Renungan Akhir tahun :HIDUP SEHAT TANPA SAKIT DITAHUN 2010

In: opini for public

31 Dec 2009

Renungan Akhir Tahun
HIDUP SEHAT TANPA SAKIT DITAHUN 2010
Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB.
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM
Renungan Akhir Tahun HIDUP SEHAT TANPA SAKIT DITAHUN 2010Renungan Akhir Tahun HIDUP SEHAT TANPA SAKIT DITAHUN 2010

Sepanjang tahun 2009 berbagai masalah kesehatan terjadi di ibu pertiwi Indonesia tercinta. Masalah-masalah kesehatan yang muncul ini berhubungan dengan berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia dalam tahun 2009 ini.
Bencana alam masih mendominasi terjadinya peningkatan kasus akibat bencana alam tersebut mulai dari banjir bandang Situgintung, gempa bumi di Jawa Barat dan Sumatera Barat dan bencana banjir yang terjadi diberbagai daerah yang menyebabkan ribuan jiwa melayang dan puluhan ribu rumah hancur. Bencana alam membuat mereka tidak berdaya secara finansial dan dampak langsung dari bencana tersebut sehingga mereka harus hidup ditempat-tempat pengungsian atau hidup dengan kondisi lingkungan yang tidak layak sampai mereka dapat membangun kembali rumah dan kehidupannya. Tentu kondisi lingkungan dan kemiskinan akibat bencana membuat kondisi kesehatan mereka menjadi bertambah buruk.
Secara global dan juga berdampak di Indonesia adalah terjadinya pandemik infeksi swine flu (Influensa tipe A H1N1) walau pada akhirnya kasus yang didapat dimasyarakat termasuk juga yang akan terjadi pada jamaah haji tahun 2009 tidak meningkat seperti yang diprediksi sebelumnya. Tetapi tetap penyakit baru ini selalu harus diwaspadai ditingkat global yang juga pada akhirnya akan berdampak kepada kita
Penyakit infeksi yang cukup membuat kita terenyuh adanya peningkatan kasus filariasis dibeberapa tempat di Indonesia ini khususnya di Jawa Barat. Peningkatan kasus ini menunjukkan bahwa kita telah gagal mengatasi penyakit ini yang seharusnya angka kejadiannya sudah bisa ditekan sampai dibawah 1 % dan pada kenyataannya saat ini masih diatas 10 %. Saat ini Indonesia masih menjadi Negara terbesar penyumbang kasus filiariasi dunia selain India, Nigeria dan Banglades. Penyakit infeksi lain yang juga mendominasi adalah peningkatan kasus rabies khususnya dibeberapa daerah yang memang jumlah anjingnya relative lebih banyak seperti di Pulau Bali. Belum lagi laporan selalu adanya kasus demam Berdarah dan Malaria yang terjadi sepanjang tahun. Demam berdarah Dengue (DHF) masih menjadi endemis dan kasusnya selalu ditemukan sepanjang tahun terutama dikota-kota besar.
Sampai saat ini untuk penanganan kasus TBC dan HIV/AIDS kita masih belum optimal mengingat kasus yang ditemukan ditengah masyarakat makin hari makin banyak. Penyakit HIV AIDS juga mengalami pertumbuhan yang pesat di bumi tercinta dimana dinegara lain tetangga kita pertambahan kasus HIV AIDS tidak sepesat di negara kita.
Kita juga dikagetkan dengan meninggalnya beberapa selebritis dan tokoh nasional yang meninggal mendadak dan berhubungan dengan serangan jantung hal ini jelas berhubungan dengan gaya hidup dari masyarakat kita yang berubah sehingga penyakit degeneratif lebih banyak ditemukan pada usia yang lebih muda. Peningkatan penyakit degeneratif ini berhubungan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan kurang melakukan aktifitas olah raga.
Jika melihat permasalahan kesehatan yang muncul dipermukaan sepanjang tahun 2009 dapat dissimpulkan bahwa permasalahan kesehatan yang timbul didominasi oleh kasus infeksi, kasus-kasus penyakit degeneratif dan kasus- kasus akibat bencana alam.

Peran pemerintah
Melihat kondisi kesehatan masyarakat kita saat ini memang komitmen pemerintah harus tinggi. Penerintahan baru dengan kabinet baru tentu mempunyai semangat baru untuk memperbaiki keterpurukan yang terjadi ini. Konsep pengobatan gratis yang menjadi trend dan ujung tombak kabinet sebelumnya dan hal ini juga diikuti oleh para penguasa didaerah disaat masa kampanye mereka seharusnya bisa digeser Program Hidup sehat Tanpa Sakit sehingga tidak perlu sering berobat kerumah sakit walau pembiayaannya murah atau gratis. Untuk mengatasi masalah kesehatan ini komitmen pemerintah harus tinggi dan harus menjadikan penanganan masalah kesehatan sejajar dengan masalah lain seperti masalah politik, ekonomi dan keamanan.
Upaya-upaya yang telah dilakukan bersifat reaktif saja seharusnya sudah ditinggalkan. Konsep pembangunan kesehatan adalah Masyarakat Hidup Sehat Tanpa Sakit. Disisi lain masalah desentralisasi juga merupakan salah satu faktor yang menjadi alasan kenapa masalah penanganan kesehatan tidak optimal. Pusat merasa bahwa masalah Puskesmas sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan rakyat adalah masalah daerah disisi lain masyarakat juga berharap pusat dapat melaksanakan programnya langsung kedaerah. Saat ini sebagian besar Puskesmas terutama yang di kota-kota besar lebih berperan sebagai rumah sakit kecil ketimbang sebagai ujung tombak pembangunan. Pemerintah daerah termasuk jajaran kesehatan sepertinya lupa bahwa diadakannya Puskesmas baik ditingkat kelurahan maupun kecamatan bukan saja sebagai pusat pelayanan kesehatan pertama tetapi Puskesmas juga bisa berperan sebagai ujung tombak pembangunan dan pusat pemberdayaan masyarakat untuk dapat hidup mandiri khususnya dibidang kesehatan.
Antisipasi berbagai bencana harus dilakukan mengingat tahun depanpun bangsa ini tidak bisa terhindar dari berbagai bencana alam. Masyarakat harus diberdayakan untuk siap menghadapi bencana. Tim bantuan untuk menanggulangi bencana baik dari unsur pemerintah dan masyarakat termasuk institusi pendidikan harus selalu siap dan tetap dalam koordinasi pemerintah jika sewaktu-waktu terjadi kembali bencana.
Keadaan ini bisa berubah target-target pembangunan kesehatan harus jelas untuk memperlambat pertambahan penyakit baik penyakit infeksi dan penyakit non infeksi termasuk penyakit degeneratif dan termasuk penyakit akibat gangguan jiwa karena faktor stress.
Terkenalnya bangsa ini akibat terjadinya peningkatan kasus-kasus filiariasis, rabies, malaria, Demam Berdarah, TBC dan HIV/AIDS harusnya bisa dirubah. Program pembangunan kesehatan seharusnya tidak saja indah diatas kertas tapi juga harus dilaksanakan. Puskesmas harus lebih diberdayakan untuk melaksanakan peran sebagai ujung tombak pembangunan dan pusat pemberdayaan masyarakat. Jika komitmen untuk memfungsikan Puskesmas sudah ada pasti akan terus diupayakan untuk selalu mencukupi tenaga-tenaga kesehatan bekerja di Puskesmas termasuk didaerah-daerah terpencil. Anggaran yang diberikan untuk masalah kesehatan baik dipusat maupun didaerah jangan melulu untuk proyek-proyek pengobatan gratis tetapi juga membuat program-program bagaimana masyarakat Tetap Sehat dan Tidak Sakit.
Situasi politik yang menghangat akhir-akhir ini yang diduga berhubungan dengan manipulasi uang yang cukup besar juga sebaiknya tidak melibatkan gerakan massa sehingga masyarakat tetap fokus untuk menjalankan kehidupan sehari-harinya. Korupsi memang harus diberantas karena akibat korupsi uang rakyat menjadi terampas dan hak-hak rakyat menjadi terkoyak.

Bagaimana dengan masyarakat?
Pada kondisi yang serba terbatas dan dukungan pemerintah yang kurang optimal akhirnya masyarakat harus mampu untuk mempersiapkan dirinya sendiri. Hidup bersih dan selalu menkonsumsi buah serta sayur-sayuran dan melakukan olah raga teratur dan istirahat yang cukup merupakan gaya hidup yang selalu dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Berhenti merokok, tidak mencoba Narkoba dan tidak minum-minuman beralkohol serta hanya berhubungan seks dengan suami atau istri yang sah juga seharusnya menjadi trend kehidupan ditengah-tengah masyarakat. Pemerintah tentu harus mendukung dengan program-programnya agar masyarakat bisa hidup lebih sehat.
Budaya gotong royong harus dihidupkan kembali. Kegiatan-kegiatan kerja bakti baik di masyarakat dan disekolah harus dihidupkan kembali. Masyarakat harus mampu bergerak sendiri. Masyarakat sebaiknya berkemampuan mengidentifikasi masalah kesehatan seputar mereka dan mampu mengkomunikasikannya dengan petugas kesehatan terutama yang berada di Puskesmas. Saat ini dimana lapangan pekerjaan yang terbatas banyak ibu-ibu yang tidak bekerja dan hanya berada dirumah mengurus rumah tangga dan dan rasanya mereka tersebut masih bisa berbagi waktu untuk sesama. Harus diciptakan para kader-kader kesehatan yang bisa menjadi motivator untuk selalu berbudaya hidup sehat. Upaya-upaya hidup sehat dan bersih harus selalu tertanam didalam masyarakat dalam rangka mewujudkan konsep pencegahan penyakit lebih baik dari pada mengobati. Masyarakat harus dimotivasi untuk bisa berdiri sendiri tanpa menunggu bantuan dari luar untuk melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit tersebut. Pada akhirnya komitmen kita semua harus tinggi untuk memperbaiki permasalahan kesehatan yang kadang kala tidak menjadi prioritas ini.

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

December 2009
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
December 2009
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031