Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Kasihan Tukang Terompet kalau isu penularan TBC dipercaya masyarakat

Posted by Dr.Ari on 30th December and posted in opini for public

Kasihan Tukang Terompet kalau isu penularan TBC dipercaya masyarakat

Dua hari yang lalu saya dapat kiriman broadcast  dari teman saya melalui Black Berry Messenger yang isinya:

Jangan beli terompet atau sejenis apapun karena ada virus yg kita tidak tahu terutama TBC …,apalagi untuk anak-anak.karena terompet itu sudah ditiup sama tukangnya dan sudah dicoba-coba orang lain. Penularan virus itu melalui air liur yg sudah ada di terompet tersebut. Tolong sebarkan info ini semoga bermanfaat

Tampaknya  informasi ini sudah luas tersebar ditengah masyarakat, karena  ada kawan yang juga menanyakan apakah informasi ini benar atau tidak. Kasihan tukang terompet tahun ini  kalau informasi ini dipercaya oleh masyarakat. Pasti kita  akan berpikir 2 kali untuk membeli terompet buat kita atau  anak-anak kita  karena takut tertular penyakit TBC akibat meniup terompet tersebut. Sebagaimana  kita ketahui penyakit TBC ini penyakit berbahaya karena tidak saja mengenai paru tapi dapat menyebar mengenai organ-organ lain di dalam tubuh kita.  Pengobatan TBC membutuhkan waktu minimal 6 bulan.

Kalau dilihat dari pesan BBM  yang disampaikan tersebut,  saya yakin informasi bukan berasal dari dokter. Karena informasi yang disampaikan tidak tepat dan sugguh menyesatkan. Saya tidak pro tukang terompet tapi hanya ingin meluruskan informasi tersebut.

Pertama informasi tentang TBC tidak tepat karena disampaikan bahwa TBC disebabkan oleh virus. TBC bukan disebabkan oleh virus tetapi disebabkan oleh bakteri atau kuman tuberkulosis. Kuman ini  ditularkan dari satu orang kepada orang yang lain bukan melalui kontak yang singkat. Tidak seperti infeksi virus influenza bahwa seseorang dapat  tertular dengan orang yang sedang mengalami flu dengan sekali kontak. Untuk penularan TBC butuh kontak yang lama dan terus menerus. Selain itu kuman ini ditularkan melalui udara, bukan langsung dari air liur seperti misal setelah meniup terompet. Biasanya orang tertular penyakit TBC jika tinggal serumah dengan orang yang sedang mengalami TBC paru aktif atau teman sekantor dimana kita selalu kontak dengan teman sekantor tersebut dalam ruangan tertutup. Pembantu rumah tangga yang menderita TBC paru aktif dapat menularkan infeksi TBC kepada anak-anak yang diurusnya.  Ujung terompet memang bisa jadi sumber penularan penyakit melalui droplet atau air liur yang tersisa pada ujung terompet tetapi tentu bukan penyakit TBC  seperti yang disebutkan dari informasi yang beredar tersebut.

Bagaimana agar kita tidak tertular penyakit yang ditularkan melalui ujung terompet tersebut? Bersihkan dulu ujung terompet yang akan kita gunakan kalau perlu gunakan penyaring khusus  ketika ujung terompet tersebut akan kita gunakan.

Tampaknya udara besok saat malam pergantian tahun akan cerah sehingga akan banyak orang ingin berada di jalan untuk meniupkan terompet. Mudah-mudahan broadcast yang melarang orang untuk beli terompet  ini tidak berdampak bagi  masyarakat yang memang ingin membeli   terompet  dan meniup terompet pada malam pergantian tahun.

Salam sehat,

Happy New Year 2013

Ari Fahrial Syam

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28