Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Bagaimana kondisi sakit maag saya Dok kalau berpuasa?

Posted by Dr.Ari on 23rd July and posted in Gastrointestinal Problem

 

Bagaimana kondisi sakit maag  saya Dok jika berpuasa?

Dalam dua minggu terakhir dan minggu ini pasien lama saya dengan sakit maag datang kontrol kepada saya sehubungan dengan semakin dekatnya kita memasuki bulan suci Ramadhan. Sebagian dari mereka mengecek apakah mereka bisa berpuasa sebagian lagi minta obat untuk mengantisipasi jika sakit maagnya kambuh jika berpuasa nanti. Disisi lain ada juga pasien yang datang yang tidak mempunyai permasalahan dengan maagnya tapi takut kalau berpuasa malah akan menderita sakit maag.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya harus menyampaikan dulu hikmah dari puasa Ramadhan tersebut yaitu Berpuasalah agar kamu sehat. Jadi jelas jawabannya bagi orang yang sakit maag apalagi yang tidak mempunyai sakit maag diwajibkan berpuasa agar menjadi sehat.

Pertanyaan berikutnya apakah ini berlaku bagi semua yang sakit maag tentu kalau  sedang mengalami maag yang akut sedang mual dan muntah bahkan muntah darah atau buang air besar hitam mereka jelas tidak boleh berpuasa.

Secara umum sakit maag dengan istilah medis yang sering digunakan Dispepsia dibagi menjadi 2 kelompok besar sakit maag fungsional dan sakit maag organik. Kepastian pembagian ini tentu selelah dilakukan peneropongan dengan alat yang disebut endoskopi.  Dispepsia fungsional terjadi apabila pada pemeriksaan lebih lanjut dengan endoskopi (teropong saluran pencernaan atas) tidak didapatkan kelainan secara anatomi. Adapun dispepsia organik adalah secara pemeriksaan lebih lanjut dengan endoskopi didapatkan kelainan secara anatomi, misalnya luka dalam atau luka lecet pada kerongkongan, lambung atau  usus dua belas jari, polip pada kerongkongan, lambung atau usus dua belas jari serta kanker pada organ pencernaan tersebut.

Pada saat berpuasa, terutama setelah 6-8 jam perut kosong akan terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menyebabkan gejala sakit maag. Keadaan ini biasanya berlangsung hanya pada 1 minggu puasa pertama dan gejala ini tidak dirasakan lagi pada minggu berikutnya. Pada orang yang sehat, keadaan ini dapat diatasi dengan pilihan makan yang tepat saat berbuka dan sahur, serta kegiatan yang tidak menyebabkan terjadinya peningkatan udara di dalam lambung, serta peningkatan asam lambung. Adapun pada orang yang memang terdapat kelainan organik, puasa akan memperberat kondisi sakit lambungnya jika tidak diobati dengan tepat.

Namun, jika sakit lambungnya diobati, mereka yang mempunyai sakit lambung tadi dapat melakukan ibadah puasa seperti orang normal umumnya. Karena itu, saya sampaikan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi para penderita sakit maag untuk pergi ke dokter mengevaluasi apakah sakit maag yang diderita, termasuk dengan kelainan organik atau fungsional.Dengan begitu, pada saat di bulan Ramadhan nanti sudah siap lahir batin untuk melaksanakan ibadah puasa.

Bisa atau tidaknya berpuasa

Prevalensi terjadinya sakit maag pada masyarakat Amerika hampir mencapai 26%, sedangkan di Inggris hampir 41%. Penelitian terakhir pada masyarakat Jakarta beberapa tahun yang lalu mendapatkan angka bahwa hampir 50% masyarakat Jakarta menderita sakit maag. Data penelitian kami di RSCM pada sekitar 100 pasien dengan keluhan dispepsia, ternyata setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan endoskopi, didapat 20% yang mengalami kelainan organik.

Suatu penelitian dengan jumlah pasien yang cukup besar dan melibatkan pusat endoskopi pada beberapa kota di Indonesia juga menunjukkan bahwa dispepsia fungsional terdapat pada 86,41% dari 7.092 kasus dispepsia yang dilakukan endoskopi. Data-data di luar negeri juga mempunyai angka yang tidak terlalu berbeda. Pada penderita dengan gangguan dispepsia, terutama jika dispepsia sudah berlangsung kronis dan sudah berbagai macam obat diberikan, tetapi dengan hasil belum memuaskan, perlu dipertimbangkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan pemeriksaan teropong (endoskopi) saluran cerna bagian atas. Melalui pemeriksaan ini dapat diketahui secara struktur kelainan yang didapat. Pada umumnya, penderita sakit maag dapat berpuasa terutama jika sakit maagnya hanya gangguan fungsional.

Adapun pada kelainan organik khususnya pada penderita tukak atau luka yang dalam dan cenderung terjadi perdarahan atau kanker lambung yang juga selalu berdarah tidak dapat melaksanakan puasa. Untuk penderita tukak, baik di usus dua belas jari maupun di lambung selama pengobatan dapat melaksanakan ibadah puasa. Hasil penelitian di RSCM membuktikan bahwa pada pasien yang sudah mempunyai sakit maag yang kronis perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terlebih dahulu,sebelum melaksanakan ibadah puasa.Apabila maag bisa diobati terlebih dahulu atau melaksanakan puasa dengan tetap minum obat sehingga akibat yang tidak diharapkan tidak terjadi.

Bagaimana dengan sakit maag karena gangguan fungsional saja, biasanya dengan berpuasa keluhan sakit maagnya berkurang dan merasa lebih sehat pada saat berpuasa. Hal ini terjadi karena keluhan sakit maag yang timbul pada pasien akibat ketidakteraturan makan, konsumsi makanan camilan,seperti makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari, konsumsi minuman bersoda dan minum kopi,merokok dan juga faktor stres. Selama berpuasa,pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur karena hanya dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya selama puasa Ramadhan,yaitu saat sahur dan berbuka.

Selama berpuasa, kebiasaan makan camilan dan minum soda pasti tidak dilakukan selama pagi siang maupun sore hari karena sedang berpuasa. Umumnya orang yang berpuasa akan lebih banyak bersabar dan mengendalikan stres. Hal-hal inilah yang menyebabkan pasien dengan gangguan fungsional tersebut dapat berpuasa dengan baik dan keluhan sakit maagnya akan berkurang. Adapun pasien yang tidak mempunyai masalah dengan lambung, sebelumnya tidak perlu takut akan mengalami sakit maag saat berpuasa.Bahkan,puasa akan membuat pencernaan lebih sehat. Obat-obatan untuk sakit maag tidak diperlukan untuk pasien yang tidak ada masalah dengan maag, selama melaksanakan puasa Ramadhan.

Marhaban Ya Ramadan

Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, Divisi Gastroenterologi- Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSUPN Cipto Mangunkusumo,Jakarta Indonesia.

 

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28