdarah. Mereka datang dengan demam rata-rata sudah lebih dari 3 hari dan trombosit sudah turun kurang  dari 150.000. Mereka umumnya sudah ke dokter. Ada yang sudah hari ke-6 demam tetapi belum periksa darah. Apa yang saya temui di tempat saya bekerja juga saya rasa sama dengan RS-RS lain yang ada di Jakarta ini. Melihat kondisi ini  masyarakat dan dokter harus waspada bahwa demam berdarah mulai mengancam Jakarta setelah 1-2 minggu dilanda banjir besar dan ini akan berlangsung beberapa minggu ke depan. Bahkan ada satu pasien yang bercerita bahwa tetangganya meninggal karena penyakit demam berdarah pada beberapa hari yang lalu. Sebenarnya semakin dini diketahui semakin mudah ditangani dan tidak mudah jatuh ke berbagai komplikasi seperti syok dan perdarahan yang lebih susah ditangani.

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit endemis di Indonesia dan kasus demam berdarah dapat kita temukan sepanjang tahun. Oleh karena itu sebaiknya masyarakat dan dokter juga sudah paham dan dapat mengenali kasus demam berdarah dengan waktu cepat. Oleh karena kita berharap kasus-kasus demam berdarah tidak boleh datang terlambat ke rumah sakit, semakin terlambat semakin susah untuk ditangani. Saat ini demam tinggi mendadak yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia terutama di Jakarta harus dicurigai demam berdarah sebagai penyebabnya.

Kenali penyakit Demam Berdarah.

Saat ini gejala klinis demam berdarah cukup bervariasi. Demam yang timbul bisa secara terus menerus, bisa naik turun dan bisa hanya 1-2 hari saja. Oleh karena adanya demam yang mendadak harus diwaspadai untuk kemungkinan penyakit demam berdarah sebagai penyebabnya.

Kriteria diagnosis yang masih digunakan untuk mendiagnosis demam Berdarah Dengue adalah sebagai yang ditetapkan oleh  WHO. Menurut WHO, secara klinis jika seseorang terinfeksi dengan virus dengue sebagai penyebab penyakit Demam berdarah bisa tanpa gejala maupun dengan gejala. Yang bergejala dibagi 2 lagi yaitu Demam Dengue (DD) dan Dengue Haemorhagic Fever (DHF). Pasien dengan DHF biasanya dengan gejala yang lebih berat dan gejala perdarahan yang lebih jelas.

Diagnosis kasus Demam Berdarah Dengue ditegakkan jika terdapat Demam atau riwayat demam akut terjadi dalam 2-7 hari terakhir biasanya bifasik.  Saat ini sesuai dengan klasifikasi WHO terakhir yang diterbitkan pada tahun 1997: derajat berat ringannya DHF dibagi menjadi 4. Berat ringannya penyakit ini didasarkan atas perdarahan yang terjadi, serta ada tidaknya gangguan sistim sirkulasi darah pada saat pasien tersebut masuk rumah sakit. Semakin berat kondisi pada saat masuk semakin tinggi derajat sakitnya dan tentunya hal ini berhubungan dengan terjadinya kematian pada pasien tersebut.

Selain demam  tinggi yang mendadak pasien kadang kala juga merasakan gangguan pada pencernaan berupa nyeri di ulu hati, mual bahkan muntah, nyeri perut serta susah buang air besar, diare pun bisa ditemukan pada 5-6 % kasus DBD.

Selain gangguan pada pencernaan pasien dengan DBD juga bisa disertai keluhan  kepala pusing seperti melayang, pegal dan rasa nyeri di otot. Pada penyakit Demam Berdarah Dengue yang berat setelah 2-5 hari demam dapat  terjadi manifestasi perdarahan baik berupa bintik merah pada kulit terutama di tangan, kaki dan dada, mimisan, gusi berdarah bahkan sampai muntah darah. Bahkan jika terlambat bisa saja pasien datang sudah dalam keadaan syok ditandai dengan tekanan darah yang turun, ujung-ujung kaki dan tangan menjadi dingin, nadinya menjadi cepat. Kondisi pasien biasanya lemah dan tidak bertenaga.

Pengobatan Demam Berdarah Dengue

Pengobatan penting dan utama dalam tatalaksana pasien dengan Demam Berdarah adalah menjaga sirkulasi cairan dengan infus yang cukup dan minum yang banyak. Obat-obatan yang diberikan biasanya hanya bersifat menghilangkan gejala yang muncul,  jika demam diberikan parasetamol, jika mual diberikan obat anti mual. Tetapi tentu obat-obat ini diberikan sesuai indikasi dan bersifat sementara sesuai dengan gejala yang timbul.

Bagaimana dengan infus trombosit? Sebagaimana diketahui dan umumnya masyarakat juga sudah mengetahui, perjalanan penyakit pasien DHF selalu dihubungkan dengan trombosit yang rendah. Kadar trombosit yang rendah juga menjadi patokan kapan pasien tersebut harus dirawat. Walau sebenarnya selain trombosit yang rendah adanya darah yang semakin pekat (hemokonsentrasi) ditandai oleh hematokrit yang meningkat serta tanda-tanda perdarahan merupakan hal lain yang juga dilihat sebelum memutuskan apakah pasien tersebut perlu dirawat atau tidak. Trombosit sendiri biasanya tidak berhubungan langsung dengan terjadinya perdarahan. Pasien-pasien dengan trombosit dibawah 10.000 pun bisa saja tanpa perdarahan. Trombosit yang rendahpun tidak otomatis harus dinaikkan dengan transfusi trombosit.

Pengalaman penulis dalam merawat pasien dengan DBD biasanya trombosit akan naik dengan sendirinya setelah hari ke-7 sejak mulai terjadinya demam.  Selama perawatan jika tidak terjadi syok atau perdarahan masif,  cairan infus yang diberikan yaitu cairan kristaloid   seperti cairan ringer laktat atau ringer asetat  yang diberikan  untuk menjaga agar volume cairan didalam pembuluh darah tetap baik.

Mudah-mudahan informasi ini mengingatkan kita semua akan bahaya penyakit Demam Berdarah  yang selalu menghantui kita dan jumlah kasusnya dapat  meningkat jika kita LENGAH. Bagi pemerintah dan masyarakat pemberantasan sarang nyamuk sudah menjadi menjadi keharusan untuk terus menerus dilakukan.

Jakarta, 1 Februari 2013

Dr.dr.H. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM,FACP

-Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM)

-PB-PAPDI

 

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

February 2013
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  
February 2013
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728