Hati-hati Obat tradisional dicampur zat kimia (@DokterAri)

In: opini for public

6 Oct 2011

Hati-hati Obat tradisional dicampur zat kimia

Teman media menghubungi saya sehubungan dengan Konferensi Pers BPOM mengenai 21 obat tradisional yang ditambahkan zat kimia pada 5 Oktober 2011. Dari 21 jenis obat tersebut, ternyata 7 mengandung zat kimia berupa obat anti radang  non steroid (fenilbutason, piroksikam atau natrium diklofenak). Obat-obat ini merupakan obat  anti radang atau anti nyeri  terutama untuk nyeri sendi dengan kerja kuat tetapi tentu mempunyai efek samping kuat pula untuk saluran cerna atas terutama lambung dan usus dua belas jari. Efek samping yang ditimbulkan mulai dari luka permukaan, erosi bahkan luka yang dalam pada lambung atau usus dua belas jari (tukak pektikum). Secara klinis orang yang mengkonsumsi obat-obat ini  merasakan tidak nyaman disekitar ulu hati, nyeri atau panas ulu hati bisa disertai mual maupun muntah2. Efek samping yang lebih  berat antara lain berupa terjadinya  perdarahan saluran cerna atas sampai timbul kebocoran pada lambung maupun usus dua belas jari.

Dalam praktek sehari- hari lebih dari 50 % kasus perdarahan saluran cerna atas berhubungan dengan konsumsi obat2an yang mengandung obat anti radang ini baik dalam bentuk obat maupun jamu-jamuan. Penggunaan jangka panjang dari obat-obatan anti radang ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal bahkan gagal ginjal dan akhirnya penderita harus menjalani cuci darah. Beberapa obat anti radang juga bisa menyebabkan gangguan hati atau liver.

Mengingat dampak buruk penggunaan obat-obatan ini dan dibungkus dalam bentuk obat tradisional dengan dalih aman dikonsumsi maka pengawasan harus terus menerus dilakukan terutama oleh BPOM atas beredarnya produk2 ini ditengah2 masyarakat.

Bagi masyarakat luas memang harus berhati-hati dan mencurigai produk2 jamu dimana jika produk tersebut dikonsumsi  bekerja cepat dalam  mengilangkan rasa sakit kemungkinan memang jamu tersebut telah ditambahkan zat kimia. Selain itu bagi masyarakat yang memang sudah punya riwayat pernah mendapatkan efek samping dari penggunaan produk tersebut harus berhati-hati pada penggunaan produk tersebut  berikutnya karena efek samping yang timbul akan berulang dan bisa lebih berat. Saya punya langganan pasien yang berulang terjadi perdarahan berulang akibat menkonsumsi produk anti radang berulang2 karena merasakan hilangnya nyeri sendi yang cepat jika menkonsumsi produk2  tersebut.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat untuk kita semua.

Salam sehat,

Ari F Syam

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM

Praktisi Klinis

 

 

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

October 2011
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
October 2011
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31