Hindari Budaya Balas Dendam dalam Berbuka Puasa

In: Gastrointestinal Problem

31 Jul 2011

Hindari Budaya Balas Dendam dalam Berbuka Puasa

Ari F Syam

Hikmah dari puasa ini adalah agar kita sehat. Ini terjadi karena dengan berpuasa ada pengurangan asupan makan. Umumnya masyarakat kita di Indonesia ini mengkonsumsi makan besar  3 kali/sehari,dan saat berpuasa kita hanya menkonsumsi makan besar  2 kali sehari. Hikmah sosialnya adalah kita ikut merasakan bagaimana orang lain yang sehari-hari karena ketidak mampuannya hanya makan 2 kali sehari. Penelitian2 yang dilakukan seputar puasa termasuk juga di RSCM, umumnya menunjukkan bahwa terjadi pembatasan kalori selama berpuasa.Hal ini juga akan berdampak pada penurunan berat badan biasanya berkisar 5 % diakhir puasa, penurunan kolesterol dan kadar asam urat. Gula darah menjadi terkontrol. Dampak lain kita mengurangi asupan kalori juga mengurangi radikal bebas dan meningkatkan anti oksidan sehingga akhirnya akan memperlambat proses degenerasi organ-organ tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa pasien dengan berat ideal akan lebih panjang umurnya dibandingkan dengan yang obesitas.

Tetapi  masalahnya adalah budaya berbuka puasa kita apalagi pada minggu-minggu  pertama Puasa Ramadan yaitu “budaya balas dendam”. Saya masih ingat saat kecil dan remaja jika puasa Ramadan, orang tua selalu memberikan makanan yang terbaik pada minggu-minggu pertama puasa, beliau berpikir bahwa anak-anak mereka telah berpuasa seharian dan dibalas dengan makanan yang terbaik. Hal ini yang membuat harga-harga sembako dan lauk pauk menjadi meningkat. Ini yang harus diingatkan kepada masyarakat semua. Hikmah puasa adalah pembatasan asupan kalori, pembatasan makan,sehingga selayaknya budaya balas dendam saat berbuka itu kita redam. Kalau kita konsisten menjalani hal ini mudah-mudahan hikmah mendapat kesehatan setelah berpuasa lebih dapat tercapai. Dan harga2 sembako tidak melambung tinggi karena memang tidak ada peningkatan kebutuhan bahkan sebaliknya masyarakat mengurangi makan sehingga kebutuhan sembako malah menjadi menurun. Hal ini yang seharusnya dingatkan kepada kita semua agar kita mendapat hikmah dari puasa,sehat setelah berpuasa karena mengurangi makan. Sehingga terjadi penurunan kebutuhan makan dan pada akhirnya karena “demand” turun harga akan kembali membaik tidak seperti saat ini.

Stop Budaya Balas Dendam Saat Berbuka……

Salam sehat,

Ari Fahrial Syam

1 Response to Hindari Budaya Balas Dendam dalam Berbuka Puasa

Avatar

Berita Terbaru Dari Blog UI » Wannabe Exceptional

September 7th, 2011 at 4:28 pm

[…] tips oleh Dr. Ari mengenai bulan Ramadhan dan Lebaran.  Saya suka gaya penulisan Beliau. Hal-hal sederhana dibahas dengan […]

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

July 2011
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
July 2011
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031