Apakah tepat menkonsumsi Larutan Isotonik pada saat Sahur?

In: opini for public

15 Aug 2010

Apakah tepat menkonsumsi Larutan Isotonik pada saat Sahur?

 

Ari Fahrial Syam

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo

 

Iklan sebagai media informasi baik pada media elektronik dan media cetak merupakan media yang cukup efektif untuk memberikan informasi tentang produk  suatu perusahanan. Tetapi tentu informasi yang disampaikan ketengah masyarakat tentang khasiat dari produk tersebut haruslah berisi  informasi yang benar, apalagi jika produk tersebut merupakan produk makanan atau minuman. Dimana produk tersebut akan membawa dampak buruk bagi kesehatan seseorang jika tidak tepat mengkonsumsinya.  Sebagai klinisi dan akademisi saya melihat apa yang dipromosikan mengenai larutan isotonik dibuhungkan dengan puasa terlalu berlebihan. Larutan isotonik yang beredar dimasyarakat umumnya berisi unsur gula, ion atau elektrolit antara lain Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium dan Klorida. Bahkan ada larutan  isotonik yang juga ditambahkan vitamin. Sehingga asupan vitamin dari cairan isotonic ini harus diperhitungkan sebagai asupan vitamin untuk tubuh kita. Walau kita ketahui bahwa sebagian vitamin tersebut antara lain vitamin B dan C larut air sehingga disebutkan akan dibuang melalui ginjal jika dikonsumsi berlebih-lebihan.  

 

Larutan isotonik sebenarmya diindikasikan untuk menggantikan cairan dan ion tubuh  yang hilang melalui keringat karena seseorang tersebut berolahraga dan beraktifitas berat. Tetapi apa yang kita lihat dari iklan yang beredar dimedia baik cetak dan elektronik mereka menyampaikan bahwa produk larutan isotonic dapat digunakan untuk sahur dan berbuka. Sahur adalah makan dan minum yang dilakukan pada dinihari umumnya jam 3-4 pagi setelah seseorang tersebut bangun tidur. Pada kondisi normal tidak akan terjadi kehilangan cairan dan elektrolit selama seseorang tersebut tidur. Jadi jelas larutan isotonic tidak dibutuhkan saat seseorang tersebut sahur. Seperti saya sebutkan bahwa larutan isotonic yang beredar dimasyarakat mengandung unsur gula dan mempunyai nilai kalori. Tentu hal ini juga harus diperhitungkan sebagai asupan kalori tubuh. Pada orang yang obesitas atau  penderita kencing manis (DM) asupan tambahan kalori ini harus diperhitungkan. Larutan isotonic yang ada dimasyarakat juga umumnya mengandung Natrium dan adanya Na yang dikonsumsi secara berlebihan juga bisa memperburuk tekanan darah pada seseorang yang menderita hipertensi. Tambahan elektrolit lain pada larutan isotonic tentu juga akan memburuk fungsi ginjal seseorang yang memang sudah ada gangguan fungsi ginjal sebelumnya. Selain itu sebagian dari produk isotonic yang ada juga terasa asam dan tentu hal ini akan membuat pasien yang memang sudah mempunyai masalah pada lambung nya menjadi tidak nyaman.

Puasa Ramadhan  baru berlangsung beberapa hari saya tidak menginginkan jatuh korban karena termakan iklan yang tidak tepat ini. BPOM harus mencermati iklan dari larutan isotonic yang menganjurkan untuk mengkonsumsi larutan isotonik tersebut pada saat sahur. Jika menurut BPOM tidak tepat seharusnya segera dilakukan pelarangan akan iklan tersebut dimana  telah  menganjurkan untuk mengkonsumsi larutan isotonic tersebut pada saat sahur.

Selamat berpuasa dan mudah-mudahan masyarakat kita lebih kritis dalam memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi dan tidak percaya bulat-bulat akan informasi yang disampaikan pada iklan tersebut. Jika ada keraguan  untuk mengkonsumsi produk sebaiknya berkonsultasi dengan dokter keluarga atau dokter langganan anda.

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

August 2010
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
August 2010
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031