Dokter Ari's Blog (@dokterari)

Peduli Terhadap Kejadian Sekitar

RSS Feed

Ringkasan Disertasi Doktor: Bagaimana proses perkembangan lesi di lambung pada keadaan hipoksia kronis?

Posted by Dr.Ari on 17th July and posted in opini for public

Ringkasan Disertasi Doktor

Bagaimana proses perkembangan lesi di lambung pada keadaan hipoksia kronis?

Hipoksia adalah suatu keadaan kekurangan oksigen yang bisa menyebabkan permasalahan kesehatan karena akan berpengaruh pada organ-organ tubuh kita. Hipoksia bisa terjadi karena karena oksigen yang kurang dari udara, kerusakan sistim jantung dan pembuluh darah dan sistim pernafasan. Berbagai keadaan yang membuat kadar oksigen disekitar kita rendah dapat membuat  kita mengalami hipoksia. Kondisi yang membuat kadar oksigen sekitar kita rendah adalah jika kita berada diatas ketinggian seperti  dipegunungan, berada diruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik atau sirkulasi udara baik tetapi dipenuhi asap rokok.

Kita tahu bahwa saat ini umur harapan hidup masyarakat kita semakin baik, semakin tua umur kita maka yang paling berpotensi terganggu adalah sistim vaskuler kita antara lain sistim vaskuler diotak, sistim vaskuler di jantung dan pembuluh darah. Apabila terjadi  gangguan pada sistim vaskuler kita maka oksigen pada jaringan yang terganggu akan mengalami kekurangan oksigen. Keadaan hipoksia atau kekurangan oksigen ini akan membuat tubuh melakukan adaptasi dengan keadaan tersebut dengan menginduksi berbagai molekuler  penting antara lain Hypoxia Inducible Factor-1 α (HIF- α).  Hypoxia Inducible Factor-1 α (HIF- α) merupakan “master gen” yang  berperan untuk menginduksi gen lain untuk melakukan berbagai fungsi antara lain pembentukan pembuluh darah dan sel darah, metabolisme energi dan pembetukan sel. Selain itu kondisi hipoksia akan membuat tubuh melakukan proses proteksi (perlindungan) berupa pebentukan protein Heat Shock Factor-1 dan Heat Shock Protein -70 (Hsp 70).

Lambung sebagai organ penting didalam sistim pencernaan juga salah satu organ yang akan mengalami lesi jika terjadi hipoksia tersebut. Kerusakan yang terjadi bisa berupa lesi kecil sampai terjadinya tukak (ulkus) bahkan bisa terjadi kebocoran lambung. Untuk menjawab permasalahan mendasar ini perlu dibuat hewan coba yang mengalami hipoksia dan selanjutnya dapat diteliti dengan jelas apa yang terjadi pada organ-organ yang ada pada tubuh dalam hal ini lambung   jika terjadi hipoksia termasuk faktor molekuler yang terjadi.

Penelitian ini telah berhasil membuat hewan coba yang mengalami hipoksia dan hipoksia tersebut tetap dipertahankan sehingga menjadi suatu hipoksia sistemik kronis suatu keadaan klinis yang sering didapatkan pada manusia. Dengan adanya hewan coba ini dilakukan pemeriksaan pada lambung dan dilakukan pemeriksaan molekuler yang telah disebutkan diatas tadi.

Penelitian ini mengungkap bahwa lambung akan mengalami proses kerusakan yang bertahap berupa pembentukan tukak (ulkus) suatu luka pada lambung yang makin lama makin dalam. Tetapi dengan perjalanan waktu lambung tikus mengalami adaptasi yaitu  tukak tersebut mengalami penyembuhan berupa epitelisasi. Proses perkembangan lesi pada lambung ini ternyata berhubungan dengan pola ekspresi pada berbagai faktor molekuler penting yang diteliti yang HIF-1α, HSF-1 dan Hsp 70. Faktor ini mempunyai relasi yang sangat kuat untuk saling mempengaruhi. Penelitian ini telah membuktikan secara statistik bahwa terdapat relasi yang kuat antara ketiga faktor molekuler ini. Selain itu juga terdapat hubungan yang kuat antara proses perkembangan lesi di lambung dengan pola ekspresi dari Hsp 70.

Apa manfaat yang dapat diambil dari penelitian eksperimental ini?

Dengan dibuatnya model hewan coba yang mengalami hipoksia sistemik kronik jelas dapat diketahui dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi pada lambung kita jika terjadi hipoksia sistemik kronis. Model ini dapat digunakan untuk mengungkap fenome lain apabila terjadi hipoksia sistemik kronis. Hasil penelitian ini akan lebih memberi perhatian bagi para klinisi untuk mencegah terjadinya hipoksia pada berbagai keadaan sakit agar pasien terhindar dari lesi mukosa  gaster. Apa yang terungkap dari penelitian yang melihat hubungan  antara kejadian pada organ dan pola molekuler yang terjadi ini akan membuka mata peneliti untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dan upaya pengobatan yang tepat dan terarah dalam mengatasi permasalahan pada lambung jika terjadi hipoksia sistemik kronis.

Ari Fahrial Syam

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28