Antisipasi Diare di awal Musim Hujan

In: Gastrointestinal Problem

27 Dec 2009

Antisipasi diare di Awal Musim Hujan
Dr. H. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM

Saat ini kita memasuki awal musim hujan, sebagian besar daerah di Indonesia termasuk Jakarta sudah mulai diguyur hujan. Pada kondisi saat ini, lingkungan dalam keadaaan kurang baik. Banyak sampah dan kotoran yang berserakan terutama setelah hujan. Apalagi saat ini kita perhatikan setiap turun hujan, curah hujan begitu banyak sehingga bisa membawa sampah dan kotoran yang sebelumnya tersembunyi menjadi berserakan dan terpapar di tempat-tempat terbuka. Selain itu sampah dan kotoran yang berserakan ini akan mengundang lalat dan kecoa untuk datang. Kita telah mengetahui bahwa lalat dan kecoa tersebut pembawa bibit dan kuman penyakit. Oleh karena itu jelas bahwa kondisi lingkungan seperti saat ini merupakan lingkungan yang tidak sehat.
Berbagai penyakit angka kejadiannya akan meningkat selama awal musim hujan ini. Salah satunya adalah diare. Setiap hari kita akan selalu mendengar anggota keluarga atau tetangga kita menderita diare. Dalam melakukan praktek sehari-hari selalu saja ada kasus diare yang saya tangani dalam praktek sehari-hari. Perdefinisi diare adalah adanya perubahan bentuk feses yang menjadi cair dengan frekuensi yang lebih dari 3 kali. Diare bisa terjadi pada siapa saja dan berlangsungnya tiba-tiba. Hampir setiap orang mengalami diare minimal 1 kali dalam satu tahun. Bentuk feses orang yang mengalami diare juga bermacam-macam. Pasien dengan diare bisa saja datang dengan feses cair tanpa ampas atau fesesnya seperti bubur. Selain itu bisa juga diare yang terjadi disertai lendir atau darah. Jumlah dari feses pada pasien yang mengalami diare tersebut bisa banyak saat buang air besar atau bisa juga sedikit-sedikit.
Pasien yang mengalami diare bisa juga datang dengan berbagai keluhan tambahan lainnya seperti demam, mules atau bisa juga disertai mual atau muntah.
Penyebab diare bermacam-macam bisa karena suatu infeksi. Infeksi yang bisa menyebabkan diare antara lain bakteri seperti oleh kuman E coli, Vibrio cholera, Salmonela, Shigela, Kampilobakter, Aeromonas dan Yersinia . Virus juga bisa menyebabkan diare antara lain rotavirus dan virus enterik lainnya. Parasit juga bisa menyebabkan terjadinya diare antara lain amuba, jamur dan cacing. Selain oleh kuman, diare juga bisa disebabkan oleh karena salah makan yang menyebabkan gangguan pencernaan (Maldigesti). Diare bisa timbul karena penggunaan antibiotika yang berlebihan terutama antibiotika untuk mengatasi infeksi saluran nafas atas.
Jika terjadi diare maka diusahakan agar diare segera distop dan pasien dicegah agar tidak terjadi kekurangan cairan (dehidrasi). Jika memang didapatkan tanda-tanda infeksi misal pasien demam atau disertai buang air besar dengan lendir dan berdarah maka antibiotika sebaiknya sudah diberikan.

Tatalaksana diare
Jika mengalami diare maka yang harus dicegah adalah orang yang mengalami diare tersebut tidak jatuh kedalam keadaan kekurangan cairan dan elektrolit. Kekurangan cairan dan elektrolit jika tidak terdeteksi dan tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi yang lanjut seperti gangguan fungsi ginjal sampai menyebabkan kematian.
Cairan yang mengandung elektrolit seperti oralit sebaiknya segera harus diberikan dan disesuaikan dengan jumlah atau banyaknya feses cair yang dikeluarkan. Minuman olah raga tidak dianjurkan untuk mengganti cairan dan elektrolit karena diare. Karena memang, minuman olah raga adalah untuk mengganti cairan dan elektrolit yang keluar melalui keringat saat berolah raga. Jika kondisi dehidrasi cukup berat atau pasien tidak bisa menkonsumsi minuman akibat mual dan muntahnya maka pasien perlu perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan infus cairan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi.
Obat-obatan yang diberikan adalah obat anti diare untuk memberhentikan diare, antibiotika untuk membunuh kuman penyebab diare tersebut. Walau sebenarnya tidak semua diare tersebut karena infeksi oleh karena itu tidak semua diare tersebut perlu antibiotika. Obat obat lain juga kadang kala diperlukan untuk mengurangi gejala-gejala tambahan pada penderita diare tersebut. Gejala-gejala tambahan tersebut bisa diatasi dengan obat-obatan misalnya jika terjadi demam diberikan obat penurun panas, jika mual sampai muntah dapat diberikan obat anti muntah. Jika terjadi mules kadang kala diberikan obat anti kejang usus (antispasmodik).
Obat anti diare harus diberikan dengan bijaksana. Prinsip dasar obat anti diare segera distop jika tidak terjadi mencret lagi. Obat anti diare yang saat ini ada dipasaran antara lain bekerja sebagai adsorben/protektan atau sering juga disebut sebagai obat pengeras feses seperti atapulgit,kaolin/pektin, smectit, karkoal, ispagula husk dan cholesteramin. Beberapa produk dipasaran mengkombinasi atapulgit dan pektin. Obat anti diare yang lain yaitu antikolinergik/antispasmodik (klidinium,hiosiamin,mebeverin), opiate sintentik/natural (kodein, loperamid, difenoksilat/atropin). Beberapa obat antidiare ini luas dipergunakan dan juga bisa dibeli bebas. Tapi tetap harus diperhatikan aturan pakainya. Karena jika tidak ada perubahan atau diare makin berat walau sudah menkonsumsi obat ini pasien harus tetap kedokter untuk mendapat tambahan obat lain untuk mengatasi diare tersebut.
Pencegahan diare
Saat ini seperti saya sebutkan diatas kondisi lingkungan tidak begitu baik. Oleh karena itu makanan dan minuman mudah tercemar.Kita harus pandai-pandai memilih makanan dan minuman. Kita musti memperhatikan bahwa kondisi lingkungan sekitar tempat makanan dan minuman dihidangi tersebut banyak ditemukan lalat atau tidak. Banyaknya lalat bahkan adanya kecoa pada satu tempat merupakan suatu tanda bahwa makanan dan minuman yang akan kita konsumsi tersebut sudah tercemar atau tidak.
Selain itu diusahakan makan-makanan yang akan kita konsumsi tersebut tetap dalam keadaan hangat. Kualitas makanan yang akan kita konsumsi juga harus diperhatikan. Perlu diketahui bahwa makanan yang terpapar diudara terbuka lebih dari 8 jam berpotensi mudah tercemar oleh bibit penyakit sehingga makanan tersebut mudah rusak.
Kebersihan lingkungan sekitar kita juga harus menjadi perhatian terutama setelah terjadinya hujan. Sampah yang berserakan harus segera dibersihkan. Lalat dan kecoa yang ditemukan segera dibasmi.
Mudah-mudahan dengan selalu memperhatikan keadaan lingkungan serta selalu memperhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi kita terhindar dari penyakit diare yang sangat menggangu aktifitas kita sehari-hari ini.

Comment Form

You must be logged in to post a comment.

Tentang Blog Ini

Blog staff Universitas Indonesia.

December 2009
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
December 2009
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031